Warga Klaten Keluhkan Bantuan Minyakita Bau Solar

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
Warga Klaten Keluhkan Bantuan Minyakita Bau Solar

Warga kembalikan bantuan minyakita yang diduga tercampur solar, Rabu (24/6). (Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - WARGA di Kecamatan Jogonalan, Klaten, menemukan MinyakKita dari program bantuan pangan pemerintah berbau solar. Pemkab Klaten langsung melakukan penindakan dengan menarik Minyakita tersebut agar tidak dipakai warga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Klaten Iwan Kurniawan mengatakan pihaknya mendapatkan laporan temuan Minyakita berbau solar di dua lokasi, yakni Kecamatan Jogonalan dan Kecamatan Wedi.

“Atas laporan warga, kami turun ke lapangan, ternyata minyak goreng itu rusak atau tercemar," ujar Iwan Rabu (23/6).

Iwan mengatakan pengadaan dan distribusi minyak goreng tersebut ditangani Bulog dan produsen. Dengan temuan itu, semua yang terindikasi rusak ditarik.

Semua produk akan ditarik, dan prosesnya sudah berjalan beberapa hari ini. Data terakhir yang kami terima di Kecamatan Wedi ada 9 desa dan di Kecamatan Jogonalan ada 4 desa, saat ini tengah proses penggantian.

Iwan Kurniawan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Klaten



Penggantian, kata Iwan, diberikan kepada semua KPM atau keluarga penerima. Baik yang minyaknya sudah digunakan atau yang belum semua diganti.

Baca juga:

Pemerintah Tetap Pertahankan HET MinyaKita Rp 15.700 per Liter, ini Alasannya


"Walaupun sudah dipakai ya tetap diganti sesuai dengan data penerima di dua kecamatan. Info yang kami terima ya hanya dari satu produsen, seperti yang di Wonogiri," kata dia.

Dia menyebut sejauh ini belum tahu penyebabnya apakah ada kesalahan dalam proses produksi atau apa. Secara tampilan minyak memang agak keruh. "Kami belum pegang data laboratorium, apakah karena kesalahan proses produksi atau tercemar, kami belum tahu," ucap dia.

Dia mengatakan bantuan yang dikeluhkan masyarakat ini merupakan tahap kedua karena dimulai sejak Februari- Maret. Besarnya per keluarga penerima manfaat (KPM) beras 20 kilogram dan minyak.

Kades Sembung, Kecamatan Wedi, Sunarto menyatakan proses penggantian sudah dilakukan di desanya sejak Minggu. Warga hanya membawa plastik pembungkusnya. "Bawa plastik pembungkusnya langsung diganti. Ada sekitar 400 penerima, keluhannya sama berbau," ucap Sunarto.

Dia menginbau warga yang menemukan persoalan serupa bisa dilaporkan dan dikembalikan ke desa.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Stok Cadangan MinyaKita Sebanyak 29 Ribu Ton










#Minyakita #Jawa Tengah #Bantuan Sosial
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
BGN memberikan suspend berat kepada SPPG Batang Bawang Bawang setelah 219 penerima MBG mengalami gangguan kesehatan dan ditemukan pelanggaran SOP.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
Indonesia
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Salah satu upaya untuk menurunkan kemiskinan yakni dengan terus mengurangi ketimpangan antara jumlah kebutuhan rumah dan ketersediaan hunian.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Tradisi
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Hari Jadi Kabupaten Kudus resmi digeser dari 23 September ke 23 Agustus mulai tahun 2027 berdasarkan kajian ilmiah Prasasti Masjid Menara Kudus.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Indonesia
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
BPS memperkuat DTSEN untuk memperbaiki akurasi data bantuan sosial. Warga dapat mengajukan perbaikan data melalui sejumlah kanal resmi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
Indonesia
15 Distributor Minyakita Dapat Teguran Tertulis, Jual Harga Melebihi HET Sampai Tidak Batasi Pembelian
Kemendag mendorong dinas perdagangan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk turut melakukan pengawasan distribusi Minyakita di wilayah masing-masing
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
15 Distributor Minyakita Dapat Teguran Tertulis, Jual Harga Melebihi HET Sampai Tidak Batasi Pembelian
Indonesia
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Penutupan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi di lapangan yang masih cukup rawan.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Indonesia
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Warga terancam kena gusur akibat perluasan Stasiun Solo Jebres.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Berita
Cara Cek Bansos KTP dan Desil DTSEN, Bisa Lewat HP
Cara cek bansos KTP menggunakan NIK di situs dan aplikasi Cek Bansos Kemensos. Simak arti desil 1-10 dan cara memperbarui data DTSEN.
ImanK - Rabu, 16 September 2026
Cara Cek Bansos KTP dan Desil DTSEN, Bisa Lewat HP
Indonesia
Simbang Kulon Night Karnaval Pekalongan Dihujat, Disebut Tampilkan Praktikkan Ritual Satanik
Bukan hanya visual kostum yang tidak biasa, di sana juga diduga ada aktivitas penyembelihan hewan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Simbang Kulon Night Karnaval Pekalongan Dihujat, Disebut Tampilkan Praktikkan Ritual Satanik
Indonesia
Korban Kebakaran Rumah di Gambir
 Terima Bantuan Sosial dari GNTI
Bantuan berupa sembako diserahkan secara langsung kepada keluarga korban.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Korban Kebakaran Rumah di Gambir
 Terima Bantuan Sosial dari GNTI
Bagikan