Kapolri: Warga Myanmar Menentang Pembantaian Etnis Rohingya
Jumat, 08 September 2017 -
MerahPutih.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan masih ada warga Myanmar yang berempati terhadap etnis muslim Rohingya. Mereka tidak mendukung pembunuhan massal terhadap etnis tersebut.
"Sebenarnya masih ada masyarakat Myanmar yang solider dengan keluarga muslim di Rohingya," kata Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, usai menjadi pembicara pembuka di acara "International Conference on Contemporary Social and Political Science Affair" (ICoCSPA) dengan tema "Pembangunan dan Keamanan dalam Masyarakat Berisiko" yang digelar FISIP Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, Kamis (7/9) kemarin.
Dia mengatakan, hal itu didasarkan dari sebuah penelitian yang dilakukan di Myanmar dengan menggunakann sebuah aplikasi. Aplikasi itu, kata dia, bisa menyaring berbagai opini berkembang di masyarakat Myanmar.
"Dari hasil penelitian itu, terlihat konflik Rohingya di mata masyarakat Myanmar dipicu adanya upaya legitimasi pemerintahan. Sehingga tidak benar bila menyimpulkan konflik Rohingya berasal dari pertentangan agama," ujarnya.
Tito menambahkan, pemerintah Indonesia turut serta dalam upaya menyelesaikan polemik di Negeri Tanah Emas itu. Di antaranya, dengan menginstruksikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menemui Menteri Luar Negeri Myanmar Daw Aung San Suu Kyi.
"Juga disambut langsung oleh pimpinan militer di sana. Diharapkan upaya diplomasi ini membuahkan hasil yang baik bagi semua pihak, terutama masyarakat Rohingya yang menjadi korban," tuturnya. (*)
Sumber: ANTARA