MerahPutih Pendidikan - Komisi X DPR meminta pemerintah tidak memaksakan penerpan sistem computer based test (CBT) dalam Ujian Nasional (UN) tahun 2015. Khususnya bagi sekolah-sekolah yang belum mampu karena tidak memiliki infrastuktur yang memadai. (Baca: Jelang UN Pekan Depan, Pendistribusian Soal di Sulses Rampung)
Sekolah-sekolah yang belum siap justru akan mengganggu prestasi keberhasilan anak didik. Namun, pemerintah bisa menggunakan sistem tersebut bagi sekolah-sekolah yang sudah siap. "Saya kira itu langkah positif," ujar anggota Komisi X Anas Thahir kepada Merahputih.com, di DPR, Jakarta, Selasa (7/4).
Ke depan, kata Anas, Indonesia akan menggunakan sistem ini. Sebab, hal ini merupakan proses pemebelajaran bagi masyarakat dan peserta didik untuk menggunakan teknologi. (Baca: Ceu Popong: UN Itu sebagai Bukti Belajar Siswa, seperti Orang Nyetir)
"Suka atau tidak suka kita akan lalui jalan ini. Jadi proses pembelajaran anak didik. Masyarakat untuk berproses dangan teknologi," tandasnya. (mad)