Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dalam Kurun Waktu 2 Bulan, Pariwisata NTT Rugi Rp5 Miliar

Andika Pratama - Rabu, 22 Juli 2020

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19 membuat semua sektor usaha terutama pariwisata mengalami kerugian karena ditutup untuk dikunjungi wisatawan.

Dampak itu dirasakan oleh pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT). Bayangkan, dalam dua bulan saja, kegiatan wisata di sana mengalami kerugian mencapai Rp5 miliar akibat corona.

Baca Juga

Dapat Suntikan Modal, Perumnas Fokus Selesaikan 46 Proyek Perumahan

"Pandemi COVID-19 ini memang sangat dirasakan," ucap Kadis Pariwisata Manggarai Barat, Agustinus Rinus saat dihubungi ANTARA dari Kupang, Selasa (21/7)

Agustinus mengatakan bahwa kerugian itu dihitung setelah pihaknya bersama dengan Politenik El Bajo Commodus melakukan survei bersama terkait dampak langsung dari pandemi COVID-19 itu.

Dari hasil survei itu juga bisa disimpulkan bahwa jika pandemi COVID-19 terus berlanjut dan sektor pariwisata tak dibangkitkan kembali maka dipastikan pariwisata di Labuan Bajo akan hancur.

"Selain itu juga pelaku-pelaku pariwisata di Labuan Bajo ini belum menerapkan manajemen risiko. Sehingga banyak pelaku wisata yang kaget dan tak punya simpanan saat pandemi ini," ujarnya dilansir Antara.

Gua Batu Cermin. (Foto: instagram.com/medha_id)
Gua Batu Cermin atau warga lokal menyebutnya Watu Sermeng. (Foto: instagram@medha_id)

Agustinus mengatakan bahwa dari 4.412 tenaga kerja di sektor pariwisata, hampir sebanyak 85 persen terdampak. Para tenaga kerja itu terpaksa dirumahkan untuk sementara waktu, meski banyak juga yang di berhentikan.

Selama ini untuk tetap membuat perekonomian di sektor pariwisata tetap berjalan, pemerintah daerah telah memberikan stimulus kepada sejumlah hotel dan restoran di daerah itu.

"Bupati mengeluarkan surat memberikan pembebasan pajak hotel dan restoran yang selama ini sudah berjalan. Dan dampaknya positif sehingga banyak hotel yang masih tetap beroperasi walaupun minim wisatawan yang menginap," kata dia

Ia menambahkan stimulus pembebasan pajak sudah berlaku selama lima bulan sejak Maret lalu dan akan berakhir pada Juli. Namun, ujar dia, akan ada evaluasi lagi akan diperpanjang atau tidak.

Baca Juga

Menjelajah Wisata Kawah Putih di Era New Normal Bersama Travel Trip

Sementara itu, terkait pendapatan asli daerah (PAD) dipastikan mengalami penurunan yang sangat jauh dari target yang akan dicapai pada tahun 2020.

"Kalau PAD kita justru turun jauh sekali dari sektor pariwisata. Tahun ini kita targetkan Rp30 miliar. Tetapi akhirnya dievaluasi dan turun menjadi Rp9 miliar saja," pungkasnya. (*)

Baca Artikel Asli