MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengevaluasi mekanisme perlindungan pasukan dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Hal ini menyusul gugurnya prajurit TNI, Praka Rico, dalam misi tersebut.
Menurut Sukamta, evaluasi diperlukan agar perlindungan terhadap pasukan perdamaian dapat menyesuaikan dengan kondisi ancaman di lapangan yang terus berkembang.
“Kami mendorong PBB melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mandat dan mekanisme perlindungan pasukan UNIFIL,” kata Sukamta dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/4).
Ia menegaskan perlindungan terhadap personel PBB harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan oleh pihak mana pun, termasuk pihak yang terlibat konflik.
Baca juga:
Satu Lagi Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan di Lebanon Selatan
Selain itu, Sukamta juga meminta adanya investigasi yang transparan terkait insiden gugurnya Rico Pramudia. Ia menilai investigasi penting untuk memastikan kejelasan dan pertanggungjawaban.
“Kami minta ada investigasi yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Sukamta juga mendorong pemerintah Indonesia melakukan evaluasi terhadap aspek keamanan dan pola penugasan prajurit dalam misi perdamaian. Menurutnya, langkah ini penting untuk meningkatkan perlindungan bagi personel di lapangan.
Namun, ia menegaskan evaluasi tersebut tidak boleh mengurangi komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Indonesia tetap harus berperan aktif sebagai bagian dari komunitas internasional.
“Evaluasi dilakukan tanpa mengurangi komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global,” katanya.
Baca juga:
Perjalanan Gugurnya Praka Rico Pramudia, Prajurit Perdamaian TNI di Lebanon
Ia menambahkan, setiap pengorbanan prajurit harus menjadi pengingat bahwa misi perdamaian membutuhkan sistem perlindungan yang kuat.
Sukamta juga menyampaikan duka cita atas gugurnya Praka Rico Pramudia dalam misi UNIFIL di Lebanon. Ia menyebut pengorbanan tersebut sebagai bentuk nyata kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Diketahui, Praka Rico gugur setelah menjalani perawatan akibat luka dari ledakan peluru kendali yang menghantam markas UNIFIL di Lebanon pada Maret 2026. (Pon)