Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas

Dwi AstariniDwi Astarini - 1 jam, 6 menit lalu
Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas

9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida.(foto: Instagram @weekendtraveler195)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — TEMUAN baru mengungkap fakta hancurnya Learjet 60 yang jatuh di Florida, Amerika Serikat. Para penyelidik menduga beberapa bagian dari pesawat jet pribadi yang jatuh di Florida itu mungkin telah terlepas saat masih di udara. Seluruh penumpang yang berjumlah sembilan orang tewas.

Pesawat jenis Learjet 60 tersebut sedang terbang menuju Bahama dari Austin, Texas, ketika tiba-tiba menukik tajam ke jalan raya berlajur banyak dan meledak saat menghantam tanah. Seorang pengusaha di bidang teknologi beserta keluarganya, serta seorang asisten pilot (kopilot) berusia 20 tahun, termasuk di antara korban tewas pada Minggu tersebut.

Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) menyatakan kondisi cuaca akan menjadi fokus utama penyelidikan. Namun, mereka mengalami kesulitan untuk mengakses bangkai pesawat akibat kawah besar di jalan raya yang terbentuk akibat hantaman jet tersebut di Palm Beach.

Pesawat tersebut jatuh di Military Trail, sebuah jalan enam lajur yang dipenuhi kawasan bisnis dan restoran, pada sekitar pukul 12.50 waktu setempat.

"Hambatan terbesar yang akan kami hadapi yakni mengevakuasi bagian utama bangkai pesawat dari kawah hantaman di badan jalan," ujar ketua tim penyelidik, Tim Monville, dalam konferensi pers pada Senin (2/11), dikutip BBC.

Baca juga:

9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan



NTSB menyebut kawah itu terletak di dekat pintu masuk kawasan permukiman rumah bergerak (mobile home park). Kawah didapati tergenang air akibat badai dahsyat. Curah hujan tinggi dan badai petir memang dilaporkan terjadi di area tersebut saat kecelakaan berlangsung. Puing-puing pesawat terlihat berserakan di lapangan olahraga, area bisnis, hingga permukiman warga di sekitar lokasi.

"Kami memiliki beberapa bukti bahwa ada bagian pesawat yang terlepas sebelum hantaman terjadi. Kami mungkin akan menemukan potongan-potongan pesawat cukup jauh dari titik lokasi hantaman utama,” kata Tom Chapman dari NTSB.

Para pejabat juga sedang berusaha memastikan apakah terdapat rekaman suara kokpit (cockpit voice recorder) di dalam pesawat saat kecelakaan terjadi dan apakah alat tersebut dapat dievaluasi. Hasil analisis penerbangan menunjukkan pesawat jet tersebut menukik turun ratusan kaki per detik sebelum akhirnya jatuh.

Dalam rekaman audio pengawas lalu lintas udara (ATC), seseorang di dalam kokpit terdengar melaporkan adanya ‘turbulensi sedang’ dan bahwa awak pesawat sedang ‘menangani penumpukan es’. Mereka kemudian terdengar mengatakan bahwa pesawat ‘mulai terkena presipitasi (hujan/es)’ dan ‘kami harus naik’. Beberapa saat kemudian, suara yang sama mengatakan pesawat mengalami penurunan ketinggian dengan kecepatan 3.048 meter per menit.

Pesan darurat pun dipancarkan dan mereka terdengar berteriak, “Kami dalam kondisi overspeed (kecepatan berlebih) dan menukik turun 20.000 kaki per menit.” Setelah itu, suara itu berkata, “Kami akan menghantam tanah."

Tujuh penumpang tewas di dalam penerbangan tersebut. Korban meliputi pengusaha teknologi Adam Robinson, istrinya, Helen Sharp, serta dua anak mereka, Emma, 4, dan Charlie, 2. Selain keluarga itu, ada pula Rachael Reed, Charmi Fehr, dan Anita Maria Cetina.

Pilot pesawat diidentifikasi dalam laporan media sebagai Jeffery Gregory, sedangkan Nathalia Filgueiras, 20, yang memperoleh lisensi pilotnya pada usia 17 tahun, dilaporkan bertindak sebagai kopilot.

Seorang pria yang berada di dalam mobil di darat mengalami cedera pada bagian kaki.(dwi)

Baca juga:

Kecelakaan Jet Pribadi di Florida Tewaskan 9 Orang, NTSB Ungkap Pesawat Hancur sebelum Jatuh

#Kecelakaan #Amerika Serikat #Jet Pribadi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas
Seorang pengusaha di bidang teknologi beserta keluarganya dinyatakan sebagai korban tewas pada Minggu tersebut.
Dwi Astarini - 1 jam, 6 menit lalu
Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas
Dunia
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Iran mengajukan tujuh syarat kepada AS sebelum bersedia berunding dan membuka Selat Hormuz. Tuntutannya mencakup pencabutan sanksi hingga penghentian blokade.
Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Dunia
Kecelakaan Jet Pribadi di Florida Tewaskan 9 Orang, NTSB Ungkap Pesawat Hancur sebelum Jatuh
Pesawat jet pribadi mengalami kecelakaan di Florida, Amerika Serikat. Kecelakaan itu menewaskan 9 orang.
Soffi Amira - Selasa, 03 November 2026
Kecelakaan Jet Pribadi di Florida Tewaskan 9 Orang, NTSB Ungkap Pesawat Hancur sebelum Jatuh
Dunia
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Iran memperingatkan perang baru dengan Amerika Serikat bisa berlangsung lebih lama. Ancaman muncul setelah Donald Trump mengisyaratkan serangan lanjutan.
Yusuf Abdillah - Senin, 02 November 2026
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Dunia
9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Pesawat menukik ke tanah hampir secara vertikal dan meledak menjadi bola api besar.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
  9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
ShowBiz
Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Young menyatakan penggunaan lagu miliknya yang dirilis pada 1989, 'Rockin' in the Free World', tanpa izin.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Dunia
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Dunia
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Kuba mengadu ke PBB usai 2,6 juta rakyatnya kesulitan air minum akibat krisis listrik dan blokade ekonomi Amerika Serikat. Simak laporan resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Indonesia
Lebih 50 Orang Tewas dan 179 Terluka Dalam Kecelakaan Kereta, Pemerintah Madrid Kirim Ratusan Tenaga Ahli
Tabrakan antar dua kereta api terjadi di jalur berkecepatan tinggi yang menghubungkan Madrid dengan wilayah otonom Andalusia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Lebih 50 Orang Tewas dan 179 Terluka Dalam Kecelakaan Kereta, Pemerintah Madrid Kirim Ratusan Tenaga Ahli
Indonesia
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Caracas, ibu kota Venezuela, yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Bagikan