MERAHPUTIH.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat layanan Kereta Petani dan Pedagang semakin banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana mengangkut hasil pertanian maupun barang dagangan. Hingga akhir Juli 2026, total pengguna layanan tersebut telah mencapai 35.843 pelanggan.
Vice President of Corporate Communication of PT KAI Anne Purba menjelaskan jumlah tersebut merupakan akumulasi 35.661 pelanggan di lintas Rangkasbitung–Merak sejak layanan diluncurkan pada 1 Desember 2025 hingga 29 Juli 2026. Sementara itu, sebanyak 182 pelanggan tercatat menggunakan layanan serupa di KA Cikuray relasi Garut–Pasarsenen sejak 11 Juni hingga 26 Juli 2026.
Sepanjang periode Januari hingga 29 Juli 2026 saja, Kereta Petani dan Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak telah melayani 31.546 pelanggan.
Menurut Anne, layanan ini dirancang untuk memudahkan masyarakat, khususnya petani dan pedagang kecil, dalam membawa hasil panen, bahan pangan, produk UMKM, hingga barang dagangan menuju pasar atau pusat aktivitas ekonomi.
Baca juga:
Belum Setahun, Kereta Petani Pedagang Lintas Rangkasbitung–Merak Layani 26.074 Penumpang
“Kereta ini menjadi salah satu sarana yang membantu mereka mengangkut hasil usaha dengan lebih mudah,” ujar Anne kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (1/7).
Tarif Layanan Ringan
KAI menetapkan tarif yang terjangkau agar layanan tersebut dapat diakses lebih luas. Untuk lintas Rangkasbitung–Merak, penumpang cukup membayar Rp 3.000 sekali jalan.
Sementara itu, tarif KA Cikuray untuk relasi terjauh Garut–Pasarsenen dipatok sebesar Rp 45.000. Tarif tersebut dapat diterapkan berkat dukungan pemerintah melalui skema public service obligation (PSO), yang bertujuan menjaga keterjangkauan biaya transportasi bagi masyarakat.
Keberadaan PSO memberikan manfaat besar, terutama bagi petani, pedagang, pelajar, pekerja, hingga pelaku usaha mikro yang membutuhkan moda transportasi dengan biaya murah, tapi tetap aman dan memiliki jadwal perjalanan yang pasti.
Anne Purba, Vice President of Corporate Communication of PT KAI
Selain membantu menekan pengeluaran transportasi, layanan ini juga dinilai memberikan keuntungan bagi pelaku usaha karena biaya yang dihemat dapat dimanfaatkan untuk menambah modal, membeli bahan baku, maupun memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Di Banten, Kereta Petani dan Pedagang menghubungkan kawasan permukiman dengan sentra produksi dan pasar tradisional.
Sementara pada KA Cikuray, fasilitas tersebut memperluas akses bagi masyarakat dari Garut menuju berbagai daerah di Jawa Barat hingga Jakarta. KAI juga menyediakan ruang khusus bagi pelanggan yang membawa barang sesuai ketentuan sehingga perjalanan tetap tertib dan nyaman. Kepastian jadwal kereta dinilai membantu pedagang menjaga kualitas komoditas karena waktu tempuh menuju pasar lebih mudah diperkirakan.
Selain itu, penggunaan kereta api juga mengurangi kebutuhan berganti moda transportasi sehingga biaya distribusi dapat ditekan sekaligus meminimalkan risiko kerusakan barang selama perjalanan.
“KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan agar semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” kata Anne.(knu)
Baca juga:
Kereta Petani dan Pedagang Mudahkan Akses Distribusi Komoditas Lokal

