Temuan Stupa di Boyolali, Balai Pelestarian Kebudayaan Lakukan Kajian Termasuk untuk Memperkirakan Usia

Frengky AruanFrengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Temuan Stupa di Boyolali, Balai Pelestarian Kebudayaan Lakukan Kajian Termasuk untuk Memperkirakan Usia

emuan benda cagar budaya berupa stupa di Boyolali, Jateng, Selasa (26/5). (Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Warga Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali, Jawa Tengah mendapati temuan benda cagar budaya (BCB) berupa stupa. Temuan tersebut dilaporkan Pemkab Boyolali pada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jateng dan dilakukan pemasangan garis polisi guna mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan.

Staf Bidang Kebudayaan Disdikbud Boyolali, Farid Burhanudin, mengatakan total ada tiga benda diduga objek bersejarah di Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali yang ditemukan warga.

Lokasi temuan sudah dipasang garis polisi. Daun dan tanah di sekitar lokasi juga telah dibersihkan warga,

kata Farid, Jumat (29/5).

Dia mengatakan pemasangan garis polisi dilakukan bersama oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali, Pemerintah Desa Nepen, dan Polsek Teras. Langkah ini diambil untuk mencegah kerusakan dan mengamankan lokasi dari pihak tak bertanggung jawab.

Struktur benda yang ditemukan berbentuk seperti lonceng. Dari corak yang terlihat, diduga objek ini peninggalan era Buddha. Namun untuk menentukan usia dan abadnya masih perlu kajian lebih dalam,

katanya.

Farid menyebut langkah awal yang dilakukan Disdikbud adalah pengamanan dan pendataan. Setelah itu, pihaknya akan mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa ada ODCB yang perlu dijaga bersama.

Baca juga:

Bikin Geger, Warga Desa Nepen Boyolali Jelaskan Penemuan Stupa saat Buka Akses Jalan

“Selanjutnya kita dorong agar muncul kajian-kajian lebih lanjut untuk mendeskripsikan temuan ini,” ujarnya.

Dia memastikan temuan sudah dilaporkan ke Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Jateng, baik secara online maupun telepon. BPK Wilayah X sudah merespons dan akan melakukan kajian lebih lanjut, meski butuh waktu.

“Kami belum bisa memastikan apakah temuan ini bagian dari candi besar atau stupa. Tapi di Desa Nepen memang banyak ditemukan struktur diduga cagar budaya seperti batu perigi, lapik candi, arca yoni, dan beberapa stupa lainnya.”

“Dari bentuk langgamnya yang seperti lonceng, kemungkinan ini stupa. Tapi butuh kajian lagi,” ucap dia.

Dia menyebut Pemdes Nepen berharap benda bersejarah ini tetap ditempatkan di desa mereka. Mereka siap merawat dan menjaga temuan tersebut.

“Kami belum bisa menyetujui permintaan itu karena masih dilakukan kajian,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Warga Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali dibikin geger adanya penemuan benda bersejarah berupa stupa. Temuan itu terjadi saat warga membuka lahan untuk akses jalan baru.

Seorang warga setempat Sopan mengatakan temuan stupa tersebut terjadi pada tanggal 14 Mei 2026 saat warga tengah melakukan pembukaan jalan.

“Jadi temuan pertama kali muncul ketika alat berat melakukan perataan tanah,” ujar Sopan, Selasa (26/5).

Saat alat berat sedang meratakan jalan, lanjut dia, objek pertama ditemukan. Objek tersebut ditemukan dalam kondisi sedikit miring, dan tidak jauh dari lapik yang sebelumnya ditemukan.

“Untuk menjaga agar struktur bangunan purbakala tersebut tidak rusak, saya berinisiatif mencari tambang untuk mengangkatnya secara manual dan hati-hati,” ujar Sopan. (Ismail/Jawa Tengah)

#Boyolali #Stupa #Jawa Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Frengky Aruan

Jurnalis dan editor senior yang berkarier di media nasional sejak 2011. Mengawali karier sebagai reporter di BolaNews (Kompas Gramedia Group), kemudian menjadi editor di Sport Satu, sebelum bergabung sebagai Editor Senior di MerahPutih.com dan BolaSkor.com. Berpengalaman meliput perkembangan sepak bola nasional sejak era dualisme PSSI, dengan fokus pada jurnalisme investigasi, wawancara mendalam, analisis taktis dan statistik olahraga, penyuntingan berita, serta jurnalisme cek fakta untuk berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Eks JI 28 Provinsi Gabung NKRI, tak Ada Ruang Kebangkitan Kelompok Ekstremis
Densus 88 Antiteror Polri mencatat seluruh struktur keanggotaan JI di 28 provinsi di Indonesia telah melaksanakan deklarasi pembubaran diri secara total.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Eks JI 28 Provinsi Gabung NKRI, tak Ada Ruang Kebangkitan Kelompok Ekstremis
Indonesia
Kapolri Listyo Sigit Bertemu 6.500 Eks Anggota Jemaah Islamiyah, Tegaskan Persaudaraan Selamanya
Polri bersama-sama Garda Satya NKRI selalu siap untuk berkontribusi dan siap menghadapi berbagai macam ancaman tantangan yang bisa membahayakan bangsa dan NKRI.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Kapolri Listyo Sigit Bertemu 6.500 Eks Anggota Jemaah Islamiyah, Tegaskan Persaudaraan Selamanya
Indonesia
7 Tokoh Jateng Diajukan Calon Pahlawan Nasional, Ada Nama Kakek Prabowo
pengusul Raden Mas Margono Djojohadikusumo berasal dari Seruan Eling Banyumasan, sebuah paguyuban masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan Banyumas.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
7 Tokoh Jateng Diajukan Calon Pahlawan Nasional, Ada Nama Kakek Prabowo
Indonesia
14 Kabupaten/Kota Jawa Tengah Rawan Kekeringan, Pemprov Lakukan Modifikasi Cuaca
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sedikitnya 14 dari 35 kabupaten/kota masuk kategori rawan kekeringan.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
14 Kabupaten/Kota Jawa Tengah Rawan Kekeringan, Pemprov Lakukan Modifikasi Cuaca
Indonesia
Nyasar di Jalur Banaran, Pendaki SMK 17 Tahun Ditemukan Tewas di Gunung Sumbing
Dude Kurniawan Pasha (17), pendaki Gunung Sumbing asal Colomadu, ditemukan meninggal setelah nyasar di jalur Banaran. Jenazah dimakamkan di Desa Gawanan, Colomadu.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
 Nyasar di Jalur Banaran, Pendaki SMK 17 Tahun Ditemukan Tewas di Gunung Sumbing
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Indonesia
Puluhan Siswa SMPN 6 Boyolali Keracunan Massal setelah Santap MBG
Siswa merasa badannya tidak enak pada Kamis sore dan berlanjut hingga Jumat pagi.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Puluhan Siswa SMPN 6 Boyolali Keracunan Massal setelah Santap MBG
Indonesia
Minyakita Bantuan Pemerintah di Wonogiri Bau Solar, Hasil Uji Lab Nyatakan tak Layak Konsumsi
Hasil uji laboratorium dari otoritas kompeten secara spesifik menunjukkan adanya cacat mutu yang fatal pada produk massal tersebut.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Minyakita Bantuan Pemerintah di Wonogiri Bau Solar, Hasil Uji Lab Nyatakan tak Layak Konsumsi
Indonesia
Nelayan Waduk Kedung Ombo Keluhkan Invasi Ikan Sapu-Sapu, Rugikan Petani Puluhan Juta
Jaring nelayan sekali dapat ikan sapu-sapu harus dipotong dan jaring tidak bisa dipakai lagi dan harus diperbaiki.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Nelayan Waduk Kedung Ombo Keluhkan Invasi Ikan Sapu-Sapu, Rugikan Petani Puluhan Juta
Indonesia
Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Boyolali, Memuat Cerita hingga Wawasan Keilmuan
Berdasarkan hasil identifikasi, naskah-naskah tersebut ada yang ditulis pada 1917, 1918, 1939 hingga 1950-an.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Boyolali, Memuat Cerita hingga Wawasan Keilmuan
Bagikan