MERAHPUTIH.COM - WARGA di Kecamatan Jogonalan, Klaten, menemukan MinyakKita dari program bantuan pangan pemerintah berbau solar. Pemkab Klaten langsung melakukan penindakan dengan menarik Minyakita tersebut agar tidak dipakai warga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Klaten Iwan Kurniawan mengatakan pihaknya mendapatkan laporan temuan Minyakita berbau solar di dua lokasi, yakni Kecamatan Jogonalan dan Kecamatan Wedi.
“Atas laporan warga, kami turun ke lapangan, ternyata minyak goreng itu rusak atau tercemar," ujar Iwan Rabu (23/6).
Iwan mengatakan pengadaan dan distribusi minyak goreng tersebut ditangani Bulog dan produsen. Dengan temuan itu, semua yang terindikasi rusak ditarik.
Semua produk akan ditarik, dan prosesnya sudah berjalan beberapa hari ini. Data terakhir yang kami terima di Kecamatan Wedi ada 9 desa dan di Kecamatan Jogonalan ada 4 desa, saat ini tengah proses penggantian.
Iwan Kurniawan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Klaten
Penggantian, kata Iwan, diberikan kepada semua KPM atau keluarga penerima. Baik yang minyaknya sudah digunakan atau yang belum semua diganti.
Baca juga:
Pemerintah Tetap Pertahankan HET MinyaKita Rp 15.700 per Liter, ini Alasannya
"Walaupun sudah dipakai ya tetap diganti sesuai dengan data penerima di dua kecamatan. Info yang kami terima ya hanya dari satu produsen, seperti yang di Wonogiri," kata dia.
Dia menyebut sejauh ini belum tahu penyebabnya apakah ada kesalahan dalam proses produksi atau apa. Secara tampilan minyak memang agak keruh. "Kami belum pegang data laboratorium, apakah karena kesalahan proses produksi atau tercemar, kami belum tahu," ucap dia.
Dia mengatakan bantuan yang dikeluhkan masyarakat ini merupakan tahap kedua karena dimulai sejak Februari- Maret. Besarnya per keluarga penerima manfaat (KPM) beras 20 kilogram dan minyak.
Kades Sembung, Kecamatan Wedi, Sunarto menyatakan proses penggantian sudah dilakukan di desanya sejak Minggu. Warga hanya membawa plastik pembungkusnya. "Bawa plastik pembungkusnya langsung diganti. Ada sekitar 400 penerima, keluhannya sama berbau," ucap Sunarto.
Dia menginbau warga yang menemukan persoalan serupa bisa dilaporkan dan dikembalikan ke desa.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga: