MerahPutih.com - The Wall Street Journal mengabarkan bahwa Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan memperluas operasi militer terhadap Iran.
Dengan mengutip pejabat AS, laporan itu menyebut opsi yang dipertimbangkan mencakup pengerahan pasukan darat untuk menginvasi Pulau Kharg.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran "menunggu saat yang tepat untuk menyambut" pasukan Amerika Serikat di Pulau Kharg.
Ya, mereka akan menerima konsekuensinya. Saya pikir ada banyak orang di daerah itu yang sedang menunggu saat yang tepat untuk 'menyambut' mereka,
kata Baghaei dalam konferensi pers pada Senin (20/7).
Baca juga:
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), seperti dikutip kantor berita Tasnim, menyatakan akan segera memukul mundur segala upaya pasukan AS memasuki wilayah Iran.
Iran pada Senin menyatakan bahwa mereka telah menerima usulan dari para mediator yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dan sedang meninjau usulan tersebut, sambil menegaskan kembali komitmen terhadap diplomasi di tengah baku tembak antara Washington dan Teheran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeli Baqaei, mengatakan dalam konferensi pers bahwa para mediator sedang berupaya mencegah eskalasi lebih lanjut dan telah menyampaikan usulan kepada Teheran.
Kami telah menerima usulan melalui para mediator, tetapi tidak akan membahas detailnya pada tahap ini,
kata Baqaei dalam komentarnya yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah IRIB.
Dia mengatakan, korps diplomatik Iran terus menjalankan tanggung jawabnya bersama dengan angkatan bersenjata negara.
Sementara angkatan bersenjata kita menanggapi dengan tegas dan cepat terhadap sumber agresi Amerika, diplomasi sepenuhnya menyadari tugasnya dan tidak akan mengabaikan upaya apa pun dalam memenuhinya,
katanya.

