Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kasus Corona Masih di Atas 1 Juta, BPIP Minta Elite Politik Stop Kegaduhan

Andika Pratama - Kamis, 04 Februari 2021

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19 di Indonesia masih terus berlangsung. Jumlah kasus terkonfirmasi di Indonesia sudah mencapai lebih dari 1 juta atau lebih tepatnya 1.099.687.

Melihat angka tersebut, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo berharap semua elit politik dapat memfokuskan dalam penanganan pandemi COVID 19 ini.

Baca Juga

Ungkap Isu Kudeta Demokrat, AHY Diingatkan tidak Gegabah

"Semua elit politik menghentikan polemik persoalan internal partai politik," jelas Benny kepada MerahPutih.com, Rabu (3/2).

Selain itu Benny berharap bahwa para elit politik dapat mengedepankan nilai-nilai luhur bangsa yaitu musyawarah dan mufakat.

"Persoalan dalam partai politik hendak nya di selesai dengan cara musyarah mufakat tidak perlu menguras energi melibat publik untuk berpolemik," tambahnya.

Romo Benny Susetyo (kanan) saat Pertemuan Dialog Kerukunan Umat Beragama Katolik Tingkat Nasional di Denpasar, Minggu (11/10). (Foto: MP/Istimewa)
Romo Benny Susetyo (kanan) saat Pertemuan Dialog Kerukunan Umat Beragama Katolik Tingkat Nasional di Denpasar, Minggu (11/10). (Foto: MP/Istimewa)

Ke depannya bangsa membutuhkan kebersamaan dan persatuan anak bangsa untuk mengatasi masalah COVID-19 dan dampaknya dalam ekonomi. Termasuk kehidupan masyarakat dan ruang publik harus diisi dengan hal positif.

"Ruang publik diisi dengan hal positif dan harapan optimis agar bangsa keluar dari problem global akibat COVID-19 menimbulkan krisis ekonomi global," tuturnya.

Pendiri Setara Institute ini menjelaskan bahwa Pentingnya ruang publik dibanjiri dengan semangat kebersamaan dan keluar dari lingkaran keperdulian mementingkan cara berpikir sempit untuk kepentingan ego pribadi.

Benny menjelaskan, seharusnya ruang publik mengutamakan keadaban politik yakni politik beradaban tundukan pada norma kemanusiaan dan keadilan.

"Ke depan ruang publik mengarus utamakan keadaban politik yang mengaktualisasikan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, keadilan dalam keutamaan politik," tegas Benny.

Ruang publik merupakan ruang demokratis atau wahana diskursus masyarakat. Di mana warga negara dapat menyatakan opini-opini, kepentingan-kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan mereka secara diskursif.

"Penting ruang publik dihiasi dengan ide-ide untuk mewujudkan cita pendiri bangsa yakni politik kesejahteraan menjadi habitus partai politik," tutupnya. (Knu)

Baca Juga

Ditanya Keinginan Maju Capres 2024, Moeldoko: Kalau Diorbitkan Alhamdulillah

Baca Artikel Asli