Merahputih.com - Ketegangan luar biasa menyelimuti persiapan puncak Piala Dunia 2026, Argentina vs Spanyol . Laga ini tidak hanya menyajikan adu taktik lapangan hijau, melainkan juga pertarungan batin melawan mitos serta takhayul.
Berbanding terbalik dengan kemegahan laga final, atmosfer lesu justru menyelimuti laga perebutan tempat ketiga antara Inggris dan Prancis.
Baca juga:
Jadwal Piala Dunia 2026: Prancis vs Inggris Perebutan Juara 3, Spanyol vs Argentina di Final
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, secara terbuka melayangkan kritik tajam terhadap urgensi laga perebutan tempat ketiga. Mantan pelatih Bayern Munich menilai pertandingan perebutan tempat ketiga merupakan laga tidak diinginkan oleh tim mana pun.
Tidak ada satu pun pemain kami dan tidak ada satu pun pemain Prancis ingin memainkan pertandingan ini,
ujar Thomas Tuchel.
Ketakutan Mitos Pembawa Sial Kepala Negara
Nuansa mistis menyelimuti persiapan kubu Argentina menjelang laga krusial menghadapi Spanyol di Stadion New Jersey. Presiden Argentina, Javier Milei, memutuskan batal terbang ke Amerika Serikat guna menyaksikan perjuangan skuad asuhan Lionel Scaloni secara langsung.
Padahal, Presiden Amerika Serikat Donald Trump beserta Presiden FIFA Gianni Infantino telah menjadwalkan pertemuan VIP bersama sang presiden di stadion.

Keputusan tersebut bersumber dari kepercayaan lokal bernama cábalas, yakni ritual penolak bala demi menjamin kemenangan tim nasional. Presiden Javier Milei memilih menetap di kediaman resmi kepresidenan demi menghindari tuduhan pembawa sial bagi tim nasional.
“Sama sekali tidak (pergi ke New Jersey). Saya akan terus menonton semua pertandingan dari Olivos,” tutur Javier Milei saat berbicara kepada stasiun radio lokal Buenos Aires, El Observador.
Masyarakat Argentina memiliki trauma mendalam terhadap kehadiran presiden di stadion sejak perhelatan Piala Dunia 1990.
Saat itu, kehadiran Presiden Carlos Menem secara langsung di stadion berakhir dengan kekalahan memalukan Argentina dari Kamerun pada laga pembuka.
Sejak peristiwa tersebut, Carlos Menem mendapat label mufa alias sosok pembawa sial bagi tim nasional.
Deretan Fakta Unik dan Ritual Gila Sepak Bola
Fanatisme sepak bola di kawasan Amerika Latin kerap melahirkan kebiasaan unik luar nalar selama turnamen berlangsung.
Kepercayaan publik terhadap ritual penentu kemenangan kerap mempengaruhi tindakan keseharian para pendukung, termasuk kepala negara.

Data menarik mengenai ritual unik dan situasi jelang laga pamungkas Piala Dunia 2026:
-
Ritual Jaket Presiden Milei: Mengenakan jaket perusahaan minyak tanpa menyalakan pemanas ruangan demi menjaga keberuntungan skor Argentina.
-
Mitos Mufa Sejarah: Absensi total presiden aktif Argentina di stadion sejak kekalahan memalukan era Carlos Menem tahun 1990.
-
Ritual Pembekuan Nama: Kebiasaan suporter Argentina menuliskan nama pemain lawan di kertas lalu memasukkannya ke mesin pendingin.
-
Pantangan Cuci Jersi: Komitmen para pendukung ekstrem untuk tidak mencuci pakaian keberuntungan sepanjang turnamen berlangsung.
-
Target Perpisahan Deschamps: Kontras dengan taktik pasrah Tuchel, Didier Deschamps menargetkan kemenangan pada laga terakhir bersama Prancis.
Didier Deschamps memang mengusung motivasi berbeda untuk laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris hari Sabtu nanti.
Mengingat laga ini merupakan laga perpisahan dari kursi kepelatihan Les Bleus, sang pelatih menolak menyerah begitu saja.
“Ada tempat ketiga harus diperjuangkan, jadi kami akan melakukan semua hal untuk mendapatkannya,” tegas Didier Deschamps.

