Wassidik Kurang Taji, DPR RI Cemas Penyidik di Daerah Asal Tebak Penetapan Tersangka
Ilustrasi. (foto: Humas Polri)
Merahputih.com - Polri didesak untuk segera melakukan pembenahan serius pada fungsi pengawasan internal. Penguatan Biro Pengawasan Penyidikan (Wassidik) dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dinilai menjadi kunci utama agar reformasi kultural di tubuh korps bhayangkara bukan sekadar slogan.
Anggota Komisi III DPR RI, I Wayan Sudirta, memberikan catatan kritis terhadap dokumen Akselerasi Transformasi Polri yang terbit Desember 2025 lalu. Tanpa penguatan fungsi kontrol, penegakan hukum di Indonesia berisiko kehilangan arah dan akuntabilitas.
“Penting sekali ada program Pak Kapolri dan jajarannya ini memperkuat Wassidik, memberikan wibawa, memberikan kewenangan, agar penyidikan itu berjalan benar-benar baik kalau tidak sempurna. Harus diperkuat!” tegas Wayan dalam Rapat Kerja bersama Kapolri di Gedung Nusantara II, Senin (26/1).
Baca juga:
Kapolri Sigit Tolak Ditawari Posisi Menteri Mending Jadi Petani
Wibawa Wassidik Melempem di Daerah
Politisi PDI-Perjuangan ini menyoroti fenomena keraguan penyidik di tingkat daerah dalam mengambil keputusan hukum yang krusial.
Ia menilai, posisi Wassidik saat ini belum cukup kuat untuk membentengi para penyidik dari intervensi maupun hambatan birokrasi yang berbelit.
“Jangan ada nanti penyidik yang di daerah-daerah tidak mendengar arahan Wassidik, tapi mau menetapkan tersangka tidak berani. Itu artinya wibawa Wassidik dari daerah sampai ke pusat perlu ditingkatkan,” ujar legislator asal Bali tersebut dengan nada lugas.
Baca juga:
Layanan 110 Dipercepat, Kapolri Ungkap Standar Respons ala PBB
Desak SOP dan Seleksi Personel Ketat
Wayan memperingatkan bahwa visi transformasi yang disusun Kapolri bisa menjadi macan kertas jika tidak dibarengi dengan instrumen teknis yang nyata. Ia menuntut adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas serta pembinaan personel yang lebih selektif untuk mengisi pos-pos pengawasan.
“Kalau konsep ini tidak dibuatkan SOP, tidak ada pembinaan yang baik, tidak ada seleksi yang ketat tentang personel Wassidik, apa yang Bapak tulis jangan-jangan tidak maksimal bahkan bisa meleset,” pungkasnya.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
2 Bhabinkamtibmas Meninggal Saat Hendak Menolong Korban Longsor Cisarua, Kapolri Berduka
Kapolri Sigit Tolak Polri di Bawah Kementerian, Nanti Ada 2 Matahari Kembar
DPR RI Kejar Kodifikasi UU Pendidikan Agar Guru Honorer Tak Lagi Terpaksa Jadi Ojol
Panggil Kapolri, DPR Pertanyakan soal Kebebasan Berekspresi di Indonesia
Kapolri Tegaskan Polri di Bawah Presiden Merupakan Mandat Reformasi 1998
Wassidik Kurang Taji, DPR RI Cemas Penyidik di Daerah Asal Tebak Penetapan Tersangka
Kapolri Sigit Tolak Ditawari Posisi Menteri Mending Jadi Petani
Kapolri Listyo Ogah Jabat Menteri Kepolisian, Jika Polisi Tidak Lagi Langsung di Bawah Presiden
Layanan 110 Dipercepat, Kapolri Ungkap Standar Respons ala PBB
Legislator PKB: Gaji Guru Honorer Tak Manusiawi, Negara Lakukan Pelanggaran HAM