MerahPutih.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang kini ditahan di Amerika Serikat, meminta rakyat Venezuela bersatu dan saling membantu menyusul gempa besar yang mengguncang negaranya.
Baca juga:
"Di masa-masa sulit ini, kami menyerukan persatuan nasional, ketenangan, serta bantuan yang nyata, untuk saling menolong, melindungi, berbagi, menguatkan, dan memulihkan,"kata Maduro, dalam sebuah pernyataan di platform X, dikutip Kamis (25/6).
Venezuela telah melewati berbagai ujian besar, dan kita juga akan bangkit dari cobaan ini dengan lebih kuat - melalui iman, disiplin, dan solidaritas,
Presiden Venezuela Nicolas Maduro
3 Orang Dilaporkan Tewas
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 telah mengguncang Venezuela semalam.
Pusat gempa terdeteksi berada 16 kilometer dari kota Moron dan 24 kilometer dari San Felipe.
Sedikitnya tiga orang tewas dan empat lainnya luka-luka setelah sebuah bangunan tempat tinggal runtuh di Caracas, Venezuela menyusul gempa kuat pada Rabu waktu setempat.
Baca juga:
Gempa Ganda M 7 Hantam Venezuela, 3 Jenazah Dievakuasi dari Reruntuhan
Status Darurat Nasional
Pelaksana Tugas (Plt.) Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez telah resmi menetapkan status darurat nasional. Dilansir Antara Bandara utama Venezuela, Maiquetia, terpaksa ditutup total akibat mengalami kerusakan yang cukup parah.
Kami menetapkan status darurat nasional, sebagaimana diatur dalam konstitusi kami,
Plt Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez
Rodriguez menambahkan sedikitnya 20 gempa susulan telah tercatat pasca dua gempa utama. Gempa ganda ini menimbulkan kerusakan infrastruktur di beberapa wilayah.
Baca juga:
Venezuela Diguncang Gempa Kembar M 7,2 dan 7,5, Status Darurat Nasional Ditetapkan
"Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak sangat parah. Di ibu kota Caracas, gedung-gedung runtuh di berbagai area. Negara bagian Miranda dan La Guaira juga mengalami kerusakan signifikan... termasuk juga wilayah Aragua, Carabobo, dan Falcon," tandas Rodriguez. (*)