Investor AS Bakal Kelola Sampah Aglomerasi Soloraya Dengan Pola Waste To Fuel

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Investor AS Bakal Kelola Sampah Aglomerasi Soloraya Dengan Pola Waste To Fuel

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. (Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai serius mengatasi persoalan sampah khususnya di Soloraya. Dikabarkan, perusahaan pengolahan limbah asal Amerika Serikat, Energy Three International (E3i), menyatakan minat berinvestasi untuk membangun fasilitas waste to fuel di kawasan aglomerasi Soloraya.

Proyek ini ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari, sekaligus mempercepat target Jawa Tengah mencapai zero sampah pada 2028. Komitmen investasi tersebut disampaikan saat pertemuan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dengan perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, penanganan sampah di Soloraya menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, karena volume sampah yang terus meningkat.

Selama ini, skema pengolahan sampah menjadi energi listrik telah disiapkan untuk menangani timbulan sampah baru. Namun, persoalan sampah lama yang telah menumpuk masih membutuhkan solusi melalui investasi dan teknologi,

ujar Luthfi, Senin (3/8).

Baca juga:

Pemerintah Bakal Awasi Ketat Tempat Pembuangan Sampah Liar, Sanksi Hukum Bakal Diterapkan

Berdasarkan data Pemprov Jateng, kawasan Soloraya menghasilkan sekitar 2.944,55 ton sampah setiap hari. Jumlah tersebut melampaui kapasitas pengelolaan yang tersedia sehingga diperlukan fasilitas baru yang mampu mengurangi timbulan sampah secara signifikan. Karena itu, Pemprov Jateng mendorong pembangunan fasilitas waste to fuel berkapasitas sekitar 1.000 ton per hari di Boyolali.

Fasilitas tersebut dirancang melayani tujuh daerah, yakni Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten,

katanya.

Luthfi menjelaskan, sejumlah kerja sama pengolahan sampah sebelumnya telah berjalan di beberapa kawasan aglomerasi, seperti Semarang-Kendal bersama Danantara. Namun, kerja sama tersebut lebih difokuskan pada pengolahan sampah baru.

Sudah ada beberapa daerah aglomerasi yang MoU pengolahan sampah, seperti Kota Semarang dan Kendal yang sudah dengan Danantara. Lalu Soloraya juga, tapi itu untuk sampah baru, sampah lama masih dicarikan investor,

ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Heru Djatmika, mengatakan, masuknya investor asal Amerika Serikat merupakan bagian dari strategi pemerintah provinsi mewujudkan target zero sampah 2028. Soloraya dipilih karena menjadi salah satu kawasan dengan produksi sampah terbesar di Jawa Tengah, yakni di atas 1.000 ton per hari.

Investor ini masuk untuk waste to fuel. Nanti tempatnya di Boyolali. Saat ini sudah tersedia lahan 20 hektare dari kebutuhan sekitar 25 hektare,

jelasnya.

Perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, mengatakan, perusahaannya bergerak di bidang investasi pengolahan limbah menjadi biofuel dan energi ramah lingkungan. Teknologi yang akan digunakan diklaim menerapkan konsep zero emission, sehingga mampu mengolah sampah tanpa menghasilkan emisi yang membahayakan lingkungan.

Semoga proyek ini dapat terwujud di sini, yang akan bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Kita menggunakan teknologi baru dengan zero emission. Jadi, ini ramah lingkungan,

katanya.

Selain membantu mengurangi persoalan sampah, proyek tersebut diproyeksikan menciptakan hampir 300 lapangan kerja serta memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pengembangan energi hijau di Indonesia.

Kita juga berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar fasilitas yang akan kita bangun, sehingga proyek ini akan bermanfaat bagi semua orang dalam banyak hal,

tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah).

#Sampah #Pengelolaan Sampah #Solo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono Minta Anak Buahnya Jatuh Sanksi ke Pihak Swasta yang Kelola Pembuangan Sampah Liar di Cilincing
Pramono menginstruksikan jajarannya untuk menghentikan pemberian izin pihak swasta tersebut dalam mengelola sampah.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Gubernur Pramono Minta Anak Buahnya Jatuh Sanksi ke Pihak Swasta yang Kelola Pembuangan Sampah Liar di Cilincing
Indonesia
Perusahaan Pembuang Sampah Ilegal di Jakarta Cuma Dikenai Sanksi Denda Rp 10 Juta
Penindakan tersebut merupakan bagian dari penataan sistem pengangkutan sampah sehingga setiap penyedia jasa bekerja secara bertanggung jawab dan sesuai aturan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
Perusahaan Pembuang Sampah Ilegal di Jakarta Cuma Dikenai Sanksi Denda Rp 10 Juta
Indonesia
Bank Jakarta Bakal Bangun Biodigester di Rorotan, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari
Bank Jakarta membangun dua biodigester di Jakarta Utara. Biodigester itu bisa mengolah hingga 500 kg sampah per hari.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
Bank Jakarta Bakal Bangun Biodigester di Rorotan, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari
Indonesia
Jakarta Kejar Target Zero Dumping 2028, Pramono Ubah Total Pola Pengelolaan Sampah
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pengelolaan sampah Jakarta mencapai 100 persen pada 2028 dengan sistem pilah, angkut, dan olah.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Jakarta Kejar Target Zero Dumping 2028, Pramono Ubah Total Pola Pengelolaan Sampah
Indonesia
Dinas LH DKI Gerak Cepat Tangani Tumpukan Sampah di Kedaung Kaliangke
Penanganan diprioritaskan untuk segera memulihkan kebersihan lingkungan serta memastikan akses dan aktivitas warga, termasuk menuju sekolah, dapat kembali berjalan normal.
Dwi Astarini - Jumat, 07 Agustus 2026
Dinas LH DKI Gerak Cepat Tangani Tumpukan Sampah di Kedaung Kaliangke
Indonesia
Pemprov DKI Sanksi Penjaga Lahan dan Pembuang Sampah Ilegal di Kramat Jati Denda Rp 5 Juta
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan sampah.
Dwi Astarini - Jumat, 07 Agustus 2026
Pemprov DKI Sanksi Penjaga Lahan dan Pembuang Sampah Ilegal di Kramat Jati Denda Rp 5 Juta
Indonesia
Pramono Peringatkan Hotel dan Restoran Hentikan Buang Sampah Secara Ilegal
Mencegah hal serupa terulang, dia juga menginstruksikan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta agar mengumumkan pelaku yang membuang dan menimbun sampah secara ilegal.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Pramono Peringatkan Hotel dan Restoran Hentikan Buang Sampah Secara Ilegal
Indonesia
Kantin dan Gudang SDN 1 Jerukan Boyolali Ludes Terbakar, Diduga Gara-gara Bakar Sampah
Kebakaran terjadi di SDN 1 Jerukan Boyolali. Penyebab kebakaran diduga karena pembakaran sampah.
Soffi Amira - Kamis, 06 Agustus 2026
Kantin dan Gudang SDN 1 Jerukan Boyolali Ludes Terbakar, Diduga Gara-gara Bakar Sampah
Indonesia
Polresta Solo Musnahkan Sabu 3,5 Kilogram Senilai Miliaran, 3 Juta Nyawa Terselamatkan
Sebagai bagian dari proses penyidikan sekaligus memastikan barang bukti tersebut tidak kembali beredar di tengah masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Polresta Solo Musnahkan Sabu 3,5 Kilogram Senilai Miliaran, 3 Juta Nyawa Terselamatkan
Bagikan