MerahPutih.com - Iran mendeteksi peningkatan kehadiran militer AS di kawasan tersebut dan bersiap sesuai dengan itu, kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, Senin (20/7).
Washington Post sebelumnya melaporkan bahwa AS sedang mempersiapkan aksi militer skala besar terhadap Iran dan memperkuat kehadiran militernya di kawasan.
Qatar, Mesir, Pakistan, dan sejumlah mediator regional lainnya mengajukan proposal gencatan senjata selama 10 hari kepada Amerika Serikat dan Iran, demikian dilaporkan Axios mengutip sejumlah sumber.
Laporan yang diterbitkan pada Senin malam (20/7) itu menyebutkan bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang mengkaji proposal tersebut. Washington juga meminta Israel untuk menghindari langkah-langkah yang dapat menutup peluang bagi penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Baca juga:
2 Tanker Meledak di Selat Hormuz, Iran Salahkan Agresi Blokade AS
Meski demikian, Amerika Serikat secara bersamaan tetap mempersiapkan berbagai langkah antisipasi apabila perundingan tersebut tidak membuahkan hasil.
Di sisi lain, militer Israel dilaporkan telah meningkatkan status kesiagaan dan bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi konflik menjadi kampanye militer berskala penuh dalam beberapa hari ke depan.
Proposal gencatan senjata yang baru itu disebut mencakup penghentian sementara permusuhan, pembukaan kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, serta memberikan kesempatan bagi Washington dan Teheran untuk menyelamatkan nota kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati.
Pada 18 Juni malam, Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang mengatur pengakhiran konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS telah melakukan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran.

