Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Kamis (25/6) sore berakhir perkasa, mengekor reli positif sejumlah bursa utama kawasan Asia. Redamnya harga minyak mentah dunia menjadi motor utama pendorong gairah beli pelaku pasar.
Bursa Asia didominasi penguatan karena sentimen investor didukung oleh kemajuan upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, membantu mendorong harga minyak kembali ke level sebelum konflik,
Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus.
Baca juga:
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Nyaris Tembus Rp 18.000 pada Perdagangan Kamis (25/6)
Aliran Dana Asing Redam Sentimen Negatif
Laju positif pasar modal dalam negeri mendapat pasokan energi besar dari aksi borong portofolio keuangan. Kebijakan pelonggaran likuiditas perbankan dari China melalui People's Bank of China (PBoC) ikut mempertebal rasa percaya diri pasar ekuitas domestik.
Sentimen pelonggaran moneter tersebut sukses menutupi kabar buruk merosotnya peringkat daya saing nasional dalam World Competitiveness Ranking sebesar 21 peringkat.
Berikut rincian indikator pasar serta data pergerakan angka perdagangan saham:
-
Posisi Akhir Indeks: IHSG bertengger pada level 5.999,04 (melompat 115,16 poin atau naik 1,96 persen).
-
Indeks Saham Unggulan: Kelompok LQ45 merangkak naik 9,58 poin (menguat 1,66 persen menuju posisi 587,75).
-
Total Nilai Transaksi: Nilai perdagangan menembus Rp13,63 triliun, melibatkan 20,91 miliar lembar saham.
-
Frekuensi Aktivitas Perdagangan: Mesin kliring mencatat 16.660.000 kali transaksi selama jam kerja pasar.
-
Rasio Saham Emiten: Sebanyak 562 saham mencatat kenaikan harga, 148 saham terkoreksi, serta 249 saham jalan di tempat.
-
Arus Modal Masuk: Bank Indonesia (BI) mencatat arus modal asing ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor satu tahun dan obligasi pemerintah mencapai Rp105.000.000.000.000 sepanjang Juni.
Sektor Infrastruktur IDX-IC Pimpin Penguatan
Aksi borong saham murah memicu seluruh lini usaha bergerak naik tanpa perkecualian. Koreksi komoditas energi mengurangi risiko lonjakan biaya hidup, sekaligus membebaskan bank sentral dari tekanan kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat.
“IHSG menguat seiring kembali masuknya aksi beli investor memburu saham-saham murah setelah pasar menyentuh level terendah dalam dua pekan,” kata Maximilianus Nicodemus menjelaskan kondisi psikologis pasar.
Baca juga:
Berdasarkan data klasifikasi Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas lini industri kompak parkir di zona hijau. Sektor infrastruktur mencetak performa terbaik lewat lonjakan 3,89 persen, menyalip sektor kesehatan (naik 3,21 persen) serta barang konsumen primer (naik 2,89 persen).
Deretan emiten komoditas dan ritel berskala kecil mendominasi transaksi harian papan perdagangan sebelum lonceng penutupan berbunyi.