MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berbicara dalam sebuah rapat umum di Dallas, Texas, menyambut baik kesepakatan energi yang melibatkan cadangan minyak terbukti Venezuela yang diperkirakan sekitar 65 miliar barel.
Ia menyebut kesepakatan tersebut berpotensi menjadi kesepakatan terbesar dalam sejarah negara itu.
Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,
kata Trump.
Gedung Putih mengumumkan rincian kesepakatan energi tersebut. Berdasarkan kesepakatan itu, North American Blue Energy Partners (NABEP) akan memberikan 35 persen saham ekuitas di perusahaan induknya kepada Office of Strategic Capital di bawah Departemen Pertahanan AS (Pentagon), tanpa membebani pembayar pajak AS.
Baca juga:
Tentara Amerika Serikat Datang ke Manado, Bawa C-130 untuk Latihan Bersama TNI-AU
Departemen Luar Negeri AS juga akan memiliki hak untuk membeli 20 persen dari hasil produksi sesuai dengan biaya produksinya. NABEP telah mendapatkan konsesi selama 100 tahun yang mencakup 17 ladang minyak.
Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez sebelumnya menyebut kesepakatan tersebut sebagai perjanjian berdurasi 25 tahun.
Kesepakatan itu diperkirakan menghasilkan royalti dan pajak senilai 200 miliar dolar AS atau Rp 3.517 triliun selama 25 tahun pertama. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan kembali Venezuela dan pengembangan sektor sosial.