Merahputih.com - Fenomena selebrasi Viking row pemain Norwegia usai kepastian tiket lolos babak 32 besar Piala Dunia 2026 kini resmi menjadi simbol supremasi baru sepak bola. Sontak, hal ini memicu perang urat syaraf di Eropa Utara.
Keberhasilan menumbangkan Senegal lewat drama lima gol pada Selasa (23/6) memicu gelombang euforia masif di dalam negeri. Ritual mendayung bersama suporter hingga staf pelatih bahkan sempat menyeret atensi sang raja untuk ikut turun merayakan kemenangan.
Baca juga:
Namun, pemandangan magis tersebut mendapat sambutan dingin dari penggawa tim nasional Swedia, Gustaf Lagerbielke. Gustaf menilai sorotan kamera televisi terlalu berlebihan membesar-besarkan aksi meniru gaya thunderclap Islandia tersebut.
Saya tidak akan pernah melakukannya. Kami hanya menghela napas. Mungkin lebih kepada kru televisi selalu menyorotnya setiap saat. Selebrasi mirip sekali dengan thunderclap milik Islandia. Tapi ya, terserah mereka,
Ketus Lagerbielke.
Rasa Iri Denmark dan Gugatan Swedia
Sentimen serupa meluncur dari mulut rekan senegara Lagerbielke, Elliot Stroud, menilai ritual tersebut mulai kehilangan sakralitas akibat terlalu sering diperagakan.
Jika kubu Swedia merespons lewat kritik teknis, atmosfer lebih panas justru membakar media-media olahraga Denmark.
Negara tetangga terpaksa absen pada ajang sepak bola terakbar bumi ini dan harus menyaksikan sang rival merebut status penguasa Nordik.
All aboard! ????♂️???????? pic.twitter.com/I83Zn4P4HY
— Erling Haaland (@ErlingHaaland) June 23, 2026
Data serta poin penting perseteruan sepak bola kawasan Skandinavia:
-
Hasil Laga Penentu: Norwegia menang dramatis 3-2 atas Senegal demi menyegel tempat fase gugur.
-
Pencapaian Kompetisi: Skuad asuhan Stale Solbakken resmi melaju menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026.
-
Tokoh Utama Aksi: Kapten Martin Odegaard bertindak selaku komando utama ritual gerakan mendayung.
-
Status Denmark: Absen atau gagal lolos kualifikasi putaran final Piala Dunia 2026.
-
Pergeseran Nilai Pasar: Skuad mahal berisi Erling Haaland mendongkrak nilai komersial tim nasional Norwegia melampaui nilai pasar skuad Denmark senilai triliunan rupiah.
Runtuhnya Hegemoni Sepak Bola Denmark
Kepedihan mendalam terpancar jelas lewat tulisan jurnalis harian olahraga terkemuka Denmark B.T., Johnny Wojciech Kokborg.
Jurnalis senior tersebut tanpa ragu menyebut situasi ini menyerupai aksi perundungan mental terhadap masyarakat Denmark selaku mantan penguasa sepak bola Skandinavia.

“Ini sudah mendekati bentuk perundungan antarsaudara di kawasan Nordik. Norwegia sedang menikmati pesta terbesar dalam hidup bersama tim nasional bisa bermain sepak bola,” tulis Kokborg.
Baca juga:
Fakta di lapangan membuktikan kedahsyatan daya ledak Erling Haaland dan kolega memang sanggup meruntuhkan peta kekuatan tradisional Eropa Utara.
Denmark kini harus berlapang dada melepaskan takhta tim terbaik kawasan Nordik kepada sang tetangga. Publik sepak bola kini menanti sejauh mana keampuhan magis ritual mendayung tersebut mampu membawa Norwegia melangkah fase knock-out.
