Sampah Menggunung di Stasiun Pasar Minggu & RTH Penjaringan, Pramono Salahkan Swasta

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Sampah Menggunung di Stasiun Pasar Minggu & RTH Penjaringan, Pramono Salahkan Swasta

Gubernur Jakarta Pramono Anung di Pramono, di acara Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Minggu (26/7). Foto: MP/Asropih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pihak swasta yang terbukti membuang dan menimbun sampah secara ilegal.

Pernyataan ini disampaikan Gubernur menyusul keluhan masyarakat terkait tumpukan sampah di sejumlah titik, termasuk sekitar Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Baca juga:

Viral di Medsos! Pelaku Buang Sampah Sembarangan di Jaksel Akhirnya Terungkap, Didenda Rp 500 Ribu

Instruksi Cepat Tangani Sampah

Pramono mengungkapkan telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Kominfotik untuk segera mengangkut dan membersihkan sampah.

“Di mana pun ada tumpukan sampah, Pemprov DKI akan bergerak cepat,” kata Pramono, di acara Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Minggu (26/7).

Menurutnya, penyebab penumpukan sampah besar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Penjaringan adalah praktik ilegal pengelolaan sampah oleh pihak swasta.

Baca juga:

Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di Bali Dimulai, Target Operasional 2028

Pemilik izin pengelolaan kawasan yang seharusnya hanya mengirim residu ke TPA, justru menimbun sampah di lahan publik sepanjang 700 meter.

Pihak swasta yang menimbun sampah sudah kami berikan teguran keras. Perbuatan ini tidak boleh terulang. Jika masih membandel, akan kami tindak sesuai ketentuan hukum,

Gubernur Jakarta Pramono Anung

Operasi Pembersihan Penjaringan

Pemprov DKI menargetkan pembersihan kawasan Penjaringan selesai dalam dua minggu. Proses ini membutuhkan 15–20 truk sampah per hari. Saat ini, telah dikerahkan 10 truk dari Dinas Lingkungan Hidup serta alat berat dari Dinas Sumber Daya Air (SDA).

Fakta Penting

  • Lokasi utama: Stasiun Pasar Minggu & RTH Penjaringan

  • Volume sampah: butuh 15–20 truk per hari

  • Durasi pembersihan: ditargetkan 2 minggu

  • Alat dikerahkan: 10 truk DLH + alat berat SDA

  • Sanksi sebelumnya: denda dan penahanan truk (12 Mei & 1 Juli 2026) terhadap 2 perusahaan

Gubernur Pramono juga meminta masyarakat aktif melapor melalui aplikasi JAKI jika menemukan penumpukan sampah di lingkungannya.

“Menerobos aturan pengelolaan sampah bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat,” tandasnya. (Asp)

#Sampah #Jakarta #Pramono Anung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Proyek Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung Dipercepat, Target Selesai 2027
Pemprov DKI Jakarta mempercepat proyek jalan tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung. Jalan ini ditargetkan seleai 2027.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Proyek Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung Dipercepat, Target Selesai 2027
Indonesia
Tim Terpadu Dikerahkan Periksa Kasus Pelecahan Seksial di SMKN 27 Jakarta
Dinas akan melakukan pendampingan terhadap para siswa yang menjadi korban.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Tim Terpadu Dikerahkan Periksa Kasus Pelecahan Seksial di SMKN 27 Jakarta
Berita Foto
Rapat Paripurna DPR Setujui Dewas RRI Periode 2026-2031
Suasana Rapat Paripurna Ke-10 DPR Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 08 Oktober 2026
Rapat Paripurna DPR Setujui Dewas RRI Periode 2026-2031
Indonesia
Disdik DKI Beri Pendampingan Korban Pelecehan Seksual Guru SMKN 27
Pendampingan dilakukan untuk memastikan kejadian tersebut tidak berdampak lebih jauh terhadap kondisi psikis para siswa.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Disdik DKI Beri Pendampingan Korban Pelecehan Seksual Guru SMKN 27
Indonesia
Tanpa Penggusuran, Begini Rencana Pramono Ubah Wajah Kawasan Kumuh Tanah Abang
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan AI untuk revitalisasi kawasan kumuh Tanah Abang tanpa penggusuran, ditargetkan rampung 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Tanpa Penggusuran, Begini Rencana Pramono Ubah Wajah Kawasan Kumuh Tanah Abang
Indonesia
Tak Hanya Blok M, Pramono Ingin Kembangkan Pasar Baru Jadi ‘Myeongdong-nya Jakarta'
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana mengembangkan Pasar Baru sebagai kawasan TOD 24 jam dan membayangkannya menjadi ‘Myeongdong-nya Jakarta’.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
Tak Hanya Blok M, Pramono Ingin Kembangkan Pasar Baru Jadi ‘Myeongdong-nya Jakarta'
Indonesia
Blok M Bakal Direvitalisasi, Ruang Publik Ditargetkan Bertambah 5 Kali Lipat
Blok M akan segera direvitalisasi. Hal itu diungkapkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Blok M Bakal Direvitalisasi, Ruang Publik Ditargetkan Bertambah 5 Kali Lipat
Indonesia
Proyek Giant Sea Wall Berbasis Nature Based Solution Dimulai Oktober Tahun Ini
Perlindungan pesisir yang dikembangkan tidak dimaknai semata sebagai pembangunan tanggul laut, melainkan sebagai sistem terintegrasi yang mengombinasikan tanggul laut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Proyek Giant Sea Wall Berbasis Nature Based Solution Dimulai Oktober Tahun Ini
Indonesia
Pramono Anung Putuskan Tata Kawasan Kumuh Tanah Abang, 3 Wilayah Jadi Sasaran
Pemprov DKI akan menata kawasan kumuh di Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang, Tanah Abang. Pramono memastikan warga tidak digusur.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
Pramono Anung Putuskan Tata Kawasan Kumuh Tanah Abang, 3 Wilayah Jadi Sasaran
Indonesia
Pakai Masker! Kualitas Udara Jakarta Rabu (7/10) Pagi Tidak Sehat, Masuk 5 Besar Terburuk Dunia
Kualitas udara Jakarta pada Rabu (7/10) pagi masuk kategori tidak sehat.
Yusuf Abdillah - Rabu, 07 Oktober 2026
Pakai Masker! Kualitas Udara Jakarta Rabu (7/10) Pagi Tidak Sehat, Masuk 5 Besar Terburuk Dunia
Bagikan