Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

KAI Daur Ulang 2.997,99 Ton Limbah, Material Kereta Pensiun Kembali Masuk Industri

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
KAI Daur Ulang 2.997,99 Ton Limbah, Material Kereta Pensiun Kembali Masuk Industri

Kereta Api Indonesia. (Foto: KAI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pengelolaan hampir 3.000 ton limbah melalui skema guna ulang dan daur ulang sepanjang 2025.

Material yang berasal dari aktivitas operasional hingga sarana kereta api yang telah memasuki masa pensiun tersebut kembali dimanfaatkan sebagai bahan baku industri.

Sepanjang 2025, volume limbah yang berhasil dikelola KAI mencapai 2.997,99 ton. Angka tersebut meningkat 36,31 persen dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 2.199,41 ton.

Pengelolaan limbah dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga untuk memastikan material yang masih memiliki nilai guna tidak berakhir sebagai limbah.

Baca juga:

Presiden Akui Ada Dilema Soal Kereta Api Cepat, Kota Cecil Tidak Terlayani Kereta Api

Material Kereta Pensiun Masuk Kembali ke Rantai Industri

Selain limbah dari aktivitas operasional, KAI juga mengelola material dari sarana perkeretaapian yang telah memasuki akhir masa pakai atau berstatus Aktiva Tetap Diberhentikan dari Operasi (ATDO).

Sarana tersebut umumnya telah beroperasi selama 20 hingga 40 tahun. Sebelum dimanfaatkan kembali, material diproses sesuai ketentuan agar dapat digunakan sebagai bagian dari rantai industri.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Kamus (6/8), material seperti besi, baja, dan logam dari sarana yang sudah tidak beroperasi masih memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan.

Penerapan ekonomi sirkular menjadi salah satu upaya agar material yang masih bernilai dapat kembali digunakan.

Melalui pengelolaan yang terukur, KAI berupaya mengurangi residu, menjaga kepatuhan lingkungan, serta mendukung ketersediaan material bagi kegiatan industri,

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.

Limbah Dikelola Sesuai Karakteristik dan Tingkat Risiko

Menurut Anne, pengelolaan limbah dilakukan berdasarkan karakteristik serta tingkat risikonya.

Limbah logam seperti potongan besi dan sisa pembubutan diserahkan kepada pihak ketiga untuk diproses kembali. Sementara itu, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) disimpan di Tempat Penyimpanan Sementara sebelum dikelola oleh mitra yang memiliki izin sesuai ketentuan.

Proses tersebut diterapkan di berbagai unit kerja KAI, mulai dari balai yasa, dipo, stasiun, kantor, hingga gudang persediaan.

Setiap unit melakukan pencatatan dan pemantauan volume limbah secara berkala sebelum melaporkannya kepada instansi terkait.

Material ATDO Dimanfaatkan Perusahaan Industri Nasional

Untuk sarana berstatus ATDO, KAI terlebih dahulu melakukan penghapusbukuan dan penjualan aset setelah memperoleh persetujuan Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan.

Penjualan dilakukan melalui mekanisme tender kepada badan usaha berbadan hukum.

Sejumlah perusahaan seperti PT Barata Indonesia, PT Pindad, dan PT Krakatau Steel memanfaatkan material berupa besi, baja, dan logam dari sarana tersebut.

Setelah melalui proses pemotongan, penimbangan, dan pemindahan, material kemudian didistribusikan kembali atau diolah menjadi produk baru.

Baca juga:

KAI Catat Lebih dari 35 Ribu Penumpang Manfaatkan Kereta Petani dan Pedagang

Anne menilai pengelolaan tersebut tidak hanya membantu mengurangi jumlah limbah, tetapi juga memperpanjang masa manfaat material yang masih memiliki nilai ekonomi.

Material besi, baja, dan logam dapat memiliki masa manfaat lebih panjang melalui proses pengolahan kembali.

“Langkah ini membantu menjaga nilai ekonomi aset, mengurangi kebutuhan terhadap material primer, serta mendukung rantai pasok industri nasional,” katanya.

Ke depan, KAI akan terus memperkuat pencatatan volume limbah, pemilahan material, evaluasi mitra pengelola, serta kepatuhan dalam proses penjualan sarana ATDO.

Upaya tersebut dilakukan agar pengelolaan limbah dan aset dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung industri nasional. (Knu)

#Kereta #PT KAI #Kereta Api
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KAI Daur Ulang 2.997,99 Ton Limbah, Material Kereta Pensiun Kembali Masuk Industri
KAI mengelola 2.997,99 ton limbah sepanjang 2025 melalui skema guna ulang dan daur ulang. Material kereta pensiun seperti besi, baja, dan logam kembali dimanfaatkan industri.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
KAI Daur Ulang 2.997,99 Ton Limbah, Material Kereta Pensiun Kembali Masuk Industri
Indonesia
Penumpang Commuter Line Tembus 210,47 Juta hingga Juli 2026, Mobilitas Jabodetabek Makin Tinggi
KRL Jabodetabek mencatat 210,47 juta pelanggan sepanjang Januari–Juli 2026, naik 6,39 persen. Lintas Cikarang menjadi salah satu jalur dengan pertumbuhan penumpang tercepat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
Penumpang Commuter Line Tembus 210,47 Juta hingga Juli 2026, Mobilitas Jabodetabek Makin Tinggi
Indonesia
Total 6 Kereta Api Terpaksa Berhenti Darurat Akibat Gempa Pangandaran
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran memaksa KAI Daop 2 Bandung menghentikan enam perjalanan kereta api.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Total 6 Kereta Api Terpaksa Berhenti Darurat Akibat Gempa Pangandaran
Indonesia
Demi Keselamatan, KA Siliwangi Terpaksa Berhenti Akibat Gempa Pangandaran
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran memaksa KAI Daop 2 Bandung menghentikan perjalanan KA Siliwangi.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Demi Keselamatan, KA Siliwangi Terpaksa Berhenti Akibat Gempa Pangandaran
Indonesia
INKA Dapat Kucuran Data USD 8,5 Juta Buat Ekspor Gerbong ke Selandia Baru
Ekspor wagon ke Selandia Baru membuktikan bahwa produk industri nasional mampu memenuhi standar internasional yang ketat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
INKA Dapat Kucuran Data USD 8,5 Juta Buat Ekspor Gerbong ke Selandia Baru
Indonesia
KAI Catat Lebih dari 35 Ribu Penumpang Manfaatkan Kereta Petani dan Pedagang
Sepanjang periode Januari hingga 29 Juli 2026 saja, Kereta Petani dan Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak telah melayani 31.546 pelanggan.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
KAI Catat Lebih dari 35 Ribu Penumpang Manfaatkan Kereta Petani dan Pedagang
Indonesia
Nusantara Explorer Hadir atas Perintah Presiden Prabowo
Nusantara Explorer jadi bagian dari upaya memperkuat pariwisata nasional melalui moda transportasi berbasis rel.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Nusantara Explorer Hadir atas Perintah Presiden Prabowo
Indonesia
Presiden Prabowo Ingin Bangun Jalur Kereta Api Lampung-Aceh hingga Trans-Kalimantan, Siap Investasi Besar-Besaran
Menurut Prabowo, kereta api merupakan instrumen sesungguhnya dalam demokratisasi ekonomi.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Presiden Prabowo Ingin Bangun Jalur Kereta Api Lampung-Aceh hingga Trans-Kalimantan, Siap Investasi Besar-Besaran
Indonesia
Revitalisasi Tuntas, Stasiun Semarang Tawang Tampung Mobilitas 2,1 Juta Penumpang Semester I 2026
Revitalisasi berlangsung 330 hari dengan mengembalikan sejumlah elemen bangunan berdasarkan dokumentasi historis.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Revitalisasi Tuntas, Stasiun Semarang Tawang Tampung Mobilitas 2,1 Juta Penumpang Semester I 2026
Indonesia
Intip Kereta Nusantara Explorer Yang Pertama Kali Digunakan Presiden Prabowo
adwal operasional komersial, rute perjalanan, tarif, serta komposisi akhir kereta akan diumumkan setelah seluruh aspek operasional dan keselamatan dinyatakan siap.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
Intip Kereta Nusantara Explorer Yang Pertama Kali Digunakan Presiden Prabowo
Bagikan