MerahPutih.com - Penggunaan transportasi kereta api terus meningkat sepanjang 2026. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 351.602.397 penumpang selama Januari-Agustus 2026.
Jumlah tersebut naik 7,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 328.311.868.
Baca juga:
Kereta Trem Rute Bandara Ngurah Rai-Canggu Bali Dibangun Tahun Depan, ini Rute yang Dilintasi
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan terjadi di berbagai layanan, mulai dari commuter, kereta jarak jauh, LRT, kereta wisata, kereta bandara hingga kereta cepat.
KAI Group terus memperkuat keterhubungan antarlayanan agar manfaat transportasi berbasis rel semakin luas,
ujar Anne di Jakarta, Jumat (4/9).
Commuter Penyumbang Terbesar
KAI Commuter menjadi penyumbang pelanggan terbesar dengan 277,27 juta pelanggan, meningkat 6,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara KA Jarak Jauh dan Lokal KAI melayani 40,38 juta pelanggan, tumbuh 8,69 persen.
Pertumbuhan signifikan juga dicatat LRT Jabodebek yang melayani 21,81 juta pelanggan, melonjak 19,05 persen. Adapun KAI Wisata mencatat pertumbuhan tertinggi secara persentase, yakni 49,09 persen, dengan 216.980 pelanggan.
Baca juga:
Lowongan Kerja KAI 2026 Lulusan SLTA Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Di luar Jawa, KA Makassar-Parepare tumbuh 13,13 persen menjadi 231.764 pelanggan. LRT Sumsel mencatat 2,96 juta pelanggan.
Sementara itu, Whoosh melayani 4,07 juta pelanggan dan KAI Bandara 4,64 juta pelanggan hingga Agustus 2026.
Sebab Terjadi Lonjakan
Baca juga:
Konsep New Gambir, Integrasi Semua Perjalanan Kereta Dari Pusat Jakarta
Anne menilai peningkatan tersebut menunjukkan kereta api semakin berperan dalam mobilitas masyarakat, baik untuk perjalanan harian, antarkota, wisata maupun akses menuju bandara.
Selain penumpang, KAI juga mengangkut 36,85 juta ton batu bara dan 8,05 juta ton angkutan nonbatu bara sepanjang Januari-Agustus 2026.
KAI menyatakan akan terus meningkatkan keselamatan, kapasitas, keandalan, serta integrasi antarmoda untuk memperluas manfaat transportasi berbasis rel bagi masyarakat dan perekonomian nasional. (Knu)