MerahPutih.com – Produsen Minyakita PT Kusuma Mukti Remaja (KMR) menarik kembali 182.500 liter minyak goreng yang telah dibagikan kepada warga karena berbau bahan bakar minyak (BBM), yakni solar atau minyak tanah. Jumlah tersebut setara hampir 100 ton produk.
Direktur PT KMR, Joko Mukti Wijaya, menegaskan penarikan dilakukan 100 persen terhadap seluruh batch produksi yang diduga bermasalah.
Baca juga:
MinyaKita Bantuan Pangan Berbau Solar, Polres Karanganyar Periksa 5 Saksi
"Penarikan dilakukan terhadap seluruh produk dari batch produksi yang diduga mengalami masalah, bukan hanya kemasan yang telah dikeluhkan masyarakat. Kami pastikan penarikan 100 persen," kata Joko, kepada media, Minggu (28/6).
Diganti Produk Minyakita Baru
Joko memastikan seluruh Minyakita yang bermasalah itu telah diganti dengan produk baru. Dia menambahkan proses penarikan dilakukan dengan dukungan Bulog dan perangkat desa sehingga bisa menjangkau wilayah terpencil.
Tidak ada kendala berarti selama proses penggantian produk kepada masyarakat penerima bantuan pangan,
Direktur PT KMR, Joko Mukti Wijaya
Daerah Sebaran Minyakita Bau Solar
Produk bermasalah ditemukan di tiga daerah Soloraya, yakni Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri. Data perusahaan mencatat penarikan mencapai 42.644 liter di Karanganyar, 68.288 liter di Wonogiri, dan 71.648 liter di Klaten.
Baca juga:
Minyakita Berbau Solar, DPR Desak Evaluasi Produsen dan Distribusi
PT KMR menambahkan untuk langkah pencegahan perusahaan memilih menarik sekitar 300 ton produk dari batch yang sama, meski hanya sekitar 100 ton yang terindikasi bermasalah.
“Produk yang terindikasi bermasalah diperkirakan sekitar 100 ton. Namun, perusahaan memilih menarik sekitar 300 ton karena seluruh produk dari batch yang sama,” tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)