23 Prajurit Marinir Tertimbun Longsor di Cisarua Saat Latihan, Baru 4 Jasad Ditemukan
Ilustrasi (dok Puspen TNI)
Merahputih.com - Kabar duka menyelimuti TNI AL. Sebanyak 23 personel Marinir TNI AL menjadi korban bencana tanah longsor dahsyat di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
"Terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor. Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia dan yang lainnya belum ditemukan," ungkap Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/1).
Latihan Persiapan Tugas Papua Berujung Tragedi
Peristiwa memilukan ini terjadi saat para prajurit Korps Baret Ungu tersebut tengah menggelar latihan intensif di lapangan. Latihan ini sejatinya merupakan bagian dari persiapan penugasan penting untuk pengamanan wilayah perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini.
Baca juga:
65 Warga Cisarua Bandung Diduga Masih Tertimbun Tanah Longsor, 25 Jenazah Sudah Ditemukan
Nahas, cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur lokasi selama dua hari berturut-turut memicu pergerakan tanah skala besar. Longsor tersebut tidak hanya menerjang area latihan TNI AL, tetapi juga menyapu satu desa di wilayah tersebut.
“Mungkin itu yang mengakibatkan terjadinya longsor, dan itu menimpa penduduk satu desa dan kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana,” jelas Ali.
Pengerahan Drone dan Alat Berat untuk Evakuasi
Saat ini, TNI AL bersama tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, dan Polri terus berupaya memacu waktu untuk menemukan 19 prajurit yang masih hilang.
Baca juga:
DVI Polda Jabar Terima 16 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua Bandung
Laksamana Ali menegaskan bahwa jajarannya telah mengirimkan dukungan penuh berupa alat berat dan teknologi drone untuk memetakan serta mempercepat proses pencarian di medan yang sulit.
Seiring dengan eskalasi bencana ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana. Melalui Surat Keputusan Nomor 100.3.3.2/Kep.25-BPBD/2026, status darurat ini diberlakukan mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026 guna memastikan penanganan dampak bencana berjalan optimal.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Kesulitan Akses Alat Berat, Masih Ada Puluhan Korban Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung
23 Prajurit Marinir Tertimbun Longsor di Cisarua Saat Latihan, Baru 4 Jasad Ditemukan
65 Warga Cisarua Bandung Diduga Masih Tertimbun Tanah Longsor, 25 Jenazah Sudah Ditemukan
DVI Polda Jabar Terima 16 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua Bandung
Update Bencana Longsor Cisarua Bandung Barat: 6 Korban Tewas Berhasil Diidentifikasi
Longsor Bandung Barat: 82 Orang Masih Dicari, Gubernur Jabar Putuskan Relokasi Warga
Hampir Semua Rumah 2 Kampung Tertimbun Longsor Cisarua: 8 Jasad Ditemukan 82 Orang Hilang
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
[HOAKS atau FAKTA] : TNI Kini Bisa Audit Penggunaan Dana Desa karena Sering Digunakan Kades untuk Memperkaya Diri
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun