Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia/ dok Kementerian ESDM
MERAHPUTIH.COM - KETUA DPP Partai Demokrat Yan Harahap menanggapi usul Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengenai pembentukan koalisi permanen. Ia menilai, di tengah bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, diperlukan solidaritas bersama, bukan manuver politik.
?
“Soal koalisi, ada waktunya nanti. Saat ini, yang lebih penting yakni kehadiran negara dan solidaritas bagi rakyat yang sedang terdampak bencana,” ujar Yan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/12).
?
Yan menilai wacana koalisi permanen tersebut kurang tepat disampaikan di tengah situasi darurat di sejumlah wilayah Sumatra. Menurutnya, energi politik semestinya dicurahkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan efektif.
?
“Menurut saya, wacana koalisi permanen yang muncul saat ini kurang pas momentumnya. Selain pemilu masih jauh, di tengah kondisi bencana seperti sekarang, energi politik sebaiknya tidak dihabiskan untuk manuver koalisi,” tegasnya.
Baca juga:
?
Namun begitu, Yan memahami motif yang ingin dicapai Bahlil melalui wacana tersebut. Ia menilai gagasan koalisi permanen merupakan upaya memperkuat soliditas pemerintahan jangka panjang. “Itu bagian dari dinamika positif dalam pemerintahan. Namun, saya tetap meyakini bahwa prioritas kita bersama saat ini adalah hadir bagi masyarakat yang terdampak bencana. Soal arah koalisi bisa dibicarakan di waktu yang lebih tepat,” tutup Yan.
?
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan terbentuknya koalisi permanen untuk mewujudkan stabilitas politik di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
?
"Partai Golkar berpandangan Bapak Presiden, bahwa pemerintahan yang kuat dibutuhkan stabilitas. Lewat mimbar yang terhormat ini, izinkan kami menyampaikan saran, perlu dibuatkan koalisi permanen," ujar Bahlil saat memberikan sambutan di puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar, di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12).
?
"Jangan koalisi on-off, on-off. Jangan koalisi in-out. Jangan koalisi di sana senang, di sini senang, di mana-mana hatiku senang," sambungnya.(Pon)
Baca juga:
PKB Sentil Golkar Ngomong Koalisi Permanen di Tengah Derita Warga Akibat Bencana
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA] : Bahlil Ngambek dan Ancam Mundur dari Jabatan Menteri ESDM jika Purbaya Turunkan Harga BBM
Mandatori Bioetanol E10 Berlaku 2028, Toyota Langsung Tancap Gas Investasi
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Asyik Berjoget di Tengah Duka Korban Bencana Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Haruskan Pada 2026 Ojol Wajib Beli Motor Listrik agar Tidak Jadi Beban Subsidi
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri ESDM Bahlil Minta PLN Naikkan Harga Token Listrik agar Rakyat Belajar Berhemat
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Golkar Gelar Rapimnas Lusa, Idrus Marham Tegaskan tidak Ada Agenda Ganti Bahlil
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Pecat Bahlil karena Ketahuan Bohong Listrik di Aceh Sudah Menyala
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana