Viral Dituduh Jual Es Gabus dari Spons, Polisi Pastikan Dagangan Suderajat Aman

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 28 Januari 2026
Viral Dituduh Jual Es Gabus dari Spons, Polisi Pastikan Dagangan Suderajat Aman

Penjual es gabus, Suderajat, dapat bantuan motor dari Polres Depok. Foto: Dok. Humas Polres Depok

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seorang penjual es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, Suderajat (49), dituduh menjual es berbahan spons viral di media sosial.

Saat itu, oknum Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Ikhwan Mulyadi bersama oknum TNI bernama Heri, membakar es itu di tangannya.

Namun saat dibakar, es kue tersebut terlihat meleleh. Suderajat mengaku, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (24/1).

Awalnya, Suderajat mengaku dihampiri oleh sekitar lima orang. Sekelompok orang tersebut mempertanyakan asal usul dan bahan es kue yang dijual.

Suderajat menjelaskan, bahwa es tersebut bukan berbahan spons atau kapas, melainkan es asli yang dipasok dari pabrik di Depok.

Baca juga:

Menkeu Purbaya Minta Bantuan Menko Polkam, TNI-Polisi Disuruh Lawan Beking

Suderajat Sudah Berjualan Es Gabus selama 30 Tahun

Ia pun mengaku sudah berjualan es kue selama 30 tahun. Namun, setelah penjelasan diberikan, sejumlah orang tersebut justru meremas dagangannya hingga hancur.

Suderajat juga mengaku mengalami pemukulan dan ditendang. Akibat kejadian tersebut, dagangan es gabus yang dibawanya sebanyak 150 buah menjadi rusak dan tidak bisa dijual.

Suderajat mengaku, dirinya belum kembali berjualan selama tiga hari karena masih merasa trauma dan khawatir kejadian serupa terulang.

Polisi pun mengungkap hasil laboratorium forensik dari kandungan es kue tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra memastikan, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan coklat meses dipastikan aman dan layak dikonsumsi. Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya.

"Namun untuk menjamin ketenangan publik dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah, kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk hasil resmi masih menunggu proses uji,” ujar Robby.

Baca juga:

BPOM Apresiasi SPPG Polri, Makanan Anak Diuji Layaknya Hidangan VIP

Ia menuturkan, penyidik dari Krimsus juga melakukan penelusuran ke tempat pembuatan es yang berlokasi di Depok. Roby memastikan, tidak ada penggunaan spons pada es tersebut seperti yang dinarasikan di media sosial.

Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang menuduh Suderajat pun akhirnya meminta maaf. Permohonan maaf itu disampaikan secara terbuka pada Selasa (27/1).

Ikhwan menyampaikan, tindakannya terhadap penjual es itu merupakan bentuk respons cepat atas laporan masyarakat.

"Kami ingin menjelaskan bahwa tindakan awal kami merupakan bentuk respon cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir adanya dugaan makanan berbahaya beredar di lingkungan mereka," ujar Ikhwan, Selasa (27/1/2026).

Ikhwan mengaku, tindakannya itu keliru lantaran telah menuding produk Suderajat memakai bahan spons. Padahal, kata dia, saat itu belum ada laporan hasil uji bahan dari Dinas Kesehatan, Dokpol Polda Metro Jaya maupun uji Labfor Polri.

"Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Sudrajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau," ucap dia.

Baca juga:

DPR Sentil Kapolri: Jangan Suruh Anggota Humanis Kalau Perut Masih Lapar, Kesejahteraan Polisi Harga Mati

Suderajat Dapat Motor dan Modal Usaha dari Polres Metro Depok

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel Inf Donny Pramono berharap, polemik ini tidak berlarut setelah mereka berupaya menemui Suderajat.

“Diharapkan tidak ada tuntutan atau konflik berkepanjangan yang timbul setelah pertemuan tersebut,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen Donny Pramono, dalam keterangannya.

Sudrajat pun menerima motor dan modal usaha dari Polres Metro Depok usai viral karena dituduh dagangannya menggunakan spons.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung di kediaman Suderajat di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa (27/1) sore.

Tuduhan itu sempat viral di media sosial sebelum hasil pemeriksaan laboratorium memastikan, bahwa es gabus yang dijual Suderajat aman dikonsumsi.

Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras menegaskan, Suderajat dapat kembali berjualan dengan aman.

“Enggak (digebuk), kan sudah ada dijamin. (Tenang), kan enggak ada racunnya,” jelas Abdul Waras. (knu)

#Pedagang #Polresta Depok #Bantuan Sosial #Viral Di Medsos
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
Dituding Sepi Peminat, Video Asli Mark Lee NCT di Event Ralph Lauren Justru Bikin Merinding dan Viral di Medsos
Ramai video viral yang menyebut popularitas Mark Lee NCT menurun dibanding Jay ENHYPEN di acara Ralph Lauren. Cek fakta asli dan klarifikasi lengkap dari fans di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Dituding Sepi Peminat, Video Asli Mark Lee NCT di Event Ralph Lauren Justru Bikin Merinding dan Viral di Medsos
Berita
Cara Cek Bansos KTP dan Desil DTSEN, Bisa Lewat HP
Cara cek bansos KTP menggunakan NIK di situs dan aplikasi Cek Bansos Kemensos. Simak arti desil 1-10 dan cara memperbarui data DTSEN.
ImanK - Rabu, 16 September 2026
Cara Cek Bansos KTP dan Desil DTSEN, Bisa Lewat HP
Dunia
Viral Menu Mewah Mantan Biksu Atichoti Sebelum Diciduk Polisi Akibat Skandal Korupsi dan Asusila
Penangkapan mantan biksu Atichoti viral berkat skandal penggelapan dana kuil 92 juta baht dan tindakan asusila. Intip juga menu sarapan mewahnya ala jamuan Tiongkok yang bikin netizen geleng-geleng kepala
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Viral Menu Mewah Mantan Biksu Atichoti Sebelum Diciduk Polisi Akibat Skandal Korupsi dan Asusila
Dunia
Viral Video Parodi Skandal Seks Biksu, Penyanyi Thailand Berkostum Nyeleneh di Kelab Malam Kena Batunya
Heboh video viral penyanyi di kelab malam Thailand pakai jubah biksu untuk menyindir skandal seks mantan kepala biara. Simak kronologi dan respons tegas polisi di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Viral Video Parodi Skandal Seks Biksu, Penyanyi Thailand Berkostum Nyeleneh di Kelab Malam Kena Batunya
Lifestyle
Makna Lagu 'Cinderella' Mac Miller yang Kembali Viral, Liriknya Penuh Ungkapan Kasih Sayang dan Romantisme
Lagu berdurasi sekitar delapan menit ini memadukan karakter rap Mac Miller dengan vokal Ty Dolla $ign,
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 12 September 2026
Makna Lagu 'Cinderella' Mac Miller yang Kembali Viral, Liriknya Penuh Ungkapan Kasih Sayang dan Romantisme
Indonesia
Korban Kebakaran Rumah di Gambir
 Terima Bantuan Sosial dari GNTI
Bantuan berupa sembako diserahkan secara langsung kepada keluarga korban.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Korban Kebakaran Rumah di Gambir
 Terima Bantuan Sosial dari GNTI
Indonesia
Viral Pakai Mobil Butut ke Sesi Latihan, Pemain Muda Barcelona Ini Langsung Dihadiahi Cupra Born
Penasaran dengan mobil Brian Fariñas? Sempat viral pakai Toyota butut ke tempat latihan Barcelona, pemain muda ini akhirnya bawa pulang Cupra Born 2024. Cek ceritanya di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 10 September 2026
Viral Pakai Mobil Butut ke Sesi Latihan, Pemain Muda Barcelona Ini Langsung Dihadiahi Cupra Born
Indonesia
Badan Pusat Statistik Sebut Warga Desil 1 dan 2 Tidak Otomatis Dapat Bantuan
DTSEN merupakan data yang bersifat dinamis, mengingat kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dapat berubah sehingga data perlu diperbarui secara berkala
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Badan Pusat Statistik Sebut Warga Desil 1 dan 2 Tidak Otomatis Dapat Bantuan
Indonesia
Fakta Mengejutkan Skandal Video Viral Kepsek dan Guru SD Pekalongan, CCTV Sengaja Dipasang?
Penasaran dengan kelanjutan video viral kasus asusila kepsek dan guru SD di Pekalongan? Dindikbud Kabupaten Pekalongan sudah turun tangan. Cek fakta lengkap, motif CCTV, dan sanksi tegasnya di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 09 September 2026
Fakta Mengejutkan Skandal Video Viral Kepsek dan Guru SD Pekalongan, CCTV Sengaja Dipasang?
Indonesia
Bansos 1.400 Keluarga Penerima Manfaat Ditahan Akibat Terindikasi Judol
Proses verifikasi faktual ini menjadi dasar bagi Kemensos untuk menentukan keberlanjutan status kepesertaan KPM
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Bansos 1.400 Keluarga Penerima Manfaat Ditahan Akibat Terindikasi Judol
Bagikan