3 Tanker Pro-AS Nekat Lewati Ranjau Iran di Selat Hormuz, 1 Meledak 2 Balik Kanan

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
3 Tanker Pro-AS Nekat Lewati Ranjau Iran di Selat Hormuz, 1 Meledak 2 Balik Kanan

Iluustrasi - Ledakan hebat (ANTARA/Ardika/am.)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tiga tanker minyak mencoba melintasi wilayah Selat Hormuz meminta bantuan dari Pemerintah Amerika Serikat (AS), tetapi gagal melewati jebakan ranjau laut Iran.

Baca juga:

Kapal Asing Jangan Nekat Lewat Jalur Selat Hormuz, Iran Mulai Tebar Ranjau Laut

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan satu dari tiga tanker pro AS itu meledak terkena ranjau laut. Sedangkan dua kapal tanker lainnya memilih balik arah batal melanjutkan pelayaran.

Tiga tanker minyak dukungan Amerika Serikat mencoba melintasi rute yang telah dipasangi ranjau di sebelah selatan Selat Hormuz. Setelah salah satu kapal tanker itu meledak dan terbakar, dua kapal lainnya segera berbalik arah dan mundur,

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Iran Ingatkan Kapal-Kapal Jangan Terjebak Janji Keamanan Trump

Aksi militer Iran mulai menebar ranjau laut itu merespons sikap Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran, termasuk di Teheran.

Presiden Trump juga menegaskan akan membombardir wilayah Iran setiap mereka melancarkan serangan terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz di bawah pengamanan militer AS.

Jalur selatan Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau akan menghancurkan investasi Anda. Jangan terjebak oleh tipu daya Amerika Serikat,

Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi

IRGC itu juga menegaskan tidak ada tanker minyak yang boleh masuk maupun keluar jalur pelayaran Selat Hormuz tanpa izin Pemerintah Iran.

"Setiap kapal, yang terjebak dalam tipu daya Amerika dan mencoba melintas tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran, akan menemui nasib yang sama," tandas Mohebbi.

Baca juga:

Trump Ancam Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik, Iran Bersiap Gelapkan Sekutu AS

Nasib Gencatan Senjata Bubar Jalan

Pada 18 Juni lalu, AS dan Iran sebetulnya sudah sempat menandatangani memorandum penghentian konflik di perairan Selat Hormuz yang terjadi sejak 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

CENTCOM menyebut serangan itu sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal komersial. Sebagai balasan, Iran menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah. Presiden Trump kemudian menegaskan gencatan senjata antara AS dan Iran tidak lagi berlaku. (*)

#Iran #Amerika Serikat #Selat Hormuz
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Bagikan