Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ayah Nizam Diduga Anggota Gangster, Komisi III DPR Perintahkan Kapolres Sukabumi: Hajar Saja

Dwi Astarini - Selasa, 03 Maret 2026

MERAHPUTIH.COM - KOMISI III DPR RI meminta Kapolres Polres Sukabumi, Saiman, memeriksa ayah kandung Nizam Syafi'i, Anwar Satibi, yang diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok gangster. Permintaan ini muncul setelah ibu kandung korban, Lisnawati, disebut menerima ancaman setelah melaporkan mantan suaminya kepada pihak berwajib.

NS meninggal dunia pada usia 13 tahun setelah diduga mengalami kekerasan dari ibu tiri dan ayah kandungnya.

Dalam rapat tersebut, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengungkap latar belakang ayah korban. Wakil Ketua LPSK, Sri Suparyati, menyatakan mantan suami Lisnawati diketahui memiliki keterkaitan dengan kelompok gangster.

"Kami juga menginformasikan bahwa mantan suami ibu Lisna ini kebetulan ialah anggota geng," kata Suparyati dalam RDPU di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/3).

Korban, kata Sri, diduga pernah mengalami berbagai bentuk kekerasan, seperti disundut rokok, disiram air, hingga diceburkan ke bak mandi. Oleh karena itu, ia meminta kepolisian memberikan perhatian khusus terhadap aspek perlindungan korban dan keluarga.

"Menurut saya, juga patut untuk diatensi lebih lanjut kepada kepolisian ya khususnya karena ini kaitannya dengan ancaman yang sering kali diterima ibu Lisna," tutur dia.

Baca juga:

Kapolres Sukabumi Beberkan Fakta Baru Kematian Nizam Syafi’i, Disebut Jadi Korban Penganiayaan Berulang



Saat menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III Habiburokhman, meminta kepolisian menjamin keamanan Lisnawati serta menindak tegas kelompok gangster yang diduga terlibat. "Sebelum ke Pak Kapolres ya, yang pertama saya minta dijamin keamanannya ibu ini, Pak. Ya. Hajar saja gangster-gangster itu. Enggak ada urusan, Pak," ujar Habiburokhman

Habiburokhman menilai aparat penegak hukum harus bertindak cepat untuk memastikan perlindungan terhadap korban dan keluarganya, serta mengusut tuntas dugaan keterlibatan kelompok geng dalam kasus tersebut. "Masa sudah sejauh ini belum ada penindakan, Pak. Lalu nanti jangan terlalu bertele-tele soal timeline ini, Pak. Kita enggak perlu. Hal yang perlu langsung ke inti masalahnya," ucap politisi Gerindra itu.

Sebelumnya, Nizam, bocah asal Bojongsari, Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia pada 19 Februari 2026 di RSUD Jampangkulon.

Saat dibawa ke rumah sakit, tubuh korban ditemukan penuh luka lebam serta luka melepuh menyerupai luka bakar.(Pon)

Baca juga:

Komisi III DPR Ungkap Kejanggalan Kasus Kematian Nizam Syafi’i yang Tewas Disiksa Ibu Tiri

Baca Artikel Asli