MerahPutih.com - Sebuah pesawat jet dilaporkan mulai hancur di udara sebelum jatuh di kawasan permukiman Florida Selatan, Amerika Serikat, Senin (2/11) waktu setempat.
Kecelakaan tersebut menewaskan sembilan orang yang berada di dalam pesawat. Puing-puing pesawat juga tersebar di area yang luas.
Menurut laporan pihak berwenang, pesawat jenis Learjet 60 itu jatuh sekitar pukul 12.50 waktu setempat pada Minggu (1/11). Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Austin, Texas, menuju Bahama.
Jet itu jatuh di wilayah Palm Beach County, kurang dari 10 mil atau sekitar 16 kilometer dari resor Mar-a-Lago milik Presiden AS Donald Trump. Insiden tersebut menewaskan dua awak pesawat dan tujuh penumpang.
Baca juga:
Pihak berwenang memastikan seluruh sembilan orang di dalam pesawat meninggal dunia. Sementara itu, seorang pria yang berada di darat mengalami cedera pada bagian kaki.
Kantor Pemeriksa Medis Palm Beach County menyatakan belum secara resmi mengidentifikasi para korban. Meski demikian, pihak keluarga telah mengenali beberapa orang yang berada di dalam pesawat, termasuk satu keluarga beranggotakan empat orang dan kopilot berusia 20 tahun, Nathalia Filgueiras.
NTSB Temukan Bukti Pesawat Hancur sebelum Benturan
Dalam konferensi pers pada Senin (2/11), anggota Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB), Thomas Chapman, mengatakan penyelidik menemukan bukti bahwa pesawat mulai hancur sebelum menghantam tanah. Namun, pihak berwenang belum dapat memastikan penyebab kecelakaan tersebut.
Mengutip USA Today, penyelidik NTSB juga menolak berspekulasi mengenai faktor yang menyebabkan pesawat itu jatuh.
"Kami memang memiliki bukti bahwa pesawat sempat mengalami kehancuran sebelum benturan terjadi. Ada kemungkinan kami akan menemukan bagian-bagian pesawat di lokasi yang cukup jauh dari titik benturan yang sebenarnya," kata Chapman.
Rekaman audio kokpit mengungkapkan bahwa awak pesawat sempat berupaya mengatasi masalah es dan turbulensi tingkat menengah. Mereka kemudian melaporkan penurunan ketinggian secara cepat sebelum mengeluarkan panggilan darurat atau mayday.
Baca juga:
9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Menurut pernyataan prakirawan cuaca AccuWeather, hujan lebat dan badai petir tengah melanda wilayah tersebut ketika kecelakaan terjadi.
Rekaman video memperlihatkan pesawat jet itu menukik tajam ke tanah di dekat jalan raya yang ramai dan pintu masuk kawasan hunian rumah mobil (mobile home community), sebelum terbakar hebat.
Penyelidik menyebut kecelakaan tersebut menyisakan puing-puing yang tersebar di area sangat luas dan memicu sejumlah kebakaran. Kondisi itu memaksa sekitar 600 orang dievakuasi.
Penyelidik Berharap Temukan Black Box Learjet 60
Chapman mengatakan catatan menunjukkan pesawat tersebut pernah dilengkapi perekam suara kokpit atau yang dikenal sebagai kotak hitam (black box). Namun, penyelidik belum mengetahui apakah perangkat itu masih berada di dalam pesawat sebelum kecelakaan terjadi.
"Kami sangat berharap dapat menemukannya kembali," ujarnya.
Perangkat tersebut biasanya berwarna oranye terang agar mudah ditemukan tim pencari di antara puing-puing. Kotak hitam dirancang agar mampu bertahan dari benturan keras, kebakaran, hingga berada di perairan dalam.
Chapman mengatakan penemuan perangkat tersebut akan sangat membantu proses penyelidikan. Meski demikian, jika kotak hitam tidak ditemukan, pihaknya tetap akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui bagaimana kecelakaan itu terjadi.
Baca juga:
Bukan Cuma Hercules, Bandara Kertajati Jadi Bengkel Jet Tempur TNI
Kopilot 20 Tahun Berjuang hingga Momen Terakhir
View this post on Instagram
Dalam wawancara di luar kediamannya di Boca Raton, Florida, adik Nathalia Filgueiras mengatakan bahwa kopilot berusia 20 tahun tersebut telah berjuang hingga saat-saat terakhir.
Giulia Filgueiras menggambarkan Nathalia sebagai sosok pemberani dan gadis luar biasa yang terus mengejar impiannya.
Nathalia bercita-cita menjadi pilot sejak berusia 12 tahun. Ia kemudian membuktikan bahwa setiap perempuan mampu melakukan apa pun untuk mewujudkan impiannya.
Ibunya, Camila Corteleti, mengatakan putrinya bertugas sebagai kopilot dalam pesawat jet tersebut dan telah mengantongi lebih dari 1.300 jam terbang. Nathalia juga memperoleh lisensi pilot saat berusia 17 tahun, sebagaimana dilaporkan The New York Times dan New York Post.
Camila menambahkan bahwa putrinya bekerja untuk Upper Jets, perusahaan penyewaan pesawat pribadi yang berbasis di Fort Lauderdale.
Sementara itu, Upper Jets menyampaikan belasungkawa kepada seluruh pihak yang terdampak kecelakaan tersebut. Perusahaan itu juga menyatakan tengah bekerja sama dengan otoritas lokal, negara bagian, dan federal.
"Hati kami tertuju kepada semua pihak yang terdampak oleh tragedi ini. Kami berkomitmen untuk mendukung keluarga dari mereka yang kehilangan orang yang dicintai kemarin, dan kami turut mendoakan mereka seraya kita berduka bersama," kata Upper Jets. (sof)