Final Piala Dunia 2026, NORAD Berlakukan Pembatasan Terbang

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 18 Juli 2026
Final Piala Dunia 2026, NORAD Berlakukan Pembatasan Terbang

Final Piala Dunia 2026. Foto: Dok. FIFA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KOMANDO Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) akan memberlakukan pembatasan sementara ruang udara di New York dan New Jersey selama final Piala Dunia FIFA 2026, yang digelar Minggu (19/7) waktu AS. NORAD mengatakan pembatasan itu berlaku mulai Jumat hingga Minggu melalui sejumlah temporary flight restrictions (TFR) yang diterapkan bersama Administrasi Penerbangan Federal (FAA).

"NORAD akan memberlakukan beberapa kawasan temporary flight restrictions (TFR) milik Federal Aviation Administration di wilayah metropolitan New York dan New Jersey mulai Jumat hingga Minggu," ujar pihak NORAD melalui platform X, Jumat.

Sebelumnya, media Argentina Ole melaporkan laga final berpotensi dijadwalkan ulang akibat asap kebakaran hutan di Kanada yang telah mencapai New York.
Meski demikian, media tersebut melaporkan kemungkinan penundaan pertandingan tetap kecil meskipun kualitas udara telah mencapai tingkat yang membahayakan.

Piala Dunia FIFA 2026 berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli.

Baca juga:

Lionel Messi Ungkap Momen saat Mandikan Lamine Yamal, Kini Bertemu di Final Piala Dunia 2026



Laga final akan mempertemukan Argentina melawan Spanyol pada Minggu (19/7) di Kota New York.

Argentina telah tiga kali menjuarai Piala Dunia, yakni pada 1978, 1986, dan 2022.
Jika kembali menjadi juara, Argentina akan menjadi negara ketiga yang berhasil mempertahankan gelar Piala Dunia secara beruntun setelah Italia (1934 dan 1938) serta Brasil (1958 dan 1962).

Sementara itu, Spanyol akan tampil di final Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah merebut gelar juara pada Piala Dunia 2010.(*)

Baca juga:

Prediksi Prancis vs Inggris: Duel Gengsi Perebutan Juara 3 Piala Dunia 2026

#Piala Dunia 2026 #Piala Dunia #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Olahraga
Timnas Indonesia Masuk Grup G Piala Dunia U-15 FIFA Bareng Portugal, Main di Azerbaijan 22-30 Oktober
Timnas Indonesia U-15 akan bersaing ketat melawan lima negara lintas benua, yaitu Bangladesh, Burundi, Fiji, Portugal, dan Wales.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Oktober 2026
Timnas Indonesia Masuk Grup G Piala Dunia U-15 FIFA Bareng Portugal, Main di Azerbaijan 22-30 Oktober
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Bagikan