Dua Periode Jadi Presiden, SBY Klaim Janjinya Terwujud
Senin, 17 September 2018 -
MerahPutih.com- Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengklaim banyak melakukan perubahan saat dirinya menjadi Presiden RI dua periode. Dia bahkan menyebut mampu mewujudkan janji politiknya saat kampanye pilpres lalu.
"Dengan segala kerendahan hati, saya ingin mengatakan bahwa janji saya bersama Partai Demokrat untuk membangun Indonesia yang lebih aman dan damai, yang lebih adil, yang lebih sejahtera, dan yang lebih demokratis dapat kita wujudkan," kata SBY saat berpidato di HUT Partai Demokrat ke-17 di Djakarta Theater, Senin (17/9).
SBY mengatakan semua hal yang telah diraih dan dicapai itu tentulah tidak jatuh dari langit. Ada rencananya, ada programnya, dan ada implementasinya. Ini semua memerlukan kepemimpinan dan manajemen pemerintahan yang efektif dari pusat hingga daerah. Jadi jelas bukan asal-asalan dan bukanlah auto-pilot.
"Sebagai contoh, selama 10 tahun, ekonomi kita tumbuh rata-rata 6%. Kemudian pengangguran turun dari 9,9% menjadi 5,7%. Kemiskinan juga turun dari 16,7% menjadi 10,96%, artinya kita bisa menurunkan angka kemiskinan sekitar 6%, atau setara dengan 8,6 juta orang yang keluar dari jerat kemiskinan. Sementara itu, lingkungan hidup kita makin terjaga. Ini membuktikan bahwa Strategi 4 Jalur dapat kita capai. Berarti pula kita dapat memenuhi janji kita," ucap SBY.
Di luar itu lanjutnya, pendapatan perkapita naik lebih dari 3x lipat dari Rp. 10,55 Juta menjadi Rp. 36,5 Juta. Artinya kenaikan tajam ini membuktikan bahwa kehidupan rakyat kita makin sejahtera. Rasio utang Pemerintah terhadap PDB juga menurun tajam dari 56,6% menjadi 25,6%, termasuk dapat kita lunasinya utang IMF lebih cepat dari jadwalnya.
"Atas capaian tersebut, sejak tahun 2008, Indonesia menjadi anggota G-20 atau grup negara-negara dengan ekonomi terbesar dunia," imbuhnya.
Masih di bidang ekonomi, selama 10 tahun kita juga membangun pertanian, perindustrian, energi, transportasi dan infrastruktur di seluruh tanah air. Listrik kita tingkatkan secara signifikan dari 25.000 Mega Watt menjadi 50.000 Mega Watt atau naik 100%. Sementara infrastruktur fisik yang kita bangun bukan hanya prasarana perhubungan, tetapi juga prasarana pendidikan, kesehatan, perumahan, dan lain-lain, dan bukan hanya di kota-kota besar tetapi juga di daerah pedesaan.
Di bidang pertahanan dan keamanan, ujar SBY, keadaan keamanan dalam negeri jauh membaik. Antara lain ditandai dengan selesainya konflik bersenjata di Aceh dan sisa-sisa konflik komunal di berbagai wilayah Indonesia. Berkat ekonomi kita yang tumbuh tinggi, kita melakukan modernisasi kekuatan pertahanan dan Alutsista TNI, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara, secara masif, dan tergolong terbesar di tingkat kawasan.
Kepolisian juga kita lakukan modernisasi dan reformasi untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitasnya. Di bidang hukum dan keadilan, kita melakukan penegakan hukum termasuk pemberantasan korupsi yang agresif dan tidak tebang pilih. Pemberantasan terorisme dan kejahatan Narkoba juga kita lakukan secara serius.
"Satu hal yang kita pegang teguh, tidak ada intervensi kekuasaan dan campur tangan politik dalam penegakan hukum dan keadilan. Di bidang demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, kita telah melakukan konsolidasi dan pematangan kehidupan demokrasi. Kita menjunjung tinggi kebebasan rakyat, termasuk kebebasan pers, serta memberikan ruang yang luas kepada civil society. Saya yakin negara ini akan makin baik kalau semua pihak diberikan ruang yang cukup untuk berekspresi dan berpartisipasi," ucapnya. (*)
Baca Berita Menarik Lainnya: SBY Ikhlas Programnya Dikemas Ulang Jokowi