Laga Terakhir Grup Jepang Vs Swedia: Reka Ulang Romantisme Mukjizat Berlin 1939

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Laga Terakhir Grup Jepang Vs Swedia: Reka Ulang Romantisme Mukjizat Berlin 1939

Jepang vs Swedia di laga terakhir Grup F Piala Dunia 2026 membangkitkan romantisme kenangan Mukjizat Berlin 1939 . Foto: X/jfa_samuraiblue

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Duel Jepang dengan Swedia dalam pertandingan terakhir Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat, Jumat (26/6) pukul 06.00 WIB buka laga biasa, tetapi mengingatkan publik kepada peristiwa 90 tahun lalu di Berlin, Jerman.

Saat itu pada Olimpiade Berlin, 1939, ketika untuk pertama kalinya Jepang mengikuti pesta olahraga sejagad ini, timnas sepak bola mereka mengawali laga dengan menghadapi Swedia yang saat itu merupakan kekuatan besar sepak bola dunia dan favorit peraih medali emas.

Baca juga:

Prediksi Jepang vs Swedia: Samurai Blue Siap Lanjutkan Tren tak Terkalahkan di Grup F Piala Dunia 2026

Mukjizat Berlin Samurai Biru Bangkit dari Ketinggalan 2 Gol

Saat masuk lapangan di Berlin, Jepang sudah mengagetkan banyak orang dengan fisiknya yang lebih kecil bagi rata-rata orang Eropa, apalagi orang Swedia yang umumnya tinggi besar.

Semua berjalan seperti dalam pikiran banyak orang. Swedia langsung menggilas Jepang, berkat fisik dan tekniknya itu, persis sudah diduga kebanyakan orang. Mereka memimpin 2-0 sampai babak pertama usai.

Tak disangka, Jepang bangkit. Pertama menyamakan kedudukan, lalu berbalik menang 3-2. Dunia gempar, kagum oleh daya tahan dan daya juang Jepang. Dari situlah kemudian muncul istilah "Miracle of Berlin", atau "Mukjizat Berlin".

Baca juga:

Kalah 1-5 dari Timnas Belanda, Pelatih Swedia Tidak Menyangka

Itulah pertemuan pertama Jepang dengan Swedia dalam pertandingan sepak bola internasional, yang juga salah satu dari lima pertemuan antara kedua tim sebelum mereka bertemu lagi dalam laga terakhir Grup F Piala Dunia 2026.

Walau Jepang masuk lapangan Piala Dunia 2026 tidak dalam kondisi inferior seperti 90 tahun silam, dan malah berpotensi menjadi salah satu tim baru yang menjuarai Piala Dunia, romantisme "Mukjizat Berlin" kembali meliputi pertemuan kedua tim di Texas nanti.

Rekam Jejak dan Ambisi Samurai Biru

Sejak kalah 0-2 dari Amerika Serikat pada laga persahabatan September 2025, Jepang tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir. Catatan itu termasuk kemenangan atas Brasil dan Inggris, serta hasil imbang melawan Belanda di fase grup.

Kami hanya ingin berusaha menang dalam setiap pertandingan,

Pelatih Timnas Jepang Hajime Moriyasu

Dalam laga nanti, Jepang agaknya tetap mengandalkan formasi 3-4-3 yang terbukti seimbang dalam menyerang dan bertahan. Nama-nama seperti Keito Nakamura, Daichi Kamada, Ao Tanaka, dan Ritsu Doan akan mengatur tempo, sementara Kasihu Sano, Ayase Ueda, dan Junya Ito menjadi trisula lini depan.

Baca juga:

Jepang Siap Hadirkan Permainan Berkualitas di Laga Ke-1.000 dalam Sejarah Puala Dunia

Harapan Asia

Jika laga berakhir imbang, kedua tim akan lolos ke babak 32 besar. Namun gengsi membuat duel ini tetap sengit, terutama bagi Jepang yang berusaha meniti jalan sempurna menuju ambisi juara. Jepang kini menjadi salah satu tim Asia dengan peluang terbesar lolos ke fase gugur, bersama Iran dan Australia.

Kemenangan atas Swedia bukan hanya penting bagi Samurai Biru, tetapi juga memberi semangat bagi tim Asia lain. Dilansir Antara, wakil Asia lainnya Australia, Iran, dan Arab Saudi masih harus berjuang di laga terakhir untuk bisa lolos ke babak gugur. (*)

#Piala Dunia #Jepang #Swedia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
QFA Apresiasi Penarikan Proposal FIFA Forward Enterprise, Sebetulnya Punya Nilai Plus
QFA melalui pernyataan resminya, Minggu, 2 Agustus, menyebut langkah FIFA menarik proposal tersebut mencerminkan kebijaksanaan dalam menjaga soliditas komunitas sepak bola dunia.
Frengky Aruan - Minggu, 02 Agustus 2026
QFA Apresiasi Penarikan Proposal FIFA Forward Enterprise, Sebetulnya Punya Nilai Plus
Indonesia
Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982
Baresi telah memperkuat Rossoneri sejak 1977 dan menjadi salah satu one man club dengan pensiun pada 1997.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982
Dunia
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, naik jadi 34 orang. Otoritas masih menyelidiki 9 kematian terkait bencana.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Olahraga
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
UEFA mengancam akan memboikot Piala Dunia. Hal itu setelah FIFA mengusulkan kepemilikan saham investor di Piala Dunia.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
Dunia
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, melonjak menjadi 28 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah, 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terganggu.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Dunia
Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 17 Orang, Mal Aeon Titik Terparah
Gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, menewaskan 17 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah. 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terbatas.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 17 Orang, Mal Aeon Titik Terparah
Indonesia
Cak Imin Sebut Skema Kerja Sama SSW Kunci Perluasan Kesempatan Kerja di Jepang
Memperluas akses pekerja Indonesia memperoleh kesempatan bekerja di Jepang melalui jalur yang legal, aman, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Cak Imin Sebut Skema Kerja Sama SSW Kunci Perluasan Kesempatan Kerja di Jepang
Olahraga
Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia dengan Harapan Besar, Bukan Hanya Hadirkan Trofi
Roberto Mancini kembali ke Timnas Italia dengan harapan besar.
Frengky Aruan - Kamis, 30 Juli 2026
Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia dengan Harapan Besar, Bukan Hanya Hadirkan Trofi
Olahraga
Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Munculkan Kritik dan Penolakan, Infantino: Sebuah Peluang, Bukan Kewajiban
Sebelumnya, sejumlah pihak, termasuk UEFA dan Liga-Liga Eropa, menyatakan penolakan terhadap rencana penjualan saham Piala Dunia.
Frengky Aruan - Kamis, 30 Juli 2026
Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Munculkan Kritik dan Penolakan, Infantino: Sebuah Peluang, Bukan Kewajiban
Indonesia
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Jumlah personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) yang dikerahkan untuk penanganan gempa di Prefektur Kumamoto ditingkatkan menjadi 4.600 orang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Bagikan