Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing

Evakuasi Korban Bencana Alam di Aceh dan Sumatera. (Foto: dok. Polri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Partai Demokrat mendesak pemerintah segera membuka akses bantuan internasional bagi korban banjir dan longsor di Sumatra.

Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat penanganan darurat serta pemulihan kondisi warga yang terdampak.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron menyebutkan, kebutuhan dasar masyarakat saat ini semakin sulit terpenuhi, sehingga bantuan dari luar negeri seharusnya tidak dihambat.

“Dalam situasi bencana alam yang membuat rakyat sulit mengakses berbagai kebutuhan sehari-hari, khususnya pangan, sebaiknya bantuan kemanusiaan dibuka dari manapun, termasuk dari negara lain,” ujar Herman di Jakarta, Senin (8/12).

Baca juga:

Yayasan JHL Merah Putih Kasih Kirim Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra, Donasi Capai Rp 1,2 Miliar

Herman menilai, tingkat kerusakan di sejumlah wilayah terdampak sudah cukup menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk segera membuka pintu bantuan internasional.

Menurutnya, dukungan dari negara sahabat tidak hanya diperlukan pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi.

“Dengan tingkat kerusakan yang masif, kita membutuhkan bantuan pihak lain agar kehidupan masyarakat bisa kembali normal,” katanya.

Ia juga menyinggung sikap pemerintah Indonesia yang selama ini selalu sigap mengirimkan bantuan ke negara-negara lain ketika terjadi bencana. Karena itu, Herman menilai wajar bila kini Indonesia menerima bantuan serupa.

Baca juga:

KRI Semarang-594 Pembawa Logistik Korban Bencana Sumatra Mulai Bersandar, Bantuan Didistribusikan Pakai Helikopter

“Ini kelaziman antarnegara. Indonesia membantu negara lain saat ada bencana, maka hal yang sama juga berlaku jika negara lain ingin membantu kita,” ujarnya.

Seperti diketahui, banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada 25 November lalu menimbulkan kerusakan besar. Namun hingga hampir dua pekan berlalu, pemerintah Indonesia belum membuka akses bantuan asing.

Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Rabu (3/12) menyatakan, bahwa Indonesia masih mampu menangani bencana tersebut dan memiliki stok pangan yang cukup bagi korban.

Berdasarkan data BNPB hingga Minggu (7/12) sore, tercatat 940 orang meninggal dunia, 276 orang masih hilang, dan sekitar 5.000 warga mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. (Pon)

#Banjir Sumatra #Bencana Alam #Bantuan Bencana Alam #Partai Demokrat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
BNPB menetapkan bantuan rumah korban gempa NTT sebesar Rp 15 juta untuk rusak ringan, Rp 30 juta rusak sedang, dan Rp 70 juta rusak berat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Partai Demokrat membantah pidato Agus Harimurti Yudhoyono menjadi sinyal Pilpres 2029.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Indonesia
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
BNPB minta tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 triliun ke Kemenkeu untuk mempercepat penanganan bencana 2026. Anggaran rutin Rp 1,08 triliun dinilai tak cukup
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
Indonesia
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Puan Maharani mengingatkan tingginya ancaman gempa di Indonesia dan mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan bencana terpadu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Indonesia
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
BNPB mencatat 1.730 bencana alam melanda Indonesia sejak Januari hingga 7 September 2026. Banjir dan karhutla mendominasi, 111 ribu rumah rusak, ribuan fasilitas publik terdampak.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
Bagikan