MerahPutih.com - Militer Iran mengeklaim telah melancarkan serangan drone berskala besar terhadap dua instalasi militer Amerika Serikat di Kuwait, pada Minggu (19/7).
Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, IRIB, militer Iran menyatakan, menyerang gudang amunisi di Camp Al Adiri, serta sistem rudal Patriot dan instalasi radar pertahanan udara di Pangkalan Udara Ali Al Salem.
Militer Kuwait menyatakan bahwa angkatan bersenjata negara itu sedang merespons ancaman rudal dan drone di tengah berlanjutnya serangan Iran dalam beberapa hari terakhir.
Ledakan apa pun yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh,
kata angkatan bersenjata melalui media sosial X.
Baca juga:
Aturan Baru MSCI Siap Jegal Saham Gorengan, Bakal Pengaruhi Aliran Dana Asing di Bursa Efek
Pihak militer mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh arahan keamanan yang dikeluarkan oleh otoritas Kuwait.
Selama hampir sepekan terakhir, Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran.
Sebagai balasan, Teheran menyerang fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer AS di beberapa negara di kawasan, termasuk Kuwait.
Eskalasi antara Washington dan Teheran terjadi meskipun pada Juni lalu kedua pihak menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang langgeng.
Sementara itu, Kota pelabuhan Bandar Abbas, salah satu pusat perdagangan terpenting di Iran bagian selatan, dilaporkan hampir sepenuhnya terisolasi akibat pengeboman Amerika Serikat.
RIA Novosti mengutip laporan laporan The Telegraph, melaporkan pada Minggu bahwa militer AS telah melancarkan serangan secara intensif terhadap kota di selatan Iran itu selama sepekan terakhir.
Akibat pengeboman tersebut, Bandar Abbas yang berpenduduk sekitar 500.000 jiwa dan menjadi jalur sekitar separuh perdagangan Iran itu, dilaporkan nyaris terputus dari wilayah lain di negara itu.
Jalan raya dan jalur kereta api yang menghubungkan kota tersebut dengan daerah lain dilaporkan telah hancur pada Jumat pagi, menurut laporan tersebut.

