MerahPutih.com - Kapal yang melintasi Selat Hormuz menghadapi tantangan bahaya baru. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan jalur selatan Selat Hormuz kini telah dipasangi ranjau laut.
Aksi militer Iran mulai menebar ranjau laut itu merespons sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran, termasuk di Teheran.
Jalur selatan Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau akan menghancurkan investasi Anda. Jangan terjebak oleh tipu daya Amerika Serikat,
Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi
Eskalasi Iran Vs AS Memanas
Presiden Trump juga menegaskan militer AS akan membombardir wilayah Iran setiap mereka melancarkan serangan terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Sebaliknya, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ahmad Bakhshayesh Ardestani, menuding AS telah memicu eskalasi dengan mencoba mengalihkan lalu lintas kapal melalui jalur selatan (Oman). Dilansir Antara, Teheran menegaskan seluruh kapal harus transit melalui jalur yang ditetapkan Iran.
Komando Pusat Khatam al-Anbiya Iran juga menegaskan jalur perairan Selat Hormuz masih ditutup bagi pelayaran. Jika nantinya dibuka kembali, seluruh kapal diwajibkan mengikuti rute resmi yang ditentukan Iran.
Gencatan Senjata Buyar
Pada 18 Juni, Teheran dan Washington sempat menandatangani memorandum penghentian konflik yang dimulai sejak 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
CENTCOM menyebut serangan itu sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal komersial. Sebagai balasan, Iran menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah. Presiden Trump kemudian menegaskan gencatan senjata antara AS dan Iran tidak lagi berlaku. (*)

