Populasi Rusa di Sriwedari Melonjak, Rawan Lepas ke Jalan karena Kandang Terbuka

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Populasi Rusa di Sriwedari Melonjak, Rawan Lepas ke Jalan karena Kandang Terbuka

Rusa Sriwedari lepas d Jalan Bhayangkara. (Dok.Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SEBUAH kabar viral di media sosial soal rusa peliharaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo di Taman Sriwedari lepas di Jalan Bhayangkara Solo. Kejadian tersebut menjadi sorotan terlebih populasi rusa di Sriwedari dianggap melonjak dan kandang terbuka membuat hewan mudah keluar sampai ke jalan raya.

Kepala Disbudpar Kota Solo Maretha Dinar Cahyono mengatakan video rusa terlepas tersebut terjadi pada 7 September lalu. Ia tak menampik populasi satwa rusa di Taman Sriwedari melonjak dalam beberapa waktu terakhir.

“Itu video rusa lepas terjadi awal September. Rusa yang lepas tersebut merupakan rusa jantan,” kata Maretha, Senin (28/9).

Dia mengatakan pihaknya sebelumnya telah mendapat edukasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait dengan pengelolaan populasi rusa, termasuk komposisi rusa jantan dalam satu koloni. “Rusa yang lepas itu jantan. Kemarin kami sudah diedukasi BKSDA mengenai populasi. Kalau ada jantan yang lepas berarti populasinya sudah melebihi,” kata Maretha.

Baca juga:

Pemkot Solo Mau Revitalisasi Taman Sriwedari, Ahli Waris: Jangan Gegabah Bangun di Lahan Sengketa



Menurut dia, komposisi rusa jantan dalam satu koloni perlu diperhatikan. Rusa jantan yang kalah dalam persaingan dengan jantan lainnya berpotensi keluar dari kelompoknya. “Lepasnya rusa bukan semata-mata karena memasuki masa kawin. Faktor populasi dan persaingan antarrusa jantan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan satwa tersebut,” kata dia.

Disbudpar, kata dia, mengawasi akses keluar-masuk kawasan Sriwedari. Sejumlah titik yang dinilai masih memungkinkan rusa keluar akan ditutup untuk mencegah kejadian serupa terulang. Disbudpar juga tengah menunggu konsep pembangunan kandang khusus. Rencana tersebut akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo.

“Arahnya ada kandang khusus. Kami masih menunggu konsep dari DPUPR. Kandang yang ada sekarang juga ada yang rusak,” ujar Maretha.

Ia menjelaskan populasi rusa yang dipelihara Disbudpar saat ini sekitar 25 ekor. Jumlah tersebut sebelumnya telah dikurangi dengan memindahkan sembilan ekor ke kawasan Balikambang. “Pemindahan itu dilakukan setelah sebelumnya muncul persoalan rusa yang memakan sampah plastik. Sembilan ekor rusa kemudian dibawa ke Taman Balekambang sebagai bagian dari upaya pengelolaan populasi,” paparnya.

Dia menambahkan Disbudpar masih membuka kemungkinan kembali mengurangi jumlah rusa yang dipelihara di Sriwedari. Langkah tersebut akan menyesuaikan kondisi populasi dan hasil evaluasi pengelolaan satwa.

“Kami memperketat pengawasan terhadap kandang dan akses di kawasan Sriwedari. Penutupan sejumlah jalur keluar juga dilakukan untuk mencegah rusa kembali berkeliaran ke jalan umum,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Pemkot Solo Mau Revitalisasi Taman Sriwedari, Ahli Waris: Jangan Gegabah Bangun di Lahan Sengketa

#Solo #Taman Sriwedari #Rusa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Populasi Rusa di Sriwedari Melonjak, Rawan Lepas ke Jalan karena Kandang Terbuka
Populasi rusa di Sriwedari dianggap melonjak dan kandang terbuka membuat hewan mudah keluar sampai ke jalan raya.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Populasi Rusa di Sriwedari Melonjak, Rawan Lepas ke Jalan karena Kandang Terbuka
Indonesia
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelaksanaan 6 SPM Posyandu Plus di Solo Jadi Percontohan
Kemendagri saat ini terus mendampingi seluruh kepala daerah agar pelaksanaan enam bidang SPM dapat berjalan optimal.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelaksanaan 6 SPM Posyandu Plus di Solo Jadi Percontohan
Indonesia
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memang sudah direncanakan sebagai bagian dari upaya untuk merevitalisasi aset-aset budaya.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Indonesia
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Hasil tes DNA akan dikirim ke Pusdokkes untuk dilakukan pemeriksaan dan pencocokan dengan sampel jenazah yang telah ditemukan.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Indonesia
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Warga terancam kena gusur akibat perluasan Stasiun Solo Jebres.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Indonesia
Tahir Solo Museum Tunggak PBB-P2 Rp600 Juta, Wali Kota Solo Minta Segera Dilunasi
Tahir Solo Museum diketahui memiliki tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp600 juta.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Tahir Solo Museum Tunggak PBB-P2 Rp600 Juta, Wali Kota Solo Minta Segera Dilunasi
Indonesia
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau, PFI, AJI, dan PWI Solo Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doa Bersama
Menjadi wadah bersatunya para insan pers dan masyarakat Solo guna mendoakan keselamatan seluruh korban yang hingga saat ini belum ditemukan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau, PFI, AJI, dan PWI Solo Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doa Bersama
Indonesia
Waketum PSI Ogah Komentari Penyitaan Uang Rp3,5 M dari Ahmad Ali oleh KPK, tak Mau Urusi Elite
Menegaskan kasus tersebut berjalan sebelum Ahmad Ali masuk PSI.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Waketum PSI Ogah Komentari Penyitaan Uang Rp3,5 M dari Ahmad Ali oleh KPK, tak Mau Urusi Elite
Indonesia
Tak Ingin Bebani Tempat Ibadah dengan Pajak, Walkot Solo Gratiskan PBB
Kebijakan tersebut berlaku bagi rumah ibadah yang mengalami peralihan hak untuk kepentingan keagamaan dan sosial.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Tak Ingin Bebani Tempat Ibadah dengan Pajak, Walkot Solo Gratiskan PBB
Indonesia
Johan Budi Temui Jokowi secara Tertutup Selama 1,5 Jam, Ngaku sudah Keluar PDIP
Budi mengaku tujuannya datang ke Solo untuk mengundang ke acara podcast The Johan Budi Untold Stories.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Johan Budi Temui Jokowi secara Tertutup Selama 1,5 Jam, Ngaku sudah Keluar PDIP
Bagikan