MERAHPUTIH.COM - GUNUNG Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah terpantau mengalami erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran pada Minggu (28/6) malam.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran terjadi pada pukul 20.56 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 2 kilometer ke arah barat, tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih.
Dalam laporan disebutkan bahwa awan panas guguran terekam dengan amplitudo maksimum 50,64 mm dan durasi 118,41 detik.
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk menjauhi daerah bahaya serta alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Warga juga diminta mematuhi rekomendasi resmi yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.
Baca juga:
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada status Siaga (Level III). Masyarakat di sekitar kawasan Merapi diminta terus memantau informasi resmi dan tidak melakukan aktivitas di wilayah yang berpotensi terdampak bahaya erupsi maupun awan panas guguran.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi T Heri Wibowo mengatakan jalur pendakian Gunung Merapi tetap ditutup.
“Kepada seluruh pencinta alam dan masyarakat luas, kami ingin kembali mengingatkan bahwa hingga saat ini, jalur pendakian Gunung Merapi masih ditutup secara resmi sejak 22 Mei 2018 hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan."T Heri Wibowo, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Ia menyebut, berdasarkan data terkini, aktivitas vulkanis Merapi masih berada di Level III (Siaga). Kondisi itu menyimpan potensi bahaya berupa erupsi serta luncuran awan panas yang dapat mengancam keselamatan setiap jiwa yang berada di jalurnya. “Kami sangat memahami bahwa kerinduan akan puncak gunung merupakan panggilan jiwa yang mendalam bagi banyak orang. Namun, mari kita renungkan bersama bahwa rumah ialah tempat terbaik untuk kembali,” kata dia.
Dia meminta pada pendaki tetap mematuhi larangan penutupan jalur pendakian serta senantiasa menjauhi radius bahaya yang telah ditetapkan pihak berwenang.
“Keselamatan Anda merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Mari kita jaga diri dan saling mengingatkan, hingga nantinya Merapi kembali tenang dan mengizinkan kita untuk menikmati keindahannya dalam situasi yang aman,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada