Ratusan Senjata Ditemukan di Sekolah Jaksel, Komisi III DPR Minta Sistem Keamanan Dievaluasi

Soffi AmiraSoffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
Ratusan Senjata Ditemukan di Sekolah Jaksel, Komisi III DPR Minta Sistem Keamanan Dievaluasi

Ratusan senjata ditemukan di sekolah Jakarta Selatan. Foto: Dok. Istimewa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun menilai, temuan ratusan senjata di lingkungan sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pengawasan dan keamanan di lembaga pendidikan.

Menurut Adang, sekolah semestinya menjadi ruang yang memberikan rasa aman bagi siswa, guru, dan seluruh warga di sekitarnya.

Baca juga:

Cegah Trauma Siswa, Sekolah Pondok Pinang Terapkan PJJ Hingga Jumat Usai Temuan 995 Senjata

Temuan Senjata di Sekolah tak Boleh Dianggap Remeh

Lalu, temuan barang yang berpotensi membahayakan di lingkungan sekolah tidak dapat dianggap sebagai persoalan biasa.

Sekolah adalah tempat untuk mendidik dan membentuk karakter generasi muda. Karena itu, setiap hal yang berpotensi mengganggu keamanan harus mendapat perhatian serius dan ditangani sesuai ketentuan hukum.

kata Adang, Selasa (11/8)

Mantan Wakil Kepala Kepolisian RI itu mengatakan, aparat penegak hukum perlu memastikan terlebih dahulu asal-usul, status kepemilikan, legalitas, serta tujuan penyimpanan ratusan senjata api tersebut.

Adang menilai, penjelasan mengenai aspek-aspek tersebut penting agar masyarakat tidak membuat kesimpulan sendiri terkait keberadaan senjata di lingkungan pendidikan.

Baca juga:

Hanya 7 Profesi Sipil Boleh Punya Senjata Api di Indonesia, Cek Syarat dan Aturannya!

“Yang paling penting adalah memastikan fakta secara utuh. Dari mana barang itu berasal, siapa yang memiliki, apakah legal, dan untuk kepentingan apa disimpan di sana. Semua harus berdasarkan fakta dan alat bukti,” ujarnya.

Ia juga meminta proses hukum tidak ditarik ke dalam persoalan atau konflik internal yang sebelumnya diduga berkaitan dengan terungkapnya keberadaan senjata tersebut.

Komisi III DPR Minta Evaluasi Pengamanan di Sekolah

Menurut anggota dewan dari Fraksi PKS itu, penyidik harus menjaga objektivitas dan memastikan setiap langkah penanganan perkara didasarkan pada bukti yang ditemukan di lapangan.

Selain proses hukum, Adang mendorong adanya evaluasi terhadap sistem pengamanan dan pengawasan aset di lingkungan sekolah.

Evaluasi diperlukan untuk memastikan tidak ada barang yang berisiko membahayakan siswa maupun masyarakat sekitar yang dapat disimpan tanpa pengawasan memadai.

Ia mengatakan, pengelola lembaga pendidikan juga perlu memiliki mekanisme yang jelas dalam mengawasi barang, aktivitas, serta akses ke area-area tertentu di lingkungan sekolah.

Baca juga:

3 Fakta Penemuan Ratusan Senjata di Sekolah Jakarta Selatan, hanya Satu Senjata Api

“Pengawasan harus diperkuat. Jangan sampai ada barang yang seharusnya membutuhkan izin atau pengawasan khusus justru berada di lingkungan pendidikan tanpa diketahui dan terkontrol,” katanya.

Adang menambahkan, penanganan kasus tersebut secara transparan bukan hanya penting untuk memberikan kepastian hukum, tetapi juga memulihkan rasa aman masyarakat dan menjaga kepercayaan terhadap institusi pendidikan maupun aparat penegak hukum. (knu)

#Senjata Api #Sekolah #Komisi III DPR #Senjata Ilegal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Minta Perkuat Pengawasan Anggaran Revitalisasi Sekolah, Rawan Dikorupsi
Anggaran revitalisasi atau perbaikan gedung sekolah masih rawan disalahgunakan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 23 September 2026
DPR Minta Perkuat Pengawasan Anggaran Revitalisasi Sekolah, Rawan Dikorupsi
Dunia
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah di South Cotabato, Filipina selatan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 18 September 2026
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Indonesia
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Maluku dan Papua Jadi Prioritas
BGN mencoret 1.653 sekolah dari penerima MBG. Kini, Maluku dan Papua masuk prioritas.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Maluku dan Papua Jadi Prioritas
Indonesia
Sekolah Rakyat Dilengkapi Lapangan Sepak Bola 105 Meter X 68 Meter Sesuai Standar FIFA
Pembangunan infrastruktur olahraga merupakan bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas manusia Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Sekolah Rakyat Dilengkapi Lapangan Sepak Bola 105 Meter X 68 Meter Sesuai Standar FIFA
Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berkurang, Sekolah di Jakarta Kembali Tatap Muka Mulai Rabu 9 September 2026
Sekolah di Jakarta kembali menggelar pembelajaran tatap muka mulai 9 September 2026 setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berkurang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berkurang, Sekolah di Jakarta Kembali Tatap Muka Mulai Rabu 9 September 2026
Indonesia
RUU Perampasan Aset Bukan untuk Tekan Lawan Politik, DPR: Sasar Kejahatan Terorganisasi
DPR RI menegaskan bahwa RUU Perampasan Aset bukan untuk menekan lawan politik. Masyarakat diminta untuk tak khawatir.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
RUU Perampasan Aset Bukan untuk Tekan Lawan Politik, DPR: Sasar Kejahatan Terorganisasi
Indonesia
PJJ Diterapkan akibat Abu Vulkanik, DPR Minta Sekolah Pastikan Siswa Tetap Belajar Efektif
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendukung PJJ di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
PJJ Diterapkan akibat Abu Vulkanik, DPR Minta Sekolah Pastikan Siswa Tetap Belajar Efektif
Indonesia
Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026 meski Ada Penolakan
Pengesahan RUU Perampasan Aset belum tentu membuat kelompok yang selama ini kontra terhadap pemerintah berhenti menyampaikan tuntutan. 

Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026 meski Ada Penolakan
Indonesia
Mendikdasmen Minta Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terapkan PJJ
Mendikdasmen Abdul Mu'ti meminta sekolah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau mengutamakan keselamatan siswa dengan menerapkan PJJ dan menyesuaikan jam belajar.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Mendikdasmen Minta Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terapkan PJJ
Indonesia
Cara Cek Lulus Seleksi Administrasi STIN 2026: Ingat, Pakai Nomor Bukan Nama!
Ribuan calon taruna-taruni yang mendaftar di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) akhirnya bisa bernapas lega.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Lulus Seleksi Administrasi STIN 2026: Ingat, Pakai Nomor Bukan Nama!
Bagikan