MERAHPUTIH.COM - SEBUAH kabar viral di media sosial soal rusa peliharaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo di Taman Sriwedari lepas di Jalan Bhayangkara Solo. Kejadian tersebut menjadi sorotan terlebih populasi rusa di Sriwedari dianggap melonjak dan kandang terbuka membuat hewan mudah keluar sampai ke jalan raya.
Kepala Disbudpar Kota Solo Maretha Dinar Cahyono mengatakan video rusa terlepas tersebut terjadi pada 7 September lalu. Ia tak menampik populasi satwa rusa di Taman Sriwedari melonjak dalam beberapa waktu terakhir.
“Itu video rusa lepas terjadi awal September. Rusa yang lepas tersebut merupakan rusa jantan,” kata Maretha, Senin (28/9).
Dia mengatakan pihaknya sebelumnya telah mendapat edukasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait dengan pengelolaan populasi rusa, termasuk komposisi rusa jantan dalam satu koloni. “Rusa yang lepas itu jantan. Kemarin kami sudah diedukasi BKSDA mengenai populasi. Kalau ada jantan yang lepas berarti populasinya sudah melebihi,” kata Maretha.
Baca juga:
Pemkot Solo Mau Revitalisasi Taman Sriwedari, Ahli Waris: Jangan Gegabah Bangun di Lahan Sengketa
Menurut dia, komposisi rusa jantan dalam satu koloni perlu diperhatikan. Rusa jantan yang kalah dalam persaingan dengan jantan lainnya berpotensi keluar dari kelompoknya. “Lepasnya rusa bukan semata-mata karena memasuki masa kawin. Faktor populasi dan persaingan antarrusa jantan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan satwa tersebut,” kata dia.
Disbudpar, kata dia, mengawasi akses keluar-masuk kawasan Sriwedari. Sejumlah titik yang dinilai masih memungkinkan rusa keluar akan ditutup untuk mencegah kejadian serupa terulang. Disbudpar juga tengah menunggu konsep pembangunan kandang khusus. Rencana tersebut akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo.
“Arahnya ada kandang khusus. Kami masih menunggu konsep dari DPUPR. Kandang yang ada sekarang juga ada yang rusak,” ujar Maretha.
Ia menjelaskan populasi rusa yang dipelihara Disbudpar saat ini sekitar 25 ekor. Jumlah tersebut sebelumnya telah dikurangi dengan memindahkan sembilan ekor ke kawasan Balikambang. “Pemindahan itu dilakukan setelah sebelumnya muncul persoalan rusa yang memakan sampah plastik. Sembilan ekor rusa kemudian dibawa ke Taman Balekambang sebagai bagian dari upaya pengelolaan populasi,” paparnya.
Dia menambahkan Disbudpar masih membuka kemungkinan kembali mengurangi jumlah rusa yang dipelihara di Sriwedari. Langkah tersebut akan menyesuaikan kondisi populasi dan hasil evaluasi pengelolaan satwa.
“Kami memperketat pengawasan terhadap kandang dan akses di kawasan Sriwedari. Penutupan sejumlah jalur keluar juga dilakukan untuk mencegah rusa kembali berkeliaran ke jalan umum,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Pemkot Solo Mau Revitalisasi Taman Sriwedari, Ahli Waris: Jangan Gegabah Bangun di Lahan Sengketa