Viral Dituduh Jual Es Gabus dari Spons, Polisi Pastikan Dagangan Suderajat Aman

Soffi AmiraSoffi Amira - 1 jam, 44 menit lalu
Viral Dituduh Jual Es Gabus dari Spons, Polisi Pastikan Dagangan Suderajat Aman

Penjual es gabus, Suderajat, dapat bantuan motor dari Polres Depok. Foto: Dok. Humas Polres Depok

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seorang penjual es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, Suderajat (49), dituduh menjual es berbahan spons viral di media sosial.

Saat itu, oknum Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Ikhwan Mulyadi bersama oknum TNI bernama Heri, membakar es itu di tangannya.

Namun saat dibakar, es kue tersebut terlihat meleleh. Suderajat mengaku, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (24/1).

Awalnya, Suderajat mengaku dihampiri oleh sekitar lima orang. Sekelompok orang tersebut mempertanyakan asal usul dan bahan es kue yang dijual.

Suderajat menjelaskan, bahwa es tersebut bukan berbahan spons atau kapas, melainkan es asli yang dipasok dari pabrik di Depok.

Baca juga:

Menkeu Purbaya Minta Bantuan Menko Polkam, TNI-Polisi Disuruh Lawan Beking

Suderajat Sudah Berjualan Es Gabus selama 30 Tahun

Ia pun mengaku sudah berjualan es kue selama 30 tahun. Namun, setelah penjelasan diberikan, sejumlah orang tersebut justru meremas dagangannya hingga hancur.

Suderajat juga mengaku mengalami pemukulan dan ditendang. Akibat kejadian tersebut, dagangan es gabus yang dibawanya sebanyak 150 buah menjadi rusak dan tidak bisa dijual.

Suderajat mengaku, dirinya belum kembali berjualan selama tiga hari karena masih merasa trauma dan khawatir kejadian serupa terulang.

Polisi pun mengungkap hasil laboratorium forensik dari kandungan es kue tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra memastikan, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan coklat meses dipastikan aman dan layak dikonsumsi. Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya.

"Namun untuk menjamin ketenangan publik dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah, kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk hasil resmi masih menunggu proses uji,” ujar Robby.

Baca juga:

BPOM Apresiasi SPPG Polri, Makanan Anak Diuji Layaknya Hidangan VIP

Ia menuturkan, penyidik dari Krimsus juga melakukan penelusuran ke tempat pembuatan es yang berlokasi di Depok. Roby memastikan, tidak ada penggunaan spons pada es tersebut seperti yang dinarasikan di media sosial.

Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang menuduh Suderajat pun akhirnya meminta maaf. Permohonan maaf itu disampaikan secara terbuka pada Selasa (27/1).

Ikhwan menyampaikan, tindakannya terhadap penjual es itu merupakan bentuk respons cepat atas laporan masyarakat.

"Kami ingin menjelaskan bahwa tindakan awal kami merupakan bentuk respon cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir adanya dugaan makanan berbahaya beredar di lingkungan mereka," ujar Ikhwan, Selasa (27/1/2026).

Ikhwan mengaku, tindakannya itu keliru lantaran telah menuding produk Suderajat memakai bahan spons. Padahal, kata dia, saat itu belum ada laporan hasil uji bahan dari Dinas Kesehatan, Dokpol Polda Metro Jaya maupun uji Labfor Polri.

"Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Sudrajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau," ucap dia.

Baca juga:

DPR Sentil Kapolri: Jangan Suruh Anggota Humanis Kalau Perut Masih Lapar, Kesejahteraan Polisi Harga Mati

Suderajat Dapat Motor dan Modal Usaha dari Polres Metro Depok

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel Inf Donny Pramono berharap, polemik ini tidak berlarut setelah mereka berupaya menemui Suderajat.

“Diharapkan tidak ada tuntutan atau konflik berkepanjangan yang timbul setelah pertemuan tersebut,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen Donny Pramono, dalam keterangannya.

Sudrajat pun menerima motor dan modal usaha dari Polres Metro Depok usai viral karena dituduh dagangannya menggunakan spons.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung di kediaman Suderajat di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa (27/1) sore.

Tuduhan itu sempat viral di media sosial sebelum hasil pemeriksaan laboratorium memastikan, bahwa es gabus yang dijual Suderajat aman dikonsumsi.

Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras menegaskan, Suderajat dapat kembali berjualan dengan aman.

“Enggak (digebuk), kan sudah ada dijamin. (Tenang), kan enggak ada racunnya,” jelas Abdul Waras. (knu)

#Pedagang #Polresta Depok #Bantuan Sosial #Viral Di Medsos
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Viral Dituduh Jual Es Gabus dari Spons, Polisi Pastikan Dagangan Suderajat Aman
Penjual es gabus di Kemayoran, Suderajat, viral setelah dituduh menjual es berbahan spons. Ia pun diberi bantuan berupa motor dan modal usaha.
Soffi Amira - 1 jam, 44 menit lalu
Viral Dituduh Jual Es Gabus dari Spons, Polisi Pastikan Dagangan Suderajat Aman
Indonesia
Abu Rokok Kena Orang, Disiram Air Malah Ngamuk: Pasutri di Palmerah Lupa Pakai Helm Tapi Ingat Cara Memaki dan Memukul
Ketegangan bermula saat seorang pengguna jalan lain merekam aksi pasutri tersebut dan mencoba mengingatkan agar tidak merokok saat berkendara
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Januari 2026
Abu Rokok Kena Orang, Disiram Air Malah Ngamuk: Pasutri di Palmerah Lupa Pakai Helm Tapi Ingat Cara Memaki dan Memukul
Lifestyle
Lirik Lengkap "LOVE YOU LESS" dari Joji, Lagu Wajib Buat Korban Ghosting dan PHP
Lewat lagu ini, Joji mempertahankan reputasinya sebagai "raja lagu galau" dengan menyuguhkan aransemen melankolis
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 17 Januari 2026
Lirik Lengkap
Lifestyle
Viral di TikTok! Lagu ‘Die On This Hill’ Sienna Spiro, Ini Dia Liriknya
Lagu ini dengan cepat mencuri perhatian pendengar karena keberaniannya mengangkat tema kesetiaan
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 17 Januari 2026
Viral di TikTok! Lagu ‘Die On This Hill’ Sienna Spiro, Ini Dia Liriknya
Lifestyle
Lirik Lagu Jangan Tunggu Lama-lama, Dangdut Lawas yang Viral Lagi di TikTok
Lirik lagu Jangan Tunggu Lama-lama lengkap dengan makna. Lagu dangdut lawas yang kembali viral di TikTok lewat tren Januari 2026 dan versi remix.
ImanK - Sabtu, 10 Januari 2026
Lirik Lagu Jangan Tunggu Lama-lama, Dangdut Lawas yang Viral Lagi di TikTok
Lifestyle
Lirik Bila Kau Tak di Sampingku Sheila On 7, Lagu Paling Melankolis yang Bikin Hati Terkikis
Melalui lirik yang sederhana namun sarat makna, Duta dan kawan-kawan mengajak pendengar menyelami perasaan rindu yang manusiawi
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Januari 2026
Lirik Bila Kau Tak di Sampingku Sheila On 7, Lagu Paling Melankolis yang Bikin Hati Terkikis
Lifestyle
“In The End” Linkin Park Kembali Viral, Disebut Mirip Abyss Stranger Things
Kesamaan visual yang mencolok mulai dari lanskap yang gersang hingga nuansa langit yang dramatis, memicu lahirnya berbagai meme dan editan video kreatif di jagat maya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
“In The End” Linkin Park Kembali Viral, Disebut Mirip Abyss Stranger Things
Lifestyle
“Aku dan Hatiku”: Potret Dilema Cinta Anak Muda di Series Pernikahan Dini Gen Z
Lagu "Aku dan Hatiku" mengupas tuntas tentang pergolakan batin seseorang yang terjebak dalam situasi tarik-ulur perasaan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
“Aku dan Hatiku”: Potret Dilema Cinta Anak Muda di Series Pernikahan Dini Gen Z
Indonesia
Kabar Gembira! Dana Tunggu Korban Banjir Sumatera Rp 600 Ribu Per Bulan Segera Cair
Dana tersebut diberikan untuk korban bencana yang tidak tinggal di hunian sementara (huntara) atau mengungsi di rumah kerabat atau saudaranya mulai dicairkan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 25 Desember 2025
Kabar Gembira! Dana Tunggu Korban Banjir Sumatera Rp 600 Ribu Per Bulan Segera Cair
Indonesia
Viral Video Bantuan ke Sumatera Berupa Kotak Kosong, Begini Penjelasan TNI
Letkol Supriyanto menjelaskan secara detail spesifikasi kotak yang digunakan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Desember 2025
Viral Video Bantuan ke Sumatera Berupa Kotak Kosong, Begini Penjelasan TNI
Bagikan