MerahPutih.com - Lokasi kecelakaan maut kereta di Stasiun Bekasi Timur terasa berbeda pada Senin (4/5).
Di lantai dua, sepanjang kaca dekat akses masuk sebelum mesin tap, bunga-bunga mulai berjejer.
Datang satu per satu, dibawa oleh orang-orang yang mungkin tidak saling mengenal, tetapi merasakan hal yang sama.
Tidak ada yang memberi instruksi. Tidak ada yang mengatur. Namun, ruang itu perlahan berubah menjadi tempat untuk berhenti sejenak, menundukkan kepala, dan mengirimkan doa.
Sebagian datang hanya untuk meletakkan bunga, kemudian diam cukup lama. Sebagian menuliskan pesan singkat, seolah berbicara langsung kepada mereka yang dikenang.
Baca juga:
81 Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur yang Dirawat di RS Kembali ke Rumah
Beberapa bunga juga menyertakan foto para korban. Sebanyak 16 perempuan yang menjadi korban kecelakaan itu setiap hari berangkat bekerja, berpindah dari satu kota ke kota lain, mengejar harapan, dan menjadi bagian penting bagi keluarganya.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan, bahwa apa yang terlihat di Bekasi Timur menjadi gambaran kuat tentang hubungan yang terbangun di antara para pengguna KRL.
“Kami melihat bagaimana pelanggan hadir dengan ketulusan, membawa doa, dan saling menguatkan. Meskipun tidak saling mengenal, ada rasa kebersamaan yang tumbuh dari perjalanan yang dijalani setiap hari,” ujar Anne di lokasi, Senin (4/5).
Anne juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah menunjukkan empati.
Baca juga:
“Terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Di tengah situasi ini, kita merasakan bahwa perjalanan bersama juga menghadirkan rasa saling menjaga. Semangat ini menjadi penguat bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang lebih baik,” tambahnya.
Bunga-bunga masih terus bertambah. Orang-orang datang dan pergi, tetapi meninggalkan hal yang sama: doa yang dipanjatkan pelan, rasa hormat yang tulus, serta kenangan yang tak ikut pergi.
Sebelumnya, peristiwa tragis melibatkan taksi online, KRL, dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Peristiwa kelam itu menelan korban jiwa dan luka-luka.
Total korban mencapai 106 orang. Lalu, sebanyak 90 orang mengalami luka-luka.
Rinciannya, 44 orang telah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih menjalani perawatan. Sementara itu, 16 penumpang lainnya meninggal dunia. (knu)