MerahPutih.com - Serangan dan perang ancaman terus meningkat di Timur Tengah, semenjak Amerika Serikat (AS) menyerang Iran, di tengah prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Terkini, Iran mengancam jika pembangkit listrik dan jembatan dihancurkan, sekutu-sekutu Washington di kawasan Timur Tengah juga akan dibuat gelap gulita.
Jika jembatan-jembatan dan pembangkit-pembangkit listrik kami diserang, terputusnya aliran listrik di negara-negara sekutu (AS) tak akan terhindarkan,
kata kata Panglima Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Seyed Majid Mousavi.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran untuk setiap kapal yang diserang Iran di Selat Hormuz.
Baca juga:
Trump Usulkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB
Sementara itu, Komando Pusat Khatam Al-Anbiya Iran mengatakan, jika ancaman AS terhadap infrastruktur Iran benar-benar dilakukan, Teheran akan melakukan lebih dari sekadar memblokade ekspor minyak di kawasan.
Iran juga akan menyerang infrastruktur minyak, gas, ekonomi, dan pembangkit listrik di seantero Timur Tengah.
Ancaman berulang dari kriminal AS dan militernya hanya akan memperluas perang di kawasan dan lebih luas lagi,
kata badan tersebut dalam pernyataan yang disiarkan televisi nasional Iran.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Rabu mengatakan bahwa berlanjutnya permusuhan di Timur Tengah tidak memberi keuntungan, baik bagi pihak Amerika Serikat maupun Iran.
Namun, saya merasa bahwa berlanjutnya permusuhan tidaklah menguntungkan baik bagi Amerika Serikat maupun Iran,
kata Lavrov dalam konferensi pers usai Pertemuan Tingkat Menteri Rusia-ASEAN. Ada pihak-pihak yang ingin memprovokasi kedua belah pihak untuk melanjutkan konflik ini. Kami bukan salah satu dari mereka," katanya.

