MerahPutih.com – Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah militer AS melancarkan serangan ke wilayah Iran pada Selasa (9/6) sore waktu setempat.
Serangan ini disebut sebagai respons atas jatuhnya helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat AS di dekat Selat Hormuz sehari sebelumnya.
Baca juga:
Siapkan Aksi Balasan, Iran Tuding Kuwait dan Bahrain Terlibat Serangan AS ke Pulau Qeshm
Presiden AS Donald Trump menuding Iran bertanggung jawab atas insiden tersebut. Media pemerintah Iran melaporkan serangan terjadi di Pulau Qeshm dan sebuah proyektil juga menghantam kota pelabuhan Sirik.
DPR Minta Indonesia Ambil Peran
Menanggapi eskalasi tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh meminta pemerintah Indonesia mengambil peran aktif di forum internasional.
“Kami meminta pemerintah Indonesia untuk terus mendorong PBB dan komunitas internasional agar segera mengambil langkah konkret menghentikan konflik ini. Semua pihak harus mengupayakan terwujudnya kembali gencatan senjata,” katanya, Rabu (10/6).
Baca juga:
Trump Ancam Hancurkan Oman Jika Ikuti Jejak Iran Kuasai Selat Hormuz
Menurutnya, konflik bersenjata yang berlanjut akan berdampak buruk bagi masyarakat internasional, termasuk mengganggu stabilitas ekonomi dunia.
Jika konflik ini terus bereskalasi, suasana geopolitik dunia akan semakin memanas. Dampaknya tidak hanya dirasakan negara-negara yang terlibat, tetapi juga seluruh dunia, termasuk sektor ekonomi global dan harga energi,
Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh
Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Oleh Soleh menekankan Indonesia harus konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan terus menyuarakan perdamaian, penghentian perang, serta penyelesaian konflik melalui diplomasi dan dialog. Dia juga menyoroti pentingnya perhatian dunia terhadap Palestina.
Baca juga:
Israel Blokade Bantuan Internasional Tutup Semua Pintu Masuk Gaza, Iran Dijadikan Alasan
“Indonesia harus terus menyuarakan perdamaian, penghentian perang, dan yang tidak kalah penting adalah penghentian penjajahan Israel terhadap Palestina. Kemerdekaan Palestina adalah harga mati,” pungkasnya. (Pon)