Jateng Kekurangan Dokter Spesialis dan Perawat, Ajukan 1000 Formasi ke Pemerintah Pusat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Jateng Kekurangan Dokter Spesialis dan Perawat, Ajukan 1000 Formasi ke Pemerintah Pusat

Ilustrasi dokter. (Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mengajukan rekrutmen tenaga kesehatan kepemerintah pusat. Hal tersebut dilakukan karena kekurangan tenaga kesehatan spesialis.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, pemprov Jateng masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan.

Saat ini, kekurangan tenaga kesehatan, khususnya perawat dan dokter spesialis, masih menjadi persoalan yang perlu segera ditangani guna menjaga kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Kami telah mengajukan sekitar 1.000 formasi tenaga kesehatan pada tahun 2026. Sebagian besar formasi tersebut diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, terutama perawat,

ujar Sumarno, Senin (29/6).

Baca juga:

Menkes Buka-Bukaan Penghasilan Dokter Ada yang Setara Tukang Parkir, Cuma Ratusan Ribu

Ia menyebut pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan tersebut masih bergantung pada kebijakan dan persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Menurutnya, selama ini, usulan formasi yang diajukan pemerintah daerah tidak selalu dapat dipenuhi secara penuh oleh pemerintah pusat.

Hampir seluruh sektor pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih membutuhkan tambahan pegawai. Namun, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama mengingat tingginya kebutuhan layanan masyarakat,

katanya.

Selain kekurangan tenaga perawat, Jawa Tengah juga masih menghadapi keterbatasan jumlah dokter spesialis. Terutama yang bertugas di rumah sakit daerah. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena dokter spesialis memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan rujukan.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, kami saat ini masih mengandalkan tenaga dokter spesialis non-ASN yang direkrut untuk mendukung operasional rumah sakit daerah. Kebanyakan spesialis yang masih kurang,

kata Sumarno.


Keberadaan dokter spesialis non-ASN, kata dia, dinilai menjadi solusi sementara sambil menunggu penambahan formasi ASN kesehatan yang disetujui pemerintah pusat.


Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah, Dhoni Widianto, menambahkan tingginya kebutuhan tenaga kesehatan menunjukkan bahwa penguatan sumber daya manusia di sektor kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Penambahan perawat dan dokter spesialis dinilai sangat penting untuk meningkatkan akses serta kualitas pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit daerah dan fasilitas kesehatan milik pemerintah,

kata Dhoni.


Ia menambahkan dengan usulan 1.000 formasi baru yang diajukan tahun ini, Pemprov Jateng berharap kebutuhan tenaga kesehatan dapat terpenuhi secara bertahap sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan merata di seluruh wilayah Jawa Tengah. (Ismail/Jawa Tengah).

#Dokter Spesialis #Perawat #Jawa Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Bea Cukai Surakarta Musnahkan 12,8 Juta Batang Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp12,53 Miliar
Bea Cukai Surakarta mengamankan 12.866.052 batang rokok ilegal dan 164.400 ml MMEA. Potensi kerugian negara mencapai Rp12,53 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Bea Cukai Surakarta Musnahkan 12,8 Juta Batang Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp12,53 Miliar
Indonesia
3,7 Juta Ton Jagung Jateng Jadi Penopang Pangan Nasional
Produksi jagung Jateng mencapai 3,7 juta ton pipilan kering dengan kadar air 28 persen, atau sekitar 17,02 persen dari produksi nasional.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
3,7 Juta Ton Jagung Jateng Jadi Penopang Pangan Nasional
Berita
Abu Bakar Ba’asyir Dirawat di IGD, Diduga Kelelahan
Abu Bakar Ba’asyir diduga kelelahan setelah melakukan perjalanan untuk menghadiri pemakaman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Abu Bakar Ba’asyir Dirawat di IGD, Diduga Kelelahan
Indonesia
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Pihak pengemudi menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab melakukan perbaikan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Indonesia
El Nino Kuat Pengaruhi Musim Hujan Jateng, BMKG Prediksi Mulai November 2026
BMKG memprediksi musim hujan Jawa Tengah 2026-2027 dimulai November. El Nino kuat dan IOD positif diperkirakan membuat musim hujan mundur.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026
El Nino Kuat Pengaruhi Musim Hujan Jateng, BMKG Prediksi Mulai November 2026
Indonesia
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Sebanyak 75,4 juta liter air bersih telah disalurkan ke 33 kabupaten/kota di Jawa Tengah akibat kekeringan. Distribusi menjangkau 2,34 juta jiwa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Indonesia
Gibran Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG di Batang, 34 Pasien Masih Dirawat
Wapres Gibran meminta maaf atas dugaan keracunan MBG di Batang. Sebanyak 700 siswa terdampak dan 34 masih dirawat, investigasi berlangsung.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Gibran Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG di Batang, 34 Pasien Masih Dirawat
Indonesia
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
BGN memberikan suspend berat kepada SPPG Batang Bawang Bawang setelah 219 penerima MBG mengalami gangguan kesehatan dan ditemukan pelanggaran SOP.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
Indonesia
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Salah satu upaya untuk menurunkan kemiskinan yakni dengan terus mengurangi ketimpangan antara jumlah kebutuhan rumah dan ketersediaan hunian.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Tradisi
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Hari Jadi Kabupaten Kudus resmi digeser dari 23 September ke 23 Agustus mulai tahun 2027 berdasarkan kajian ilmiah Prasasti Masjid Menara Kudus.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Bagikan