MerahPutih.com - Saling serang antara AS dan Iran belum menunjukan tanda berakhir, malahan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan Washington melakukan serangan terhadap Iran. Teheran juga menargetkan sejumlah fasilitas dan peralatan militer AS di berbagai negara di kawasan.
Kabar terkini, merika Serikat mengerahkan lebih dari 20 kapal ke Timur Tengah untuk mendukung operasi militer yang sedang berlangsung di kawasan tersebut, kata Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Selasa (28/7).
Ada lebih dari 20 kapal yang beroperasi di seluruh wilayah Timur Tengah untuk mendukung operasi militer, termasuk penegakan ketat blokade tembok baja AS terhadap Iran,
kata CENTCOM di platform X.
Selain itu, satu kapal komersial tambahan telah diperintahkan untuk mengubah arah pelayarannya sesuai dengan blokade angkatan laut tersebut, sehingga jumlahnya menjadi 18, lanjut CENTCOM.
Baca juga:
3 Tanker Pro-AS Nekat Lewati Ranjau Iran di Selat Hormuz, 1 Meledak 2 Balik Kanan
AS dan Iran sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengupayakan berakhirnya konflik sejak 28 Februari.
Namun, militer AS kembali melancarkan beberapa serangan terhadap Iran sejak 8 Juli. CENTCOM mengklaim bahwa hal ini merupakan respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Iran kemudian melakukan balasan dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS yang berada di Timur Tengah dan menuding AS melanggar perjanjian gencatan senjata. Trump kemudian menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati oleh Iran tidak lagi berlaku.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade laut AS terhadap Iran masih berlaku penuh. Selama blokade, CENTCOM menyebutkan bahwa pasukan AS telah mengalihkan 12 kapal dagang yang berusaha menerobos, menonaktifkan dua kapal yang tidak mematuhi, serta menaiki dua kapal lain untuk memverifikasi kepatuhan hingga 25 Juli.