Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kasus Anak Terpapar COVID-19 Meningkat, DPR Dorong Alokasi Anggaran Khusus

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Juli 2021
Kasus Anak Terpapar COVID-19 Meningkat, DPR Dorong Alokasi Anggaran Khusus

Vaksinasi COVID-19. (Foto:MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kasus anak-anak di daerah yang terpapar virus COVID-19 kian mengkhawatirkan. Anggota Komisi VIII DPR Abdul Wachid mendorong pemerintah menjadikan kasus anak ini sebagai skala prioritas dalam penanganan COViD-19.

Menurut Abdul Wachid jumlah kasus COVID-19 pada anak-anak cenderung melonjak. Ketua DPD Partai Gerindra Jateng ini mencontohkan di Jepara yang hingga kini tercatat sekitar 600 anak usia 0 - 18 tahun yang terpapar COVID-19.

Berdasarkam data Satgas COVID-19 Kabupaten Jepara, dalam sepekan terakhir, Selasa - Selasa (22 - 29/6) malam, tercatat ada 90 anak yang dinyatakan positif COVID-19. Atau jika dihitung, tiap hari ada tambahan kasus positif sekitar 10 anak.

Baca Juga:

Hari Bhayangkara, Jokowi Berpesan Serius Tangani COVID-19 hingga Jangan Gaptek

Kecenderungan serupa juga terjadi di kabupaten tetangga atau daerah lain. Bahkan data nasional saat ini menunjukkan proporsi kasus konfirmasi positif COVID-19 pada anak usia 0 - 18 tahun mencapai 12,5 persen. Artinya 1 dari 8 kasus terkonfirmasi positif adalah anak.

Abdul Wachid akan mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, BNPB serta Kementerian Sosial yang merupakan mitra kerja Komisi VIII untuk memberikan perhatian khusus penanganan COVID-19 pada anak-anak. Anggaran yang khusus untuk penanganan anak-anak yang terpapar COVID-19 didorong juga memadai.

"Karena mereka itu masa depan bangsa. Harus ada perhatian khusus mulai dari antisipasi hingga penanganan di lapangan," kata Abdul Wachid dalam keterangannya, Kamis, (1/7).

Abdul Wachid juga menyoroti, kasus COVID-19 di Jawa Tengah yang dalam beberapa hari belakangan menunjukkan lonjakan yang signifikan. Sebab saat ini tercatat ada 25 kabupaten/kota di Jateng yang masuk zona merah. Padahal beberapa pekan lalu, hanya sekitar 7 daerah yang tergolong zona merah.

Anak buah Prabowo Subianto menginstruksikan anggota DPRD Jateng asal Fraksi Gerindra serius mengawasi kinerja Gubernur Ganjar Pranowo dan Satgas COVID-19 Jateng seiring lonjakan kasus ini.

"Pak Ganjar mau lockdown 7000 RT itu tepat atau tidak? Saya instruksikan anggota DPRD Gerindra agar mengevaluasi kebijakan gubernur karena faktanya kasus COVID-19 di Jateng bukannya turun malah terus naik," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Abdul Wachid berpesan kepada lima kades penerima bantuan ambulans agar memaksimalkan fungsi kendaraan tersebut. Mulai dari membantu kelancaran transportasi warga meninggal hingga penanganan anak-anak yang terpapar COVID-19.

Anggota DPR Abdul Wachid. (Foto: dpr.go.id)
Anggota DPR Abdul Wachid. (Foto: dpr.go.id)

"Saat ini orang meninggal karena COVID-19 banyak, maka ambulans ini harus bisa beroperasi 24 jam. Dan yang terpenting jangan bebani warga dengan berbagai biaya. Untuk operasional bisa dianggarkan dari dana desa," harapnya.

Berdasar data per Selasa (29/6) malam, jumlah warga Jepara yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 13.943 orang. Dari jumlah itu, 11.669 orang dinyatakan sembuh, 1.533 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi. Dan sebanyak 741 orang dinyatakan meninggal dunia. Tiap hari, belasan hingga lebih dari 20 warga Jepara meninggal dunia karena COVID-19.

Saat ini Jepara berstatus zona merah COVID-19. Pekan lalu, bahkan Jepara menempati urutan pertama kasus COVID-19 di Provinsi Jateng. Jepara menyalip Kabupaten Kudus yang sebelumnya menjadi perhatian nasional karena sempat menjadi satu-satunya daerah di Pulau Jawa yang masuk kategori zona merah COVID-19. (Pon)

Baca Juga:

Total 52.350 Anak di Jabar Terjangkit COVID-19, 132 Nakes Meninggal Dunia

#COVID-19 #Kasus Covid #PPKM Darurat #PPKM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Indonesia
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Ani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Indonesia
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
KPK meminta bantuan BRI untuk memberikan informasi mengenai fasilitas kredit
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Juni 2025
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
Bagikan