Bantargebang Stop Terima Sampah Jakarta, Siasat Cerdas RT 11 Gandaria Utara Ini Patut Ditiru

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - 2 jam, 59 menit lalu
Bantargebang Stop Terima Sampah Jakarta, Siasat Cerdas RT 11 Gandaria Utara Ini Patut Ditiru

Inovasi warga dari RT 11/RW 07 Kelurahan Cilandak Barat yang menghadirkan kompos keliling (KomLing) untuk mengatasi permasalahan sampah di wilayahnya, Jakarta, Kamis (25/6). ANTARA/Luthfia Miranda Putri

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Deru mesin pencacah memecah keheningan pagi di sudut Jakarta Selatan, menjadi simbol perlawanan warga terhadap ancaman penumpukan limbah kota. Bayang-bayang penutupan total pengiriman pembuangan menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang per 1 Agustus 2026 memaksa komunitas lokal memutar otak.

Aroma tidak sedap dari sisa dapur kini tidak lagi menjadi musuh, melainkan komoditas berharga lewat gerakan mandiri tingkat rukun tetangga.

Baca juga:

Gubernur Pramono Janji Tindak Tegas Warga yang Buang Sampah di Kali

Langkah nyata ini terwujud di RT 11/RW 07 Gandaraia Utara, Kelurahan Cilandak Barat melalui penciptaan alat pengolahan berbasis komunitas. Warga memilih bergerak aktif melakukan aksi jemput bola guna memotong rantai distribusi pembuangan sejak dari ruang masak.

“Inovasi itu diusahakan untuk menyelesaikan masalah sampah dari hulunya. Karena itu, dilakukan upaya jemput bola ke rumah tangga. Kalau itu sudah bisa terselesaikan, mulai dari hulu hingga ke hilirnya, maka sampah tidak sampai menumpuk,”

Ketua RT 11/RW 07 Kelurahan Cilandak Barat, Imam Basori.

Revolusi Enam Jam dan Mesin Smart Geprek

Sistem pengelolaan bertumpu pada armada "kompos keliling" pengangkut limbah organik saban hari. Petugas memasukkan sisa makanan ke dalam mesin pemanas mekanis berkapasitas khusus guna mempercepat pembusukan secara higienis.

Sisa pemrosesan tanah kaya nutrisi tersebut nantinya dibagikan kembali kepada warga sebagai media tanam sayur mayur halaman rumah.

Ketua

Selain sektor organik, pengurus RT membuat terobosan mekanis bernama "smart geprek" untuk mengompresi botol bekas. Alat pemampat mekanis ini memanfaatkan suku cadang aktuator bekas kursi demi menaikkan massa padat material.

Langkah pemadatan terbukti efektif melipatgandakan nilai jual komoditas kering saat masuk ke jaringan pengepul resmi.

Berikut data teknis operasional dan rincian pembiayaan fasilitas pengelolaan mandiri RT 11 Cilandak Barat:

  • Kapasitas Angkut Gerobak: Mampu menampung volume limbah hingga 2,5 meter kubik.

  • Biaya Pembuatan Unit Gerobak: Menghabiskan dana investasi lokal sebesar Rp5.000.000 per unit.

  • Konsumsi Daya Listrik Utama: Mesin pengolahan kompos membutuhkan pasokan daya sebesar 500 watt.

  • Generator Daya Cadangan: Genset pendukung operasional memerlukan suplai tenaga sebesar 800 watt.

  • Durasi Pemrosesan Organik: Limbah dapur berubah wujud menjadi pupuk organik matang dalam waktu 6 jam.

Mengejar Target Zero Sampah Jakarta

Edukasi pemilahan terbukti berjalan lebih mulus saat masyarakat mencium potensi keuntungan finansial dari aktivitas pelestarian lingkungan. Pengurus RT kini aktif menjalin kerja sama erat bersama bank sampah wilayah sekitar demi menjaga stabilitas harga serapan material ekonomis.

“Dengan mengetahui nilai ekonomis sampah, masyarakat bisa teredukasi bahwa sampah itu bisa menjadi tambahan pemasukan. Dengan iming-iming nilai ekonomis, maka masyarakat bisa tergerakkan,” ucap Imam Basori.

Baca juga:

Luncurkan Program Sayang Bumi, 50 SMA Jabodetabek Dilibatkan Kumpulkan 5 Sampah Elektronik

Skenario jangka panjang mencakup pembuatan mesin reduksi berskala lebih besar demi mengantisipasi lonjakan kuantitas harian. Melalui integrasi hulu-hilir ini, target lingkungan bebas limbah bukan lagi sekadar impian di tengah krisis ruang pembuangan akhir Jakarta.

#Sampah #Truk Sampah #Bank Sampah
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bantargebang Stop Terima Sampah Jakarta, Siasat Cerdas RT 11 Gandaria Utara Ini Patut Ditiru
Selain sektor organik, pengurus RT membuat terobosan mekanis bernama "smart geprek" untuk mengompresi botol bekas
Angga Yudha Pratama - 2 jam, 59 menit lalu
Bantargebang Stop Terima Sampah Jakarta, Siasat Cerdas RT 11 Gandaria Utara Ini Patut Ditiru
Indonesia
Gubernur Pramono Janji Tindak Tegas Warga yang Buang Sampah di Kali
Membuang sampah sembarangan jelas merusak lingkungan dan parahnya lagi menyebabkan banjir akibat penumpukan sampah di kali.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Gubernur Pramono Janji Tindak Tegas Warga yang Buang Sampah di Kali
Indonesia
Luncurkan Program Sayang Bumi, 50 SMA Jabodetabek Dilibatkan Kumpulkan 5 Sampah Elektronik
Program ini digelar sebagai respons atas meningkatnya persoalan sampah elektronik baik di tingkat global maupun nasional.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Luncurkan Program Sayang Bumi, 50 SMA Jabodetabek Dilibatkan Kumpulkan 5 Sampah Elektronik
Indonesia
Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan
Pulau Sampah Muara Angke kini sudah dibersihkan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkap penyebab penumpukan sampah.
Soffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan
Indonesia
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Pemprov DKI dan Banten akan berkolaborasi untuk mengatasi banjir. Nantinya, sampah akan diolah menjadi listrik.
Soffi Amira - Kamis, 21 Mei 2026
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Indonesia
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Tata kelola sampah di Indonesia tidak bisa lagi diselesaikan dengan metode konvensional.
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Berita Foto
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Warga melakukan sortir sampah botol plastik untuk daur ulang di Bank Sampah Persatuan, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (16/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 16 Mei 2026
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Gerakan ini mewajibkan masyarakat memilah sampah berdasarkan jenisnya sebelum dibuang.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Indonesia
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Total nilai pengembangan proyek PSEL yang tengah disiapkan pemerintah mencapai sekitar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 87 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Berita Foto
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Petugas memasukkan sampah sayuran limbah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
Didik Setiawan - Senin, 11 Mei 2026
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Bagikan