Kapolri: Demokrasi Indonesia Mengarah ke Liberal
Senin, 14 Agustus 2017 -
MerahPutih.com - Demokratisasi di Indonesia terus berkembang pascareformasi 1998. Namun, demokrasi saat ini mengarah ke demokrasi liberal ala Barat
Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menyayangkan kondisi yang terjadi saat ini. Jenderal bintang empat itu menilai demokrasi saat ini sudah kebablasan.
Hal tersebut disampaikan Tito dalam Simposium Nasional bertajuk "Bangkit Bergerak, Pemuda Indonesia Majukan Bangsa," yang digelar Taruna Merah Putih di Balai Kartini, Jakarta, Senin (14/8).
Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan demokrasi di Indonesia mengarah ke liberal. Salah satunya, kata Tito, kebebasan berekspresi di depan umum yang terlalu luas.
"Sistem demokrasi saat ini sudah mengarah ke liberal. Kebebasan berekspresi di muka umum, dibuka terlalu luas, terlalu lebar," ujar Tito dalam pidatonya di hadapan seluruh ketua organisasi pemuda yang hadir dalam simposium nasional tersebut.
Tito menuturkan, kebebasan yang terlalu luas tersebut berbahaya di tengah kondisi ekonomi masyarakat kelas bawah yang dominan. Pasalnya, demokrasi bisa dianggap boleh berbuat semuanya.
"Di masyarakat yang sistemnya piramida, low class masih mendominasi, ini yang berbahaya. Karena demokrasi akan diterjemahkan boleh berbuat apa saja, semau-maunya," tandas mantan Kapolda Metro Jaya itu.
Tito khawatir, jika kondisi demikian terus berlanjut maka ke depan tak menutup kemungkinan bakal terjadi konflik dikarenakan ketidakpuasan masyarakat kelas bawah.
"Kemudian, situasi ini akan terus menimbulkan ketidakpuasan kelas bawah, yang instan dan cepat perubahan kesejahteraan. Jadi siapapun pemimpinnya, tetap akan dituntut dan menyalahkan pemimpinnya," pungkas Tito. (Pon)
Baca juga berita terkait lainnya di: Wakil Ketua Komite I DPD RI: Aksi 25 November Jangan Sampai Nodai Demo Damai 411