Psikolog UI Ingatkan Bahaya Tanya Detail Kematian ke Orang Berduka, Jangan Jadi 'Detektif' Dadakan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - 2 jam, 5 menit lalu
Psikolog UI Ingatkan Bahaya Tanya Detail Kematian ke Orang Berduka, Jangan Jadi 'Detektif' Dadakan

Ilustrasi (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Menghadapi orang yang tengah kehilangan anggota keluarga memerlukan empati tinggi, bukan sekadar rasa penasaran. Psikolog Klinis lulusan Universitas Indonesia, Ratriana Naila Syafira, M.Psi., mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam berucap saat melayat demi menjaga kesehatan mental pihak yang berduka.

“Jangan langsung menanyakan detail kematian seperti kapan meninggal, sakit apa, kok bisa, dan terakhir ketemu kapan,” ujar Ratriana, Senin (26/1).

Bahaya Menjadi Detektif di Tengah Kesedihan

Menurut Ratriana, pertanyaan yang bersifat menginterogasi hanya akan memaksa orang yang berduka mengulang momen traumatis secara berulang-ulang.

Baca juga:

Penyebab Kematian Lula Lahfah Belum Terungkap, Polisi Telusuri Rekaman CCTV

Ratriana menyarankan agar pertanyaan tersebut hanya diajukan jika pihak keluarga sudah memulai cerita terlebih dahulu. Jika dipaksakan, ada risiko besar keluarga belum siap secara emosional.

Selain itu, ia menyoroti kalimat yang bernada menyalahkan, seperti mempertanyakan alasan terlambat membawa ke rumah sakit.

"Pertanyaan seperti ini meskipun tidak bermaksud menyalahkan, sering membuat orang yang berduka merasa bersalah dan jadi mempertanyakan dirinya sendiri,” tegas psikolog yang kini berpraktik di Biro Psikologi Rali Ra, Bekasi tersebut.

Ruang untuk Rapuh: Stop Kalimat 'Kamu Harus Kuat'

Seringkali, kita melontarkan kalimat penyemangat yang justru menjadi beban bagi penerimanya. Ratriana menjelaskan bahwa meminta seseorang untuk selalu tabah dan kuat justru menutup ruang bagi mereka untuk memproses emosi negatif.

Baca juga:

Penyebab Kematian Lula Lahfah Masih Misteri, Polisi Tunggu Hasil Visum dan Lab Forensik

Jika emosi ini terpendam dan tidak diproses dengan baik, dampak negatif jangka panjang akan mengancam kesehatan mental mereka.

Hal lain yang menjadi catatan penting adalah kebiasaan 'adu nasib' atau membandingkan pengalaman duka. Ratriana mengingatkan bahwa setiap individu memiliki mekanisme sendiri dalam memproses kehilangan.

Membandingkan kesedihan hanya akan membuat orang yang ditinggalkan merasa diabaikan dan tidak dipahami. Dukungan terbaik bukanlah kata-kata bijak yang menggurui, melainkan kehadiran yang tenang dan tidak menghakimi.

"Ini bisa membuat yang berduka merasa tidak punya ruang untuk rapuh, dan merasakan berbagai emosinya. Jika emosi tidak diproses dengan baik, dalam jangka panjang justru malah semakin banyak dampak negatifnya," ucap Ratriana.

#Meninggal Dunia #Psikolog #Fenomena Psikologis
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Psikolog UI Ingatkan Bahaya Tanya Detail Kematian ke Orang Berduka, Jangan Jadi 'Detektif' Dadakan
Menurut Ratriana, pertanyaan yang bersifat menginterogasi hanya akan memaksa orang yang berduka mengulang momen traumatis secara berulang-ulang
Angga Yudha Pratama - 2 jam, 5 menit lalu
Psikolog UI Ingatkan Bahaya Tanya Detail Kematian ke Orang Berduka, Jangan Jadi 'Detektif' Dadakan
Indonesia
Dunia Musik Indonesia Berduka, Vokalis Element Lucky Widja Tutup Usia karena Sakit
Vokalis Element, Lucky Widja, meninggal dunia di usia 49 tahun. Ia meninggal pada Minggu (25/1) di Rumah Sakit Halim.
Soffi Amira - Senin, 26 Januari 2026
Dunia Musik Indonesia Berduka, Vokalis Element Lucky Widja Tutup Usia karena Sakit
Indonesia
Polisi Ungkap Kronologi Lula Lahfah Ditemukan Meninggal di Apartemen, Sempat Berobat Ditemani Asisten
Polisi mengungkap kronologi Lula Lahfah ditemukan meninggal di apartemen, Jumat (23/1). Ia sempat berobat sehari sebelumnya.
Soffi Amira - Minggu, 25 Januari 2026
Polisi Ungkap Kronologi Lula Lahfah Ditemukan Meninggal di Apartemen, Sempat Berobat Ditemani Asisten
Indonesia
Polri Turunkan 1.105 Personel ke Lokasi Bencana Sumatra, Percepat Identifikasi Korban Meninggal Dunia
Polri menurunkan 1.105 personel ke lokasi bencana Sumatra. Hal itu dilakukan untuk mempercepat proses identifikasi korban meninggal dunia.
Soffi Amira - Jumat, 02 Januari 2026
Polri Turunkan 1.105 Personel ke Lokasi Bencana Sumatra, Percepat Identifikasi Korban Meninggal Dunia
Indonesia
Korban Meninggal Dunia Banjir Sumatra Tembus 1.016 Orang, 158 Ribu Rumah Rusak Parah
Korban meninggal dunia akibat banjir Sumatera kini mencapai 1.016 orang. Lalu, sebanyak 158 ribu rumah rusak parah.
Soffi Amira - Minggu, 14 Desember 2025
Korban Meninggal Dunia Banjir Sumatra Tembus 1.016 Orang, 158 Ribu Rumah Rusak Parah
Indonesia
Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Pulau Untung Jawa, Polisi Lakukan Penyelidikan
Jasad pria tanpa identitas ditemukan mengapung di perairan Pulau Untung Jawa, Kamis (4/12). Polisi kini sedang menyelidiki temuan tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 05 Desember 2025
Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Pulau Untung Jawa, Polisi Lakukan Penyelidikan
Indonesia
Update Bencana Aceh: Korban Meninggal Dunia Bertambah Jadi 326 Orang, 167 Masih Hilang
Korban meninggal dunia akibat bencana Aceh kini bertambah jadi 326 orang. Lalu, 167 orang lainnya dinyatakan masih hilang.
Soffi Amira - Jumat, 05 Desember 2025
Update Bencana Aceh: Korban Meninggal Dunia Bertambah Jadi 326 Orang, 167 Masih Hilang
Lifestyle
28 November Memperingati Hari Apa? Ini Daftar Peringatan Nasional dan Dunia
Cari tahu 28 November memperingati hari apa. Mulai dari Hari Menanam Pohon Indonesia hingga berbagai peristiwa sejarah dunia. Lengkap dan terbaru
ImanK - Kamis, 27 November 2025
28 November Memperingati Hari Apa? Ini Daftar Peringatan Nasional dan Dunia
Indonesia
Hai Remaja! Ini Kata Psikolog Pentingnya Kendalikan Emosi Buat Masa Depan
Bila dirasa membutuhkan bantuan terkait apa yang dirasakan atau persoalan yang dialami bisa meminta bantuan kepada orang tua
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 November 2025
Hai Remaja! Ini Kata Psikolog Pentingnya Kendalikan Emosi Buat Masa Depan
Indonesia
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Meninggal Dunia, ini Profil dan Perjalanan Kariernya
Mantan Ketua KPK, Antasari Azhar, meninggal dunia pada Sabtu (8/11). Berikut ini adalah profil dan perjalanan kariernya.
Soffi Amira - Sabtu, 08 November 2025
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Meninggal Dunia, ini Profil dan Perjalanan Kariernya
Bagikan