Jokowi Bakal Hadiri Kongres PDIP
Kamis, 01 Agustus 2019 -
MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan diundang dan hadir di acara kongres PDI Perjuangan yang akan digelar di Bali, pada 8-10 Agustus 2019 mendatang. Jokowi akan bergabung dengan puluhan ribu orang yang akan hadir, dari pejabat tinggi negara hingga kader PDIP dari dalam dan luar negeri.
Menurut Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, pihaknya mengundang banyak pihak untuk hadir di kongres partai nanti. Yang utama tentunya Presiden Jokowi, Wakilnya Jusuf Kalla, dan Wapres RI periode 2019-2024 KH Ma'ruf Amin.
Baca Juga: Percepatan Kongres PDIP Momen Penyerahan Kekuasaan Megawati ke Puan?
"Yang kami undang adalah jajaran pemerintahan negara. Bapak presiden, bapak wakil presiden, kemudian wakil presiden terpilih, jajaran menteri kabinet Gotong Royong," kata Hasto Kristiyanto dalam konferensi pers di kantor pusat partainya di Jakarta, Kamis (1/8).
Juga akan hadir tokoh-tokoh nasional, tokoh-tokoh NU-Muhammadiyah-KWI serta organisasi keagamaan lainnya. Tak lupa adalah para pejuang partai yang sudah senior, pengamat, hingga budayawan.
Konferda maupun konfercab merupakan semacam kongres di tingkat propinsi dan kabupaten/kota. Artinya, sebelum ketua umum dan pengurus pusat baru dibentuk di kongres nanti, maka jajaran pengurus propinsi dan kabupaten harus terlebih dulu dipilih. Di tiap ajang itu, dilakukan juga evaluasi, konsolidasi, dan sinkronisasi program yang akan dibawa ke kongres nanti.
Kata Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, konferda di 33 propinsi dan konfercab di 514 kabupaten kota telah diselesaikan. Tinggal Provinsi Aceh yang akan melaksanakannya pada 3 Agustus mendatang.
"Kenapa Aceh terlambat itu karena kami ke depankan semangat untuk merangkul tokoh masyarakat. Bahkan, di Aceh kita menemukan tokoh yang punya militansi. Di sana kami menemukan bahwa GAM itu adalah Gerakan Anak Megawati, itu pada saat pergerakan pemerintahan Orde Baru," kata Hasto.
Selain Hasto, hadir Wasekjen Eriko Sotarduga dan Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat dan Andreas Hugo Pareira di dalam konferensi pers itu.
Baca Juga: Prabowo Bakal Hadir di Kongres PDIP dan Bertemu Ketum Parpol Koalisi Jokowi
Ketua DPP PDI Perjuangan bidang organisasi, Djarot Saiful Hidayat, di acara itu menambahkan PDIP Aceh terlebih dahulu melakukan pembekalan sebelum konsolidasi organisasi dilaksanakan. Itu sebabnya Konferda dan Konfercab mundur.
Apapun itu, Hasto memastikan persiapan kongres partai sudah selesai dan siap untuk dilaksanakan di Bali.
"Kongres V PDI Perjuangan dengan tema 'solid bergerak untuk Indonesia Raya, dengan sub tema Mewujudkan PDI Perjuangan sebagai partai pelopor," kata Hasto.
Tema ini mengandung makna bahwa soliditas partai melalui langkah kaderisasi kepemimpinan partai secara kelembagaan dan sistemik telah membangun kesadaran ideologi Pancasila, kesadaran politik untuk memberikan dedikasi bagi rakyat bangsa dan negara.
Selain itu, kesadaran organisasi partai untuk terus mengedepankan kepentingan kolektif dan semangat gotong royong daripada kepentingan orang perorang dan kelompok. Dan kesadaran untuk menyelesaikan masalah rakyat.
"Soliditas bergerak bersifat aktif dan progresif guna menegaskan tujuan berpartai sebagai penerang dalam gerak kemajuan bangsa dan negara Indonesia," kata dia.
Baca Juga: Air Mata Basahi Pipi Megawati Saat Ceritakan Sejarah PDI ke PDIP
Kongres juga dilaksanakan sebagai bagian dari perwujudan agenda strategis PDI Perjuangan sebagai pengusung utama pemerintahan Jokowi-KH Maruf Amin. Kata Hasto, tidak ada daerah yang merupakan basis PDIP yang tidak memenangkan pasangan itu. PDIP mencatat, rata-rata kemenangan Jokowi-Ma'ruf adalah 69 persen di 113 DPD PDIP tingkat II.
"Tentu ada peran partai lain, tapi PDI Perjuangan paling solid dalam memberikan dukungan itu," kata Hasto. (Knu)