MerahPutih.com - Kasus anak-anak di daerah yang terpapar virus COVID-19 kian mengkhawatirkan. Anggota Komisi VIII DPR Abdul Wachid mendorong pemerintah menjadikan kasus anak ini sebagai skala prioritas dalam penanganan COViD-19.
Menurut Abdul Wachid jumlah kasus COVID-19 pada anak-anak cenderung melonjak. Ketua DPD Partai Gerindra Jateng ini mencontohkan di Jepara yang hingga kini tercatat sekitar 600 anak usia 0 - 18 tahun yang terpapar COVID-19.
Berdasarkam data Satgas COVID-19 Kabupaten Jepara, dalam sepekan terakhir, Selasa - Selasa (22 - 29/6) malam, tercatat ada 90 anak yang dinyatakan positif COVID-19. Atau jika dihitung, tiap hari ada tambahan kasus positif sekitar 10 anak.
Baca Juga:
Hari Bhayangkara, Jokowi Berpesan Serius Tangani COVID-19 hingga Jangan Gaptek
Kecenderungan serupa juga terjadi di kabupaten tetangga atau daerah lain. Bahkan data nasional saat ini menunjukkan proporsi kasus konfirmasi positif COVID-19 pada anak usia 0 - 18 tahun mencapai 12,5 persen. Artinya 1 dari 8 kasus terkonfirmasi positif adalah anak.
Abdul Wachid akan mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, BNPB serta Kementerian Sosial yang merupakan mitra kerja Komisi VIII untuk memberikan perhatian khusus penanganan COVID-19 pada anak-anak. Anggaran yang khusus untuk penanganan anak-anak yang terpapar COVID-19 didorong juga memadai.
"Karena mereka itu masa depan bangsa. Harus ada perhatian khusus mulai dari antisipasi hingga penanganan di lapangan," kata Abdul Wachid dalam keterangannya, Kamis, (1/7).
Abdul Wachid juga menyoroti, kasus COVID-19 di Jawa Tengah yang dalam beberapa hari belakangan menunjukkan lonjakan yang signifikan. Sebab saat ini tercatat ada 25 kabupaten/kota di Jateng yang masuk zona merah. Padahal beberapa pekan lalu, hanya sekitar 7 daerah yang tergolong zona merah.
Anak buah Prabowo Subianto menginstruksikan anggota DPRD Jateng asal Fraksi Gerindra serius mengawasi kinerja Gubernur Ganjar Pranowo dan Satgas COVID-19 Jateng seiring lonjakan kasus ini.
"Pak Ganjar mau lockdown 7000 RT itu tepat atau tidak? Saya instruksikan anggota DPRD Gerindra agar mengevaluasi kebijakan gubernur karena faktanya kasus COVID-19 di Jateng bukannya turun malah terus naik," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Abdul Wachid berpesan kepada lima kades penerima bantuan ambulans agar memaksimalkan fungsi kendaraan tersebut. Mulai dari membantu kelancaran transportasi warga meninggal hingga penanganan anak-anak yang terpapar COVID-19.
"Saat ini orang meninggal karena COVID-19 banyak, maka ambulans ini harus bisa beroperasi 24 jam. Dan yang terpenting jangan bebani warga dengan berbagai biaya. Untuk operasional bisa dianggarkan dari dana desa," harapnya.
Berdasar data per Selasa (29/6) malam, jumlah warga Jepara yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 13.943 orang. Dari jumlah itu, 11.669 orang dinyatakan sembuh, 1.533 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi. Dan sebanyak 741 orang dinyatakan meninggal dunia. Tiap hari, belasan hingga lebih dari 20 warga Jepara meninggal dunia karena COVID-19.
Saat ini Jepara berstatus zona merah COVID-19. Pekan lalu, bahkan Jepara menempati urutan pertama kasus COVID-19 di Provinsi Jateng. Jepara menyalip Kabupaten Kudus yang sebelumnya menjadi perhatian nasional karena sempat menjadi satu-satunya daerah di Pulau Jawa yang masuk kategori zona merah COVID-19. (Pon)
Baca Juga:
Total 52.350 Anak di Jabar Terjangkit COVID-19, 132 Nakes Meninggal Dunia