Merahputih.com - Jude Bellingham tampil memukau melalui sumbangan satu gol serta satu assist dalam kemenangan telak 2-0 Inggris atas Panama.
Beroperasi sebagai salah satu dari dua gelandang serang nomor 8, koordinasi apik tercipta bersama pilar baru Manchester City, Elliot Anderson.
Baca juga:
Jadwal 32 Besar Piala Dunia 2026 Lengkap: Prancis, Inggris hingga Argentina
Keberadaan sosok pembeda ini menjadi garansi utama The Three Lions saat membutuhkan pemecah kebuntuan pada laga-laga krusial.
Jude Bellingham? Ketika situasinya sulit, Anda membutuhkan pemain seperti itu untuk membawa tim melewatinya,
Legenda sepak bola Inggris, Wayne Rooney, dalam siaran BBC Sport.
Dominasi Total Statistik Lini Tengah

Mantan penyerang legendaris Manchester United tersebut melihat kesamaan mentalitas juara antara Jude Bellingham dengan barisan gelandang legendaris masa lalu.
Gaya bermain spartan, determinasi tinggi untuk bertahan, serta insting tajam mencetak gol membuat namanya sejajar dengan tokoh ikonik Premier League.
Karakter pantang menyerah ini mengingatkan publik pada figur pemimpin karismatik masa lalu.
“Steven Gerrard, Roy Keane, dan Bellingham adalah pemain terlintas dalam pikiran dalam situasi seperti itu,” tutur Wayne Rooney.
Statistik performa impresif Jude Bellingham dalam laga kontra Panama:
- Kontribusi Gol: Mencetak 1 gol dan memberikan 1 assist untuk kemenangan 2-0.
- Umpan Kunci (Key Passes): Melepaskan 4 umpan akurat berbuah peluang emas.
- Pelanggaran Didapatkan: Dilanggar lawan sebanyak 4 kali akibat pergerakan berbahaya.
- Dribel Sukses: Mencatatkan 3 kali aksi melewati pemain bertahan lawan.
- Tekel Berhasil: Memimpin pertahanan tim lewat catatan 4 tekel sukses.
- Posisi Taktis: Bermain sebagai gelandang serang nomor 8 mendampingi Elliot Anderson.
Pembungkam Keraguan Publik Global
Transformasi performa sejak berseragam Borussia Dortmund hingga menjadi ikon Santiago Bernabeu membuktikan kematangan mental sang pemain menghadapi tekanan media massa.

Kritik mengenai kelayakan masuk dalam susunan pemain utama skuad Tiga Singa kini berubah menjadi pujian masif.
Baca juga:
Sejarah Baru 9 Tim Afrika Lolos Grup, Kongo Tak Takut Bermimpi Lawan Inggris di Babak Gugur
Konsistensi tingkat tinggi ini membuat posisinya hampir tidak tergantikan dalam skema taktik jangka panjang pelatih.
Publik kini menanti konsistensi sang megabintang untuk membawa trofi prestisius kembali ke tanah Inggris setelah penantian panjang puluhan tahun.