MerahPutih.com - Ketergantungan masyarakat Jabodetabek terhadap layanan Commuter Line terus menunjukkan tren peningkatan. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, layanan KRL Jabodetabek telah digunakan oleh 210,47 juta pelanggan, atau meningkat 6,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut juga mencerminkan lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika dibandingkan dengan periode Januari–Juli 2023, jumlah pelanggan bertambah hampir 50 juta perjalanan atau meningkat 30,72 persen.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Kamis (6/8), capaian tersebut menunjukkan semakin besarnya peran Commuter Line sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan.
Di balik 210 juta lebih perjalanan itu terdapat aktivitas masyarakat untuk bekerja, belajar, menjalankan usaha hingga mengakses layanan publik. Keandalan transportasi massal berperan langsung menjaga produktivitas Jabodetabek,
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
KRL Dinilai Berkontribusi Menekan Emisi Karbon
Selain menjadi moda transportasi utama masyarakat, penggunaan KRL juga dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon.
Berdasarkan Laporan Keberlanjutan KAI 2025, perjalanan Bekasi–Jakarta dengan jarak sekitar 30 kilometer menggunakan kereta api hanya menghasilkan sekitar 2,4 kilogram CO₂ per hari.
Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan perjalanan menggunakan mobil pribadi yang menghasilkan sekitar 12 kilogram CO₂ per hari, atau sekitar lima kali lebih besar.
Baca juga:
Pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek Tembus 28,96 Juta hingga Mei 2026
Jaringan Semakin Luas, Lintas Cikarang Tumbuh Pesat
KAI mencatat jaringan Commuter Line Jabodetabek kini melayani 85 stasiun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 71 stasiun pada 2015.
Perluasan jaringan tersebut semakin memperkuat konektivitas kawasan penyangga dengan pusat-pusat aktivitas ekonomi di Jakarta.
Di sisi lain, lintas Cikarang menjadi salah satu jalur dengan pertumbuhan pelanggan paling pesat. Volume pelanggan meningkat dari 55,66 juta perjalanan pada 2022 menjadi 84,53 juta perjalanan pada 2025, atau melonjak 51,86 persen dalam kurun tiga tahun.
Saat ini, lintas Cikarang menjadi penyumbang pelanggan terbesar kedua setelah lintas Bogor.
Menurut Anne, pertumbuhan tersebut menjadi dasar bagi KAI untuk terus meningkatkan kapasitas layanan melalui penambahan keandalan sarana, penguatan sistem kelistrikan dan persinyalan, hingga pengaturan perjalanan pada jam-jam sibuk agar mampu mengimbangi lonjakan permintaan masyarakat. (Knu)

